Menara Bank Riau Hemat Energi?

7 08 2010

Menarik sekali berita Riau Pos (20/7) tentang acara ground breaking Menara Dang Merdu Bank Riau. “Proyek prestisius” gedung seluas lebih 20 ribu meter persegi di lokasi Balai Dang Merdu adalah bukti supremasi BUMD Riau di sektor perbankan. Menurut Dirut Bank Riau, Ir. Erzon, MM., desain menara “melibatkan tiga unsur, yakni kemelayuan, Islam dan struktur modern yang dinamis.” Sungguh membanggakan.

Namun satu hal penting tidak disinggung-singgung, yaitu aspek hemat energi (khususnya listrik) yang mestinya menjadi unsur keempat dari menara 15 lantai tersebut. Artikel ini bermaksud mengajak pihak-pihak yang membangun gedung besar untuk mempertimbangkan “energy efficient building” demi masa depan yang lebih baik, diawali Bank Riau, semoga.

Mengapa Gedung Hemat Energi?

Di tengah krisis energi global ini, di mana suplai energi makin langka dan mahal, membangun gedung besar berarti menambah konsumsi energi dalam jumlah besar pula. ‘Kue’ energi yang terbatas tersebut perlu dibagi secara bijak antara lain dengan menerapkan prinsip gedung hemat energi.

Gedung hemat energi adalah gedung yang menggunakan lebih sedikit energi tanpa mengurangi kualitas layanan energi. Menurut International Energy Agency (2007), sekitar 45% energi primer di Indonesia dikonsumsi oleh bangunan, sehingga sektor bangunan bertanggung jawab terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dalam proporsi siginifikan. Melalui implementasi hemat energi (pada desain dan operasional bangunan), pengelola bangunan akan meraih keuntungan finansial besar, ikut membantu mengurangi emisi GRK, dan terlibat aktif menjaga suplai listrik di Propinsi Riau.

Banyak contoh sukses gerakan hemat listrik. Di California misalnya, kompleks Capitol East End menghemat hingga Rp. 300 juta per bulan melalui program efisiensi energi. Begitu juga sebuah rumah sakit di Jakarta, awalnya membayar sekitar Rp. 320 juta tagihan listrik per bulan, berkurang sekitar Rp. 60 juta per bulan setelah menerapkan program hemat energi.

(Foto: http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/COnstruction%20Update/bank_riau_design.jpg)

Contoh lain, sebagai ilustrasi, gedung Asian Development Bank (ADB) di Manila yang luasnya 6,5 kali calon Menara Bank Riau menghemat tagihan listrik US$ 730 ribu pada 1999 setelah menerapkan program hemat energi. Artinya, dengan asumsi pola konsumsi listrik sama, Menara Bank Riau dapat menghindari tagihan listrik sekitar Rp. 1 Milyar per tahun jika memiliki program hemat energi di gedung barunya. Secara umum, menurut textbook, program hemat energi yang terencana dan konsisten potensial menghemat antara 20-70% konsumsi energi di gedung.

Dari aspek lingkungan hidup, menghemat energi berarti mengurangi pembakaran bahan bakar fossil sehingga mengurangi emisi GRK penyebab pemanasan global. Mengikuti contoh di atas, gedung ADB dan rumah sakit tersebut berhasil menghilangkan emisi gas rumah kaca 18 ribu ton dan 1.600 ton per tahun dibanding sebelumnya. Ini merupakan potensi income dollar tunai bagi Bank Riau melalui skema clean development mechanism (CDM). Rumah sakit di Jakarta tersebut meraih lebih Rp. 100 juta per tahun melalui skema CER-CDM.

Saran untuk Bank Riau

Empat faktor yang menentukan tagihan listrik di suatu gedung adalah: desain dan konstruksi gedung, peralatan yang digunakan, perilaku pengguna gedung, dan bauran suplai listrik. Karena desain gedung sudah selesai, maka Bank Riau masih memiliki peluang memperhatikan faktor kedua hingga keempat.

Pertama, menggunakan peralatan listrik efisiensi tinggi. Sebagai contoh, sistem pencahayaan yang mengkonsumsi sekitar 20 persen listrik di gedung perkantoran dapat dibuat efisien melalui pemilihan dan tata letak lampu yang optimal, diikuti pilihan warna interior yang sesuai. Begitu juga, sistem pengkondisi udara (AC) yang biasanya mendominasi konsumsi listrik di gedung perkantoran, perlu diseuaikan dengan karakteristik gedung sehingga lebih hemat energi. Hal sama dapat diterapkan pada motor-motor listrik (pada eskalator dan lift), dan peralatan listrik lainnya seperti komputer.

Kedua, betapapun efisien-nya peralatan listrik digunakan, tidak akan banyak bermanfaat tanpa diikuti oleh perilaku hemat energi pengguna gedung, misalnya pesawat televisi menyala tanpa ditonton, atau ruangan kosong dengan AC dan lampu menyala, dan sebagainya. Hal ini memerlukan kesadaran pengguna gedung, atau dibantu dengan occupancy control untuk mematikan dan menyalakan peralatan secara otomatis saat ruangan ditinggalkan dan ditempati kembali. PerMen ESDM 31/ 2005 misalnya, menyarankan suhu ruangan diatur 25o Celsius, AC dan eskalator tidak dinyalakan sebelum jam kerja dimulai dan dimatikan 1 jam sebelum jam kerja berakhir.

Kedua strategi tersebut dilaksanakan melalui Program Managemen Energi (PME) yang kini populer, yaitu suatu gerakan hemat energi berkesinambungan pada gedung. Karena PME melibatkan proses yang kompleks, biasanya dipilih seorang Manager Energi yang bertanggungjawab atas pelaksanaan PME langsung kepada pimpinan puncak.

Saran untuk Pemerintah

Selaku daerah kaya SDA yang sudah berpengalaman mengelola energi, pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota di Riau hendaknya juga menjadi pioneer gerakan hemat energi sebagai wujud kesadaran bahwa minyak bumi Riau sudah hampir kering. Selain menerapkan PME di instansi masing-masing, yang dapat dilakukan pemerintah melalui dinas-dinas terkait adalah mulai merancang kebijakan hemat energi yang mengikat semua pihak. Sudah banyak contoh-contoh sukses di berbagai negara. Amerika Serikat misalnya, memiliki program Energy Star, yang mewajibkan setiap peralatan listrik diberi stiker berbintang menunjukkan level konsumsi energi peralatan; makin banyak bintang makin hemat energi. Sedangkan di Australia, salah satu kebijakan pemerintah memberikan subsidi pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mengurangi ketergantungan kepada bahan bakar fosil.

Kesimpulan

Artikel pendek ini hanya memuat secuil informasi tentang bangunan hemat energi dan PME. Prinsip PME adalah bahwa hemat energi bukan berarti mengorbankan kenyamanan. Budaya hemat energi perlu diterapkan sejak kini, dipelopori oleh pemerintah dan dunia bisnis serta diikuti secara massal oleh masyarakat. Dengan gaya hidup boros energi seperti sekarang, minyak bumi, batu bara, dan gas alam dalam waktu dekat akan habis. Mari kita perlambat dengan pola hidup bijak energi sambil menghemat biaya, meraih dollar, dan membatu melestarikan lingkungan hidup.

Tahniah untuk Bank Riau!

Kunaifi, PgDipEnSt., M.Sc.

Dosen Energi di Fak. Sains dan Teknologi

UIN Suska Riau

kunaifi@gmail.com


Actions

Information

7 responses

1 10 2010
nover

Menarik sekali artikelnya pak..
Mudah-mudahan aja pihak2 yang akan menggunakan gedung ini nantinya juga membaca artikel bapak ini..Sukses terus pak..

22 10 2010
riris

ARTICMASTER beroperasi tanpa listrik, tanpa bahan kimia, tanpa moving parts dan dapat menurunkan penggunaan listrik dari 20% hingga dengan 35% pada unit yang telah dipasang, dan tidak dipasang di sirkuit listrik melainkan di liquid line sirkulasi Freon, serta didesign untuk umur teknis lebih dari 20 Tahun dengan garansi penuh selama 3 tahun.

Pemasangan ARTICMASTER akan meningkatkan sistem HVAC / AC atau Chillers di perusahaan anda beroperasi lebih efesien.
Pada prinsipnya karakter dan fungsi ARTICMASTER dapat dijelaskan sebagai berikut:

– Alat pasif pendukung kondensor dengan dinamis mengoptimalkan tingkat pendinginan
– Mengurangi Head Pressure aliran Refrigerant di Kompresor
– Menurunkan pemakaian (Ampere) Listrik
– Mampu mengalirkan lebih dingin Refrigerant dan lebih cepat, sehingga kompresor beroperasi lebih hemat (kompresor mati lebih cepat).
– Menghemat pada kisaran 20% atau lebih listrik (pemasangan sesuai spesifikasi teknis).
– Memperpanjang umur teknis Kompresor sampai 25% dari umur normal
– Mengurangi kemungkinan terjadinya Icing di Evaporator Coil
– Tidak memiliki komponen bergerak didalamnya, sehingga kehandalan sangat tinggi. Atomisasi
– Menaikkan Efisiensi flow aliran Refrigerant

ARTICMASTER, selain telah dipakai secara luas di USA , antara lain oleh : Lockheed Martin, NASA, Sprint, Switch & Data, Kerman Unified, Carl’s Jr, di Abu Dhabi oleh Masdar for Airport Abu Dhabi UEA, serta di India oleh Tata Hyderabad dan Reliance. Di Indonesia kami telah melakukan Pilot Installation pada Unit AC 10 PK, 12,5 PK dan 2 PK, di Pusat Perbelanjaan, Rumah Sakit, Apartemen, Pabrik di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Cirebon, serta Semarang, dengan hasil cukup memuaskan.

29 11 2010
sari

nice post
please visit this
repository unand
thanks….

1 04 2012
julianadya

Menarik..!! kemarin saya ada tugas kuLiah utk Survey Lapangan,, dan dapat Lokasi di pembangunan Menara Bank Riau.. sempat naik sampai Lantai atas..
Krn saya kuLiah dijurusan Arsitektur,,saya jg sedikit banyaknya tau mengenai bangunan hemat energi..Hemat energi brkaitan erat dgn Ramah Lingkungan,,Green Design,,EcoLogicaL,,BiocLimatic,,ataupun SustainabLe Design..
Benar yg bapak biLang,,bangunan Menara Bank Riau ini SANGAT tidak hemat energi..kenapa..?? Ini pandangan saya sbg mahasiswa..
1.Penggunaan materiaL kaca pada seLuruh facade bangunan,,sehingga mau ga mau,, memaksa si empunya bangunan utk menggunakan air conditioner,,waLopun nantinya akan mnggunakan AC Hemat energi,, tp itu tidak akan menutupi pemborosan yg dLakukan.
2.Penggunaan materiaL kaca adaLah haL yg saLah jika d apLikasikan d Indonesia,,trLebih Lagi Pekanbaru yg panas Luar biasa.. kami mahasiswa mnyebut gedung seperti ini sebagai “ice tea buiLding (bangunan teh es)”, krn apa..?? ddaLam gedung terasa sangat dingin,,namun efek yg dtimbuLkan dLingkungan Luarnya adaLah hawa panas yg dikeLuarkan oLeh gedung,,sehingga Lingkungan dsekitar gedung akan Lbh panas dari biasanya.

Mungkin aLangkah Lebih baiknya bangunan ini TIDAK d design sprti ini..Bukannya Bangunan ini tdk cantik,,hanya saja tidak ramah Lingkungan..
Sedikit koreksi dari saya (caLon Arsitek,,Hehe..Doa kan saya krn sedang Tugas Akhir.. semoga LuLus..Amiin.. :p ):
1.Penggunaan SunShading pada facade bangunan yg menghadap arah barat,,kenapa?? krn pada siang hari area ini akan trkena sinar dan panas matahari yg Lebih besar dr pd dpagi hari.. kemudian pada area ini difungsikan sebagai area service,,seperti gudang,,toiLet,,Lift,,Tangga,,dLL.. Penggunaan Sun shading manfaatnya cukup besar.. Ruangan tetap mndapatkan sinar matahari namun panas yg ditimbuLkan hanya sedikit (ini pngapLikasian BiocLimatic Design).
2.Pada area bangunan dsebeLah timur,,diberikan bukaan yg Lebar dan dibuat seperti seLasar yg Lebar kemudian ditanam pohon pohon yg dpt mnjadi buffer panas dan debu..
3.Usahakan TIDAK menggunakan materiaL kaca pada seLuruh bangunan,,krn efek didaLam ruangan akan mnjadi panas Luar biasa,,shg menekan efek penggunaan Listrik secara brLeih..
Mungkin itu koreksi dr saya,,sebenarnya masih byk Lg yg Lain,,Lain waktu kita sharing Lg..
Trimakasih… :’)

1 04 2012
kunaifi

Salam Julianadya.
Ulasannya sangat menarik dan menunjukkan bahwa penulisnya adalah mahasiswa yang pintar.
Salam kenal
Kun

27 09 2013
kta dbs

luar biasa pengetahuan yang saya dapat di blog bapak…artikel tentang menara bank Riau yang hemat energi semoga bisa di aplikasikan di seluruh gedung-gedung di Indonesia…sangat cerdas dan sinergi dengan alam..mantap, maju terus

26 03 2014
Istanamurah

memang pemerintahan memang memiliki peran penting dalam mengembangkan dan menjalankan budaya hemat energi, ya semoga pemerintahan yang baru 2014 bisa membawa kesana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: