Batubara, monster lingkungan.

14 12 2007

058.jpgBanyak negara kini mengembangkan energi terbarukan (renewable energy) seperti tenaga air dan tenaga angin untuk menghasilkan listrik. Tapi pada saat yang sama dua negara kaya baru, penggerak ekonomi utama Asia (juga dunia), China dan India malah meningkatkan konsumsi batu bara. Mereka diperkirakan akan sangat tergantung pada batubara selaku sumber energy kotor selama beberapa dekade ke depan.

Saat sebagian besar perwakilan negara-negara yang bersidang dalam konferensi perubahan iklim (UNFCCC) di Bali bersepakat menurunkan emisi gas rumah kaca mereka sebagai upaya mengurangi pemanasan global, lima negara menentang. Mereka adalah China, India, Jepang, Kanada, dan tentu saja Amerika. Lima sekawan dalam “keburukan” ini menggunakan alasan klasik, bahwa kesepakatan itu akan menghambat kemajuan ekonomi mereka. Artinya, mereka tetap akan menggunakan batubara sebanyak-banyaknya.

092.jpg

Salah satu pertambangan batubara di Indonesia (GLOBAL DISTRIBUTION OF ELEMENTS)

Jika tidak memikirkan keadaan Bumi yang sudah sakit parah, batubara memang menarik, sebab murah dan tersedia dalam jumlah besar. Kontribusi batubara pada suplai energi komersial dunia pada 2006 mencapai 25 %, diikuti minyak bumi. Tapi, sehubungan dengan densitas karbonnya yang tinggi, batubara bertanggungjawab terhadap sekitar 40 % pelepasan karbon dioksida ke udara, sementara karbon dioksida menyumbang 80 % pada keseluruhan gas rumah kaca. Jadi dapat dikatakan bahwa Batubara adalah monster lingkungan. (World Renewables).

018.jpgBulan lalu, pembangkit listrik berbahan bakar batubara terbesar di Cina dengan kapasitas 4 ribu MW, mulai beroperasi. Sementara, awal tahun 2007, Cina juga mengoperasikan pembangkit-pembangkit listrik serupa dengan kapasitas total 90 ribu MW.

Bukan hanya Cina, tapi India, beberapa negara Eropa, Australia, dan tentu saja Amerika, adalah negara-negara yang membakar monster global warming ini untuk mencukupi kebutuhan listrik mereka. International Energy Agency (IEA) memperkirakan akan terjadi kenaikan emisi karbon dioksida di udara sebesar 57 % sejak 2005 hingga 2030, jika negara-negara ini tidak menghentikan kebiasaan buruknya.

China di akhir 2007 ini diperkirakan melampaui Amerika sekaligus menjadi negara paling banyak melepaskan karbon dioksida ke udara. Posisi ketiga ditempati Indonesia, dan India segera menyusul.

Indonesia?

Ada dua alasan mengapa Indonesia harus memperhatikan persoalan global warming secara serius. Pertama, Indonesia adalah negara ketiga penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dunia. Kedua, Indonesia adalah negara kedua yang memiliki hutan terluas di dunia setelah Brazil, disusul Congo. Jika Indonesia meningkatkan penggunaan batubara sekaligus membiarkan terjadinya pembabatan hutan (resmi atau illegal), maka Indonesia akan menjadi negara yang menghancurkan dunia.

Tapi sayang, walaupun dalam pidato-pidato para menteri dan pemimpin negeri ini mengatakan peduli terhadap global warming, belum terlihat dalam tindakan nyata. Jutaan hektar hutan Indonesia telah dibabat, baik untuk bahan baku Indah Kiat dan RAPP, maupun diubah menjadi kebun kelapa sawit. Pada saat yang sama, Indonesia membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara, tersebar di empat pulau dengan kapasitas total 10 ribu MW. Proyek ini adalah milik PLN dan akan dirampungkan 2009. Belum puas juga, PT ASEAN Aceh Fertilizer yang beberapa tahun belakangan tidak beroperasi, kembali akan digerakkan. Tapi tidak akan menggunakan bahan bakar gas seperti dulu, melainkan batubara.

Selamat berpidato, para petinggi.


Actions

Information

19 responses

22 02 2008
Dedi Susanto, ...

Gimana khabar batubara di Kuansing, ngomong-ngomong bisa digunakan untuk pembangkit listrik juga itu, dari pada listrik mati terus mendingin coba juga jadi penyumbang emisi gas kaca, hutan juga dah gundul. iyo ndak nco master Kunaefi. Sahabatmoe IPR Kuansing Jogja skrg kembali lagi ke jogja. berapa no hpnya nco ko no den 0811769679.

22 02 2008
kunaifi

Selamat kembali ke kota penuh kenangan, Di. Aku iri padamu sobat. Kirim email ke kunaifi@gmail.com ya.

22 02 2008
Rodik

salam dr rodik lub jam buat akang Nefi,kirim foto2nya donk ke fs Prodik gasjar…

26 02 2008
Kunaifi

Apo kabar Dik..
La rindu abang ke Rodik ma. Abek dak ado link ke FS Odik tu?
Masih di Jogja Odik kini?

30 08 2008
Goh KL

Kami minat dengan batu bara anda, Sila hantar harga bagi spect 6000 kcv
Saya tunggu jawapan Bapak
Sekian
Terima Kaseh

Yang benar
Goh
Shanghai PR China

30 08 2008
Anonymous

Hi Goh
Maaf, saya lebih suka tidak terlibat dalam bisnis batu bara. Bagi saya, sumber energi satu ini terlalu banyak keburukannya dibandingkan kebaikannya.

Kun

17 10 2008
nita

cerem deh apalagi sekarang ini kan pauanas bgt ya gak

18 11 2008
syamsir

hallo bang kunaifi…
ada no hp bang farman atau bang ilal gak?

syamsir di pekanbaru asal inuman kuansing,alumni teknik geologi UGM jogjakarta…..mantan anggota IPR jogja.

19 11 2008
kunaifi

Halo juga Syamsir
Aduhh maaf saya tidak punya nomor mereka. Nomor bang parman pernah punya tapi tinggal di Indo.

Gimana kabarnya nih? Moga makin sukses ya.

5 12 2008
syamsir

ok lah bang,emang abang lagi dimana ?moga sukses juga.bukan kah dosen UIN?saya sejak 2003 tinggal di pekanbaru,di jl.limbungan rumbai pesisir,tapi sering juga pulkam ke inuman sambil lewat ke inhu.saya kehilangan jejak bang parman sejak tahun 2002 dan sama bang ial lubuk jambi pernah jumpa tahun 2005 di kantor bupati taluk waktu itu ada perlu kesana.sekarang saya kerja di tambang batubara di kabupaten indragiri hulu dah 2 tahun,dulu sebelumnya melang lang buana di tanah kalimantan(coal mining juga).saya berfikir gimana caranya potensi batubara di kuansing bisa tergarap dengan baik dan hasil untuk kuansing,cukup besar cadangan yang ada terutama daerah kuantan mudik,cerenti karena dulu saya pernah pemetaan batubara dan survey disana dulu tahun 2002.bisa sebenarnya pemda buat PLTU di kuansing sehingga tenaga listrik tidak mati2 terus seperti sekarang.

semoga sukses bang

syamsir (Geologist,angkatan 1997 UGM Jogja )
HP : 081371098170,email :syam_cahriau@yahoo.com

8 12 2008
kunaifi

Saya sekarang jadi mahasiswa lagi, Samsyir. Sejak 2003 saya memang mengajar di UIN, dan sejak 2007 sekolah lagi. Nanti insya Allah kita ketemu di Pekanbaru. Saya insya Allah pulang akhir Juli 2009. Beberapa kali pernah jumpa bang Parman, termasuk ketika membentuk organisasi Alumni Yogya-Kuansing. Tapi kemudian juga tidak ada berita. Bang Alpias sekarang kabarnya di Taluk. Saya akan kirimkan nomor Imbang (keponakannya) via email. Mungkin Imbang punya nomor bang Alpias.

Semoga sukses juga ya..

10 02 2009
agusz

saya setuju dg anda disamping batubara sangat di butuhkan terutama dalm mengatasi krisis listrik didaerah ini. sebenarnya banyak cara untuk memanfaatkan batubara salah satunya liquid coal

30 04 2009
yayan

Ass Wr Wb ,
Hi,Pembaca pkbr semua mudahan sehat wal afiat,
ok menanggapi prokontra soal bisnis btbara ya..pasti ada yg bangkrut..pasti ada yg berhasil,tp namanya batubara sdh panas jgn dekat2 bisnis itu,lebih baik bisnis yg lain aja,mustahil mengharapkan keuntungan banyak tp bahayanya tdk dipikirkan
pengalaman sy juga banyak pahitnya temen2 yg sy modali ternyata tdk ada balas jasanya dan selalu ada kecurangan sesama teman,itulah ritme bisnis btbara jgn mengharapkan
semua tdk ada masalah padahal beribu masalah ok ini hanya sekedar pengalaman saya ,tapi semua harus bera Awal n berakhir kepada ALLAH SWT ,semoga semua bisa menyimak cerita saya.
Wass wr wb

23 05 2009
dimaz.

Kurang setuju, indonesia banyak memiliki ilmuwan termasuk anda,aplikasikan ilmu anda dengan membuat analisis bagaimana mewujudkan tambang yng berwawasan lingkungan godluckg

23 05 2009
Kunaifi

Punya contoh nggak mas tentang tambang yang berwawasan lingkungan? Api dan air sudah kodratnya tidak bisa menyatu.

7 10 2009
Jang Njoto Soseno

If you are Coal of Buyer/Seller, needs Coal Please Contact Me in my Mobile Phone +628158060080 or +628998027036 or +622171256688
Thank u.

30 11 2009
Tsar

pembabatan hutan cuma berkontribusi 10% dari global warming 90% dari emisi gas buang dari pabrik2 negara sok berkuasa, negara2 yg pnya hutan mau2nya djadiin kmbng hitam

6 05 2010
mulyadi cirebon

inilah akhir pendekatan Qiyamat besar di dunia dan apa mungkin kiyamat itu tercipta oleh ulah manusia sendiri sedangkan mereka2 takut Qiyamat besar tiba tapi ko mereka membuat Qiyamat itu datang degan ulah2 mereka sediri degan merusak bumi dan klo bumi hancur apa ada ganti ya dan mau lari kemana kita coba mampuslah kita semua ayo dog kita semua menjaga bumi ini dari kehancuran dan ciptakanlah lingkungan yang sehat asri dan sejuk.

18 08 2010
Heriyanto

Kepada bapak pimpinan PT BATU BARA setempat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: