Libatkan masyarakat…..

25 02 2009

Ikuti dialog sederhana berikut:

Burung Bangau: Sebenarnya pembangunan untuk siapa?

Kerbau: Jelas untuk masyarakat.

Burung Bangau: Mengapa masyarakat sering tidak dilibatkan dalam pembangunan?

Kerbau: Contohnya?

Burung Bangau: Sekarang akan dibangun pelabuhan di kota A, padahal di sana kan lautnya dangkal, bagaimana kapal bisa masuk?

Kerbau: Orang di atas itu pintar-pintar, ikut saja.

Burung Bangau: Dasar kerbau…

Baru-baru ini saya membaca sebuah koran lokal di Australia. Perhatian saya tertuju pada sebuah iklan yang menarik (lihat gambar). Menarik bukan karena dekorasinya, tapi karena isinya.

207

Isi iklan tersebut antara lain:

– Pemberitahuan Bappeda Western Australia kepada masyarakat bahwa pemerintah punya rencana melakukan perubahan tata guna tanah di beberapa kawasan.

– Pemerintah mengundang masyarakat untuk menyampaikan komentar atas rencana tersebut baik berbentuk dukungan, keberatan atau usulan-usulan.

Iklan tersebut menarik karena terlihat bagaimana pemerintah memperlakukan masyarakat bukan cuma sebagai objek yang hanya bisa menurut pada rencana pemerintah. Tapi lebih dari itu, masyarakat adalah pihak yang akan dikenai dampak (baik/buruk) dari rencana tersebut. Maka masyarakat perlu didengarkan suaranya.

Saya belum pernah membaca Bappeda di kampung saya menerbitkan iklan seperti ini. Di kampung anda ada???

Ini bukan pengalaman pertama. Ada satu lagi pengalaman mirip.

Anak saya sekolah di play group (child care centre) universitas Murdoch, Australia Barat. Universitas berencana membuat sebuah gedung baru di sisi gedung play group. Sekitar 6 bulan sebelum proyek dikerjakan, pihak universitas sudah melakukan rapat-rapat intensif dengan pihak play group, untuk mendengarkan pendapat pihak play group.

Dalam logika kampung saya, pihak universitas tidak wajib melakukan konsultasi dengan pihak play group. Ada beberapa alasan. Pertama, gedung yang akan dibangun tidak menganggu lokasi gedung play group. Kedua, tanah tempat gedung baru akan dibangun adalah milik universitas, jadi universitas punya wewenang penuh untuk berbuat apa saja di tanah mereka. Ketiga, play group hanyalah bagian kecil dari sturktur universitas yang besar, jadi bisa saja dianggap kurang penting. Tapi itu logika kampung saya.

Nyatanya, pembangunan gedung baru sempat hampir dibatalkan karena ada beberap keberatan pihak play group yang hampir tidak bisa dijawab pihak universitas. Beberapa keberatan itu, dalam logika kampung saya, sangat tidak penting dan mengada-ada, antara lain: Pertama, dengan adanya gedung tersebut, anak-anak di play group tidak punya pemandangan luas seperti biasa, karena akan tertutup oleh gedung baru. Kedua, debu saat pengerjaan proyek bisa mengganggu kesehatan anak-anak di play group. Ketiga, suara bising saat proyek dikerjakan dapat mengganggu anak- anak yang tidur siang. Keempat, karena gedung baru direncanakan berlantai dua, dikhawatirkan nanti akan ada orang yang mengamati kegiatan anak-anak di play group dari lantai dua gedung tersebut. Kelima, anak-anak sudah terbiasa masuk sekolah lewat jalan samping play group, dengan adanya proyek di sana jalan tersebut akan ditutup sehingga akan menyulitkan orang tua anak-anak mencari tempat parkir mobil baru. Dan banyak lagi keberatan tidak penting (dalam logika kampung saya ) lainnya.

Tapi, keberatan-kebaratan itu hampir membuat proyek dibatalkan universitas.

Adakah pihak yang mengaku sebagai pelayan masyarakay di kampung anda mendengar suara anda seperti ini?

Jika tidak, anda memang cuma objek dari pembangunan. Sama dengan saya.


Actions

Information

2 responses

2 03 2009
Iswadi HR

Saya pernah nonton film tentang hal yang hamir mirip dengan iklan tsb. Rencana pemerintah mau membuka tambang (kalo gak salah semacam tambang batu bara). Sebelum tambang tersebut dibuka, pengadilan setempat memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk memberikan suara jika ada keberatan dan keluhan. Diakhir cerita film tersebut, tambang tak jadi dibuka karena banyak dampaknya bagi pemukiman sekitar…Jangan tanyakan di negeri ini apakah sudah seperti itu di dalam film tersebut atau seperti yang bung kun posting. Untuk soal yang azazi pun pihak berwenang tak melibatkan masyarakatnya. Mungkin karen masyarakat sudah diwakilkan kepada ALEG kali yach???

13 11 2009
Micah

This is a great post.. Very informative… I can see that you put a lot of hard work on your every post that’s why I think I’d come here more often. Keep it up! By the way, you can also drop by my blogs. They’re about Vegetable Gardening and Composting. I’m sure you’d find my blogs helpful too.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: