Layanan Keamanan (Security Services)

2 09 2008

Hari ini saya mendapat pengalaman yang cukup mencengangkan tentang pelayanan pemerintah dalam menjaga keamanan masyarakat. Begini ceritanya:

Di depan rumah saya ada sebuah kotak surat, dibuat dari batu-bata. Sejak saya tinggal di rumah ini bersama keluarga, kami sering menemukan surat milik orang lain di kotak surat kami. Jumlahnya pun tidak sedikit. Ada sekitar sepuluh nama berbeda (tidak satu pun saya kenal) yang menggunakan kotak surat kami untuk menerima surat. Dari nama-namanya saya tahu bahwa mereka berasal dari Afrika dan China.

Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing. Saya pikir, biarlah mereka gunakan kotak surat saya. Tidak ada ruginya buat saya. Tapi kemudian bermasalah juga. Beberapa kali kami menemukan surat-surat untuk kami yang berasal dari bank, dalam keadaan terbuka. Padalah pada saat itu kami menunggu surat dari bank yang isinya adalah kartu ATM beserta kode pin-nya. Tentu tidak aman menerima surat sepenting itu jika banyak orang lain punya akses ke kotak surat kami.

Kami pun minta pendapat pemilik rumah. Dia menyarankan supaya semua surat yang tidak dikenal dimasukkan ke kotak pos. Maka kantor pos akan mengembalikan surat itu kepada pengirimnya. Dan pengirimnya tidak lagi akan menggunakan alamat kami untuk orang tersebut.

Mungkin ada yang tidak happy dengan sikap kami. Pada suatu tengah malam saya mendengar bunyi benda berat jatuh di depan rumah diiringi suara mobil menjauh. Karena sangat mengantuk, saya tidak memeriksa. Esok pagi, istri dan anak saya menemukan kotak surat kami sudah hancur. Puing-puingnya berserakan di tanah.

Kotak Pos setelah dirapikan kembali

Beberapa hari kemudian, ketika pemilik rumah datang memotong rumput, kepadanya saya ceritakan peristiwa itu. Dia merasa sangat terganggu dan berjanji akan menelepon Kantor Keamanan Masyarakat (Community Safety & Security – CSS).

Nah, yang membuat saya tercengang adalah respon dari pihak CSS. Tidak sampai dua jam kemudian mereka datang ke rumah saya, melakukan pemeriksaan kotak surat kami. Mereka bekerja ibarat intelijen yang mengumpulkan data-data kejahatan maha penting. Saya berpikir, “ini kan cuma kotak surat, sepenting itukah?” Tapi begitulah cara mereka memberi rasa aman pada masyarakat. Sebelum pergi mereka meninggalkan kartu nama yang saya scan buat pembaca.

Tampak depan

Tampak belakang

Pada kartu nama di atas tertera informasi bahwa petugas CSS (ditunjukkan kode personel) telah mengunjungi rumah kami sebagai follow-up mereka atas laporan via telepon telepon bapak kost saya. Di sana juga tertera nomor telepon CSS yang siap sedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu jika masyarakat membutuhkan bantuan mereka.

Beberapa pengaduan yang mereka layani antara lain: ganguan kebisingan (misalnya tetangga suka ribut di malam hari), graffiti (ada orang idiot mencoret-coret fasilitas umum), alarm keamanan/api di rumah berbunyi, dll.

Petugas CSS (Foto:City of Melville)

Apa sebenarnya CSS ini? Mereka tidak lebih adalah apa yang dikenal di Indonesia sebagai Satpam. Mereka bekerja untuk pemerintah setingkat kecamatan (di sini namanya City atau County atau Shire. Sebagai contoh, karena saya tinggal di City of Melville, petugas CSS yang datang tersebut adalah petugas dari CSS City of Melville. Jika anda tertarik lebih jauh dengan peran mereka, silahkan buka http://www.melvillecity.com.au/community/comm-security-service.

Pengalaman ini menimbulkan pertanyaan dan harapan, semoga pemerintah di negara saya, suatu saat nanti, juga mampu memberikan pelayanan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakatnya, seperti ini. Amin.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: