Nyaman dengan bus kota

11 12 2007

Di Jakarta terdapat beberapa jenis sarana transportasi umum, mulai dari yang beroda dua hingga yang beroda sepuluh atau lebih. Yang beroda dua adalah ojek. Yang beroda tiga bajaj. Ada juga yang rodanya empat, yaitu metromini dan taxi. Yang enam rodanya bernama andong, mikrolet dan bus kota. Ada juga yang rodanya 10 atau 12, yaitu busway alias Transjakarta. Yang paling banyak rodanya adalah kereta api. Semua jenis sarana transportasi itu dimiliki oleh ratusan perusahaan. Ada yang milik pemerintah, tapi kebanyakan milik swasta. Bagaimana pelayanan mereka? Ada yang puas, tapi lebih banyak yang protes.

070.jpgTulisan ini bercerita tentang sarana transportasi di sebuah kota di bagian barat Australia (WA). Nama kota indah itu Perth. Mungkin ada yang bisa dipelajari oleh pelaku dan pembuat kebijakan transportasi di tanah air dari kisah kecil ini.

Urusan transportasi umum di WA menjadi tanggung jawab Departement of Planning and Infrastructure. Departemen ini membentuk perusahaan transportasi yang namanya Transperth. Hanya ada dua kelompok pengelola transportasi umum di073.jpg WA, yaitu taxi milik perusahaan swasta dan Transperth. Kawasan bisnis Transperth meliputi transportasi darat dan air. Di darat, Transperth mengoperasikan bus kota dan kereta api. Di air terdapat kapal ferry.

Untuk naik Transperth caranya ada tiga, yaitu membayar langsung, menggunakan SmartRider, atau gratis. Tentu anda sudah paham yang dimaksud membayar langsung. Di sini saya hanya akan cerita tentang Smart Rider dan gratis.

075.gifSmartRider adalah sejenis kartu magnetik yang dapat digunakan untuk naik fasilitas apa saja milik Transperth. Kartu ini dapat dibeli di kantor Transperth yang tersebar di mana-mana, atau di kampus-kampus, atau di pusat-pusat perbelanjaan yang ditunjuk oleh Transperth. Smartrider ini ada dua jenisnya, ada yang biasa dan ada yang concession (dapat potongan). Karena saya mahasiswa, saya dapat hak memiliki SmartRider concession. Artinya, saya membayar jauh lebih murah ketika naik fasilitas Transperth dibandingkan yang bukan mahasiswa/pelajar. Setelah membeli kartu perdana SmartRider dan identitas saya direkam di komputer, saya mesti memasukkan kode kartu saya ke database Transperth lewat website universitas. Begitu kode saya masukkan, Transperth tahu bahwa saya adalah mahasiswa di universitas anu, ambi jurusan anu, dan berhak dapat concession.

Bagaimana jika anda mau pergi ke suatu tempat tapi tidak tahu jalur bus ke sana? Anda tinggal buka internet, bukan website transperth. Lau masukkan lokasi di mana anda akan naik dan di mana anda akan turun. Komputer akan membantu anda mencari jalur bus ke sana.

074.jpgUntuk bepergian dengan bus, datanglah ke halte terdekat. Di setiap halte ada petunjuk tentang jalur bus yang berhenti di halte tersebut, lengkap dengan peta rute dan jam datang/berangkat. Jadi, anda bisa merencakan dengan baik perjalanan anda. Jadwal kedatangan bus biasanya tepat waktu, dengan deviasi maksimal 5 menit. Tapi saya belum pernah mengalami bus telat lebih dari 3 menit. Saat bus datang, sopir akan menekan tombol tertentu di depannya untuk membuka pintu. Anda boleh masuk, jangan lupa ucapkan salam seperti Hello, Hi, G’day, dsb sesuka anda. Kemudian, dekatkan kartu SmartRider anda ke mesin yang tersedia di pintu masuk. Jika anda masih punya uang di kartu tersebut, mesin akan berbunyi bip sekali. Jika bunyinya lebih dari sekali, artinya uang di kartu anda kosong. Yang perlu anda lakukan jika kehabisan uang di kartu adalah mengisi ulang. Serahkan uang ke sopir, dan dia akan mangisi kartu anda.

071.jpgBus akan berangkat jika waktunya sudah tiba, kecuali ada orang yang lari-lari mengejar. Sopir akan menunggu. Ke dalam bus, anda dilarang membawa makanan atau minuman kaleng sebab semua itu berpotensi menimbulkan sampah. Posisi tempat duduk berlainan menurut bus nya. Ada yang sejajar dari depan ke belakang. Ada yang makin ke belakang makin tinggi seperti tempat duduk di bioskop. Yang jelas, selalu ada fasilitas untuk orang catat, ibu yang membawa bayi dan orang tua. Untuk mereka, ruangannya luas, sekitar 3 kali lebih luas daripasa tempat duduk biasa, biasanya diberi tanda cat kuning di lantai. Kalau anda tidak cacat, tidak membawa kereta bayi atau sudah renta, jangan duduk di kursi ini.

076.jpgAda juga fasilitas khusus bagi penumpang yang menggunakan kursi roda. Begitu tahu ada orang berkusi roda akan naik, sopir memencet tombol di depannya. Lalu ada semacam jembatan besi menjulur keluar dari bawah pintu hingga ke platform tempat calon penumpang menunggu. Maka, kursi roda bisa masuk ke bus melewati jembatan itu.

Berapa anda membayar untuk melakukan perjalanan dengan Transperth? Tergantung zona. Transperth membagi wilayah kerjanya dalam zona-zona,072.jpg yaitu zona 1 sampai zona 5. Jarak satu zona sekitar 6 – 10 km. Jika perjalanan anda masih di zona yang sama, maka anda tidak perlu membayar alias gratis. Jika anda melakukan perjalanan pulang-pergi masih dalam waktu satu jam, maka anda hanya membayar sekali. Makanya kalau ke pasar, saya belanja sebentar saja, tidak lebih dari 1 jam, supaya pulangnya gratis. Pada saat akan berhenti, anda memencet tombol yang tersedia di dekat setiap kursi. Setelah bus berhenti, anda kembali mendekatkan kartu SmartRider ke mesin dekat pintu keluar. Mesin akan mencatat berapa zona anda lewati, berapa uang diambil dari kartu anda dan berapa sisa uang di kartu anda. Informasi itu muncul di layar saat anda tag off. Jangan lupa, sebelum turun ucapkan terima kasih kepada sopir.

Cara ketiga naik Transperth adalah dengan gratis. Kapan anda bisa gratis? Yaitu jika anda naik dan turun masih di zona yang sama. Anda juga bisa gratis jika bilang ke sopir bahwa anda tidak punya uang. Sopir tidak akan marah atau melarang anda naik. Sebab hanya orang yang tidak punya uang yang mengaku tidak punya uang. Anda juga dapat fasilitas gratis jika mengaku turis. Kalau anda tidak terlalu pemalu, anda bisa langsung masuk, tanpa membayar, tanpa mengucapkan apa-apa, langsung duduk. Tidak ada yang protes, apalagi marah. Orang hanya akan mengira anda lagi tidak punya uang.

Bagaimana kalau anda hamil? Suatu hari saya naik Transperth, lalu ada perempuan hamil naik. Karena bus penuh, dia berdiri. Sopir keluar dari kamarnya, lalu melihat jika ada kursi yang kosong untuk wanita hamil tersebut. Sang wanita mengatakan bahwa dia tidak perlu duduk dan bisa berdiri dengan kuat, karena hamilnya masih kecil. Tapi sopir tidak mau. Melihat hal tersebut, seorang pria muda menawarkan tempat duduknya. Sopir senang dan bersedia jalan.

Pada kesempatan lain, setelah bus mulai jalan, seorang laki-laki sadar bahwa dia naik bus yang salah. Lalu dia berjalan ke depan dan minta kepada sopir supaya bus berhenti. Tapi sopir tidak mau, walaupun saat itu kami melewati jalan yang sepi. Bus baru berhenti di halte. Pengalaman yang sama juga terjadi pada suatu pagi. Seorang pria lupa bahwa mestinya dia minta berhenti di halte sebelum bus memasuki jalan raya (highway). Tapi halte sudah terlewati sekitar 20 meter. Pria itu minta berhenti, sebab halte berikutnya adalah setelah highway, yang jaraknya sekitar 1 km. Sopir tidak bersedia berhenti jika bukan di halte.

Pada jalan-jalan tertentu, ada jalur khusus untuk bus kota, seperti jalur khusus untuk Transjakarta. Bedanya, di Jakarta jalur khusus itu diberi pembatas setinggi 15 cm. Meskipun ada pembatas, oplet, bus kota dan sepeda motor sering menyeberang masuk ke jalur Transjakarta. Di Perth, jalur khusus bus ini hanya dibedakan oleh warna. Jika warna aspal adalah hitam, maka jalur khusus Transperth diberi warna coklat. Tidak ada pembatas, tapi tidak pernah ada kendaraan lain menggunakan jalur tersebut.

Setiap bus selalu dalam keadaan bersih. Juga dilengkapi kamera, walaupun belum pernah kedengaran ada copet di bus kota. Juga tidak ada pengamen masuk ke bus. Semuanya tertib, bersih, aman, tepat waktu. Anda juga tidak akan menemukan dentuman musik di bus Transperth. Jika anda suka musik, gunakanlah earphone.

Semua fasilitas dan servis itu berlaku bukan hanya pada bus, tapi juga pada fasilitas Transperth lain, yaitu kereta api dan ferry.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: