Tertangkap

22 01 2009

Yang tertangkap bukan saya, melainkan sebuah paket yang dikirim untuk saya. Kisah ini bercerita tentang pengalaman saya menerima kiriman dari sepupu saya Indonesia, supaya hal ini tidak terjadi pada anda. Kiriman tersebut berisi data-data thesis saya. Sebelum dikirim saya tidak lupa pesan, “tolong masukkan lima bungkus Class Mild.” Class Mild adalah rokok kesukaan yang sudah lama sekali tidak saya nikmati. Sepupu saya ini orangnya baik, dia tidak mengirimkan saya 5 bungkus Class Mild, tapi satu slope berisi 10 bungkus.

Namun, setelah menunggu 7 hari kiriman belum datang juga. Padahal dengan Kiriman Tercatat mestinya 4 hari sudah tiba. Saya lalu berkunjung ke website Pos Indonesia dan melakukan Track and Trace kiriman. Saya kagum dengan website Pos Indonesia yang mampu menampilkan hasil pencarian saya kurang dari 1 menit. Hasilnya adalah seperti gambar di bawah.

186

Foto: Pos Indonesia

Saya terkejut melihat status terakhir kiriman saya berbunyi “ditahan bea cukai.” Yang saya bayangkan seketika adalah denda yang besar atau orang imigrasi datang ke rumah melakukan interogasi. Apa gerangan penyebab kiriman saya ditahan? Jumlah rokok yang ada di sana kurang tidak melebihi jumlah maksimal yang diizinkan (270 batang). Di sana memang ada CD, tapi isinya cuma data-data. Lalu apa?

Pada hari ke-8, saya mendapat surat dari Australia Post. Isinya memberitahukan bahwa kiriman saya ditahan Bea Cukai Perth. Ada lampiran surat dari Bea Cukai berisi tagihan. Jumlahnya lumayan, AU$ 60 (sekitar Rp 420 ribu dengan Kurs AU$ 1 = Rp. 7.000). Alasan penahanan kiriman saya adalah karena ada rokok. Terdapat lampiran peraturan Bea Cukai.

Rupanya peraturan memasukkan rokok ke Aussie berbeda antara dibawa sendiri dan dikirim via pos. Jika dibawa sendiri, tidak ada masalah jika jumlahnya kurang dari 270 batang. Jika dikirim vis pos, berapapun jumlahnya, dianggap sebagai barang impor, sehingga dikenai biaya import dan pajak. Itulah yang mesti saya bayar. Jadi rokok saya kini berharga 6 dolar sebungkus. Lumayan, lebih murah dari harga rokok Aussie. Dan masih untung sebab rokok Aussie rasanya payah. Tentu rugi dari segi kesehatan heheheh.

Dulu, kasus seperti ini bisa diurus supaya tidak jadi membayar. Ada peraturan yang namanya Gift Concession. Logikanya begini. Penerima kan mungkin saja mendapat kiriman yang tidak dimintanya. Lagipula, sepanjang untuk konsumsi sendiri bukan untuk dijual lagi, mengapa mesti bayar? Gift Concession bisa menggratiskan untuk kiriman seharga maksimal AU$ 1000. Tapi, sejak 1 Oktober 2008, Gift Concession dihapuskan. Alasannya, peraturan tersebut tidak sesuai dengan peraturan Bea Cukai yang lebih tinggi.

Saya pun membaca informasi cara mengeluarkan kiriman saya dari ‘tahanan.’ Sederhana. Cuma perlu membayar tagihan, lalu paket akan dikirim ke rumah. Ada tiga cara: (1) via website Bea Cukai menggunakan kartu kredit, (2) via internet banking, (3) dan datang langsung ke kantor Bea Cukai di bandara. Saya akan memilih cara kedua.

Tapi sebelum membayar, saya mau coba sesuatu dulu. Saya kirim email ke Bea Cukai. Isinya adalah protes (pura-pura) atas tagihan yang saya terima. Saya katakan, saya tidak minta dikirimi rokok (sebanyak itu), dan hanya akan digunakan sendiri. Saya sebut juga status saya sebagai mahasiswa, uang $ 60 bagi saya besar.

Sehari setelah email dikirim, saya mendapat jawaban. Salut juga atas respon mereka yang cepat. Padahal mungkin tidak saya sendiri yang bertanya ke mereka di seluruh Aussie. Lagipula pertanyaan saya sudah ada jawabanny di website mereka. Jawaban mereka adalah: “Hi Kunaifi, thank you for your enquiry. The gift concession on postal items was revoked on the 1st of October 2008. The only way to receive your parcel will be to pay the amount on the Customs Invoice. Hope this helps. Sincerely. (nama) Senior Information Officer, Customs Information and Support Centre, Australian Customs Service.

Saya terpaksa buka internet banking dan mengirim $60 ke Bea Cukai hari Jumat dengan harapan hari Senin kiriman sudah tiba.Tapi setelah ditunggu Selasa belum tiba juga. Saya kirim email lagi. Hari Rabu saya sudah merasakan nikmatnya Class Mild.


Actions

Information

8 responses

22 01 2009
Anonymous

Wuih hebat juga tuch. Akhirnya dapet juga tu rokok. Coba kalo bea cuke indonesia,bisa berabe tuch….

18 02 2009
raflis

Kalau Pemprov Riau bisa provesional mengelola daerahnya, barangkali nggak akan kalah dengan australia. Sayang korupsi sudah menjadi hobby, hukum hanya berlaku buat rakyat kecil.

salam kenal dari pekanbaru

Raflis
http://celoteh-senja.blogspot.com/
http://rencanatataruangriau.blogspot.com/

19 12 2009
surya hermawan

Salam kenal Mas, tulisannya bagus senang rasanya melihat dosen di Pekanbaru ada yang seperti Mas. Kebetulan saya juga dosen sekarang lagi S3 di Kiel-Jerman, ambil Coastal Geoscience and Engineering. Selesainya masih lama, nanti kalau sudah kembali ke Pekanbaru saya harap kita dapat diskusi bareng mengenai penelitian dan kancha – kancha nee.. sampun Dab… Sukses dalam Studi dan Karir….

20 12 2009
kunaifi

Terima kasih bang Surya
Sampai ketemu nanti ya

Kun

15 01 2013
hadi

saya salut dengan tindakan bea cukai Australia. Biarpun kelihatan ringan, tapi mereka berpendapat peraturan harus ditegakkan.

10 06 2016
gilang

Kalau rule untuk kirim rokok 10pack ke amerika sama jg ga ya mas?
Mau donk link beacukai. Tadinya saya mau kirim ke NY lwt EMS tapi ragu soalnya Google blm dapet pencerahan. Drpd bring gift kado lainnya malah tertahan…

12 07 2016
kunaifi

Ke amerika saya belum tahu aturannya mas Gilang

29 09 2016
indonetshop

postungan lama juga ya sekitar 2009.. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: