BEM (Guild of Students)

2 12 2008

Di universitas Australia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diberi nama Student Guild (SG). Sebagaimana BEM di Indonesia, SG juga dipimpin seorang Presiden yang dipilih secara demokratis oleh mahasiswa. Presiden lalu memilih kabinetnya. Susunan kabinet ini biasanya sudah diumumkan calon presiden saat kampanye. Sehingga mahasiswa tidak “memilih kucing dalam karung.”

SG ini memiliki kewenangan yang luas. Mereka melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri. Berbeda dengan BEM di tempat saya kuliah di Jogja dulu. Di Jogja, kami tidak bebas mengelola uang. Kami baru bisa ambil uang jika ada proposal kegiatan. Proposal baru disetujui jika ada dalam anggaran. SG tidak begitu, setiap awal tahun semua uang diserahkan ke mereka. Lalu mereka mengelola sendiri sampai uang tahun depan cair kembali. Untuk keperluan itu, SG mempunayi rekening bank sendiri.

SG juga punya pengaruh kuat dalam menentukan kebijakan universitas, karena mereka punya dua orang wakil di Senat Universitas. Mereka juga punya wakil di lembaga-lambaga bisnis yang didirikan universitas. Sebagai hasilnya, kebanyakan SG punya dana besar. Dengan dana besar, SG bisa berbuat banyak. Di tempat saya, beberapa kegiatan SG misalnya: memberikan beasiswa studi untuk mahasiswa kurang mampu, bantuan buku, menerbitkan majalah yang dicetak di kertas berwarna (pasti mahal), dan mereka punya kantor yang luas sehingga setip pengurus memiliki ruangan sendiri lengkap dengan telepon, internet, komputer. Bahkan mereka punya pegawai administrasi yang mereka gaji dan perlengkapan kantor seperti layaknya pegawai negara. Mereka juga bisa mengadakan acara di neraga-negara lain, punya kolam renang, gym dan fasilitas olahraga buat disewakan, punya beberapa cafe dan restoran, dll.

Lalu berapa uang yang mereka kelola? Tergantung dari jumlah mahasiswa. Pemerintah Australia menetapkan $250 per mahasiswa per tahun (sekitar 2.5 % dari SPP mahasiswa). Di universitas saya ada 16 ribu mahasiswa, jadi Guild mendapat dana $4 juta pertahun (sekitar Rp. 30 Milyar per tahun dengan kurs AU$ 1 = Rp. 7500). Sebuah angka yang amat besar jika dibandingkan dengan dana BEM di universitas Indonesia. Jumlah itu pun masih mungkin bertambah dari keuntungan bisnis-bisnis yang dikelola SG.

Mengapa bisa sebesar itu? Alasannya sederhana. Di Australia, universitas adalah salah satu jenis industri, dan mahasiswa adalah customer yang harus dibuat puas dan dilayani oleh setiap sumberdaya yang ada di universitas. Untuk itu, mahasiswa membayar SPP dalam jumlah yang tidak sedikit.

Mari berandai-andai. Jika universitas di Indonesia menggunakan pola sepereti di Australia, maka BEM akan punya uang besar. Jika 2.5% dari SPP mahasiswa dikembalikan ke BEM, maka universitas sekelas UIN Suska Riau dengan sekitar 10 ribu mahasiswa membayar SPP sekitar Rp. 1.2 juta setahun, maka BEM mengelola uang sebesar Rp. 300 juta setahun. Jumlah yang cukup untuk berbuat banyak.

Yang unik, walaupun SG punya uang besar, tapi proses pemilihan Presiden dan pengurus SG tidak sepelik dan sepanas pemilihan BEM. Dalam kampanye, mereka cuma menggelar spanduk dan brosur-brosur berisi program kerja mereka. Pemilihan juga dilakukan secara online. Sementara di Indonesia proses pemilihan BEM tidak jarang diwarnai aksi lempar kursi, kampanye hitam, tawuran, dsb, walaupun tentu banyak juga yang berjalan mulus.

Namun demikian, bukan berarti memberi uang yang terlalu besar pada BEM selalu berdampak positif. Hal-hal negatif antara lain: mengurangi kesempatan BEM untuk belajar survive di tengah segala keterbatasan, membuka peluang korupsi di kalangan mahasiswa yang tidak bertanggungjawab, dll. Khusus UIN Suska yang masih mengap-mengap keuangannya, BEM di sana sepertinya mesti bersabar jika dana mereka selalu minus.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s




%d bloggers like this: