Jangan ada diskriminasi dalam pendidikan (No discrimination for education)

20 07 2008

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta hampir membuat malu bangsa Indonesia. Pasalnya adalah penolakan UIN terhadap calon mahasiswa tunanetra untuk belajar di universitas milik Departemen Agama tersebut. Padahal Wijaya, sang calon mahasiswa telah lulus Ujian Masuk Bersama (UMB) tahun akademik 2008. Sebagai alumni SMA Negeri 66 Jakarta Selatan, Wijaya juga sudah membuktikan bahwa kekurangan yang dimilikinya bukan hambatan dalam menjalankan pendidikan.

Menurut Detik.com, Wijaya ditolak pihak UIN ketika hendak mendaftar ulang, dengan alas an tunanatra. Uang pendaftaran pun dikembalikan pihak UIN. Betapa pedihnya perasaan anak muda ini. Cacat yang dideritanya ternyata bukan mendatangkan empati, justru membuat dia makin diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Alasan pihak UIN tidak jelas. Padahal sejak tahun 1980-an, universitas ini telah menerima beberapa mahasiswa tunanetra. Bahkan salah satu di antaranya lulus dengan predikat terbaik dari Fakultas Dakwah.

Diskriminasi terhadap penyandang cacat hendaknya tidak terulang di tanah air. Atas alasan apa pun, kebijakan ini tidak dapat dibenarkan. Dalam UUD 45 jelas disebutkan bahwa setiap warga Negara memiliki hak yang sama dalam pendidikan.

Di negara-negara maju, para penyandang cacat justru mendapat perlakukan khusus dalam mendapatkan tempat di lembaga pendidikan dan pekerjaan. Di Australia misalnya, hak penyandang cacat dalam mendapat pendidikan diatur dengan peraturan bernama Disability Discrimination Act. Peraturan ini supaya para penyandang cacat tidak mendapat diskriminasi negative dalam mendapatkan kursi di lembaga pendidikan. Peraturan ini mendorong pengelola lembaga pendidikan untuk memberikan diskriminasi positif dalam bentuk menyediakan fasilitas bagi mahasiswa penyandang cacat.

Foto: massresources.org

Memang tidak dipungkiri bahwa ada program studi-program studi tertentu yang tidak dapat diikuti oleh penyandang cacat. Bukan karena tidak boleh, tapi karena tidak mungkin. Namun demikian dalam membuat keputusan apakah seorang penyandang cacat diterima tau tidak sebagai mahasiswa, peraturan ini mewajibkan universitas untuk tidak membuat keputusan sepihak. Komunikasi dengan calon mahasiswa mesti dilakukan untuk menguji apakah penilaian universitas rasional dan dapat diterima oleh calon mahasiswa. Begitu pula dengan kurikulum, materi pelajaran, dan ujian, mesti sesuai dan dapat diakses oleh mahasiswa penyandang cacat.

Untung universitas Islam ini kemudian insyaf. Setelah berita ini merebak di berbagai media nasional, Wijaya dipersilahkan mendaftar ulang kembali. Alasan miskomunikasi pun dikedepankan.


Actions

Information

3 responses

24 07 2008
Dayat

Saya setuju sekali dengan apa yang saudara katakan. Dalam memajukan dunia pendidikan, kita tidak boleh melakukan deskriminasi dalam memilih siapa yang berhak masuk atau siapa yang tidak berhak masuk ke perguruan tinggi. Kalau saya lihat, orang yang memiliki kekurangan “maaf” seperti orang yang cacat dari fisik, tidak kalah hebat kok dibandingkan dengan orang yang sempurna secara fisik. Coba kita saksikan bersama di media cetak, media elektronik, banyak dari kaum2 seperti mereka yang menoreh prestasi dan memberikan kebanggaan kepada negara Indonesia ini. Bagaimana dengan kita yang sempurna secara fisik?..jadi dalam respon kali ini, saya tidak setuju dengan adanya diskriminasi pendidikan…:)

28 07 2008
Iswadi HR

Sebelumnya orang miskin dilarang kuliah eh sekarang orang memiliki “kelainan” juga.

10 01 2010
joko

sepakat…NO discrimination for education…!!!!! tapi faktanya perguruan-perguruan tinggi yang ada di INdonesia banyak yang melakukan diskriminasi baik disadari ataupun tidak. contoh; berapa banyak universitas yang memiliki fasilitas lift atau tangga eskalator untuk penyandang tunadaksa??? apakah ini bukan bentuk dari diskriminasi????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: