Saatnya Riau Kelola Blok Siak (It’s Time for Riau to Operate Siak Block)

28 03 2011

Artikel ini diterbitkan Riau Pos 28 Maret 2011.

 

Selama delapan tahun terakhir satu-per-satu ladang minyak Riau yang dikelola perusahaan asing dilepas kepada pemerintah daerah setelah kontraknya berakhir. Pada 2002, CPP Block berpindah tangan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada konsorsium PT. Pertamina dan BUMD Kab. Siak PT. Bumi Siak Pusako (BSP). Setelah itu Blok Langgak (Mountain Front Kuantan, MFK) yang awalnya juga dikelola CPI, sejak 2010 dikuasai penuh BUMD Pemprov Riau PT. Sarana Pembangunan Riau (SPR). Dalam dua tahun ke depan, dua ladang minyak lagi akan habis kontrak, yaitu South and Central Sumatera Block (Medco E&P Indonesia) dan Siak Block (CPI). Artikel ini membahas potensi ekonomi di Siak Block dan strategi Riau untuk melanjutkan pengelolaan setelah kontrak CPI berakhir 2013.

Sekilas Siak Block

Ladang minyak Siak Block terhampar pada empat kabupaten yaitu Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Bengkalis. Eksploitasi Siak Block dimulai CPI pada 1963, dan sejak 1991 kontrak CPI diperbaharui dengan sistem bagi hasil. Berdasar kontrak baru, penguasaan CPI di Siak Blok akan berakhir pada 27 November 2013 nanti.

Siak Block terdiri dari dua lapangan utama, yaitu Lindai Field dan sebagian Batang Field. Produksi Lindai Field sekitar 1.300 barrel of oil per day (bopd) dengan peluang peningkatan melalui penambahan sumur sisipan dan aplikasi teknologi waterflood. Sedangkan Batang Field yang 65% dalam konsesi Siak Block, memproduksi sekitar 1.200 bopd minyak kental/berat, dan dapat ditingkatkan dengan teknologi pemanasan minyak di dalam reservoir, penambahan jumlah sumur, dan merapatkan spacing (jarak pengurasan antar sumur).

Jika dirata-ratakan, produksi Siak Block sekitar 2 ribu bopd. Dibanding Blok Langgak dengan produksi sekitar 600 bopd, Siak Block adalah ladang tua yang masih menawan di mata investor.

Potensi Pendapatan dari Siak Block

Walaupun produksinya tidak besar, Siak Block tetap menjanjikan pendapatan bagus untuk Riau. Dengan asumsi produksi rata-rata 2.000 bopd, maka merujuk metode penghitungan Rafiq Imtihan (2010), Riau berpeluang meraih keuntungan sekitar US$ 4,06 juta dari Siak Block atau sekitar Rp. 37,5 Miliar per tahun dengan asumsi US$ 1=Rp. 9.250. Dasar perhitungan dan asumsi yang digunakan adalah: harga Sumatra Light Crude (SLC) yang dihasilkan Siak Block sama dengan harga rata-rata SLC enam tahun terakhir (2005-2010) yaitu US$ 77,3 per barrel, biaya pokok produksi (BPP) diasumsikan US$ 15 per barrel, bagi hasil 85 % untuk pemerintah pusat dan 15 % untuk kontraktor, dan corporate and deviden tax sebesar 40,5 %. Melihat trend harga minyak yang terus naik dan masih terbukanya peluang meningkatkan produksi, keuntungan berpotensi naik di masa depan.

Berdasar pemberitaan media, terdapat beberapa pihak yang berminat mengelola Siak Block. Pemerintah daerah, melalui BUMD Pemrov Riau PT. SPR dan BUMD Pemkab Siak PT. BSP, telah menyatakan minat (Antara 2010). Selain itu, CPI juga bermaksud memperpanjang kontraknya di Siak Block, disusul Bakrie Group dan Medco International yang menyatakan minat sama.

Siapa Sebaiknya Mengelola Siak Block?

Menurut BP Migas, pemerintah akan memberi prioritas pada BUMD untuk mengelola Siak Block (Antara 2010). Belajar dari keberhasilan pengelolaan dua blok terdahulu, maka pengelolaan Siak Block oleh daerah harus diperjuangkan mengingat Riau memerlukan dana besar untuk merealisasikan target pembangunan. Pertanyaan selanjutnya adalah BUMD mana yang paling cocok di antara berbagai BUMD yang ada? Jawaban final tentu tergantung hasil tender dan kesepakatan Pemprov Riau dan Pemkab-Pemkab di mana Siak Block berada, dengan mengedepankan azas keadilan.

Namun, saya ingin mengajak kita semua untuk mempertimbangkan sebuah BUMD milik Pemrov Riau sebagai pengelola Siak Block masa depan, yaitu PT. Riau Petroleum (PT. RP). Kembali pada sejarah, PT. RP khusus dibentuk untuk mempersiapkan Riau dalam menyikapi berakhirnya kontrak pengelolaan beberapa blok migas yaitu CPP, MFK, Siak & Rokan Block). Namun dalam perjalanannya, PT. RP belum mendapatkan kesempatan menjalankan fungsinya. Berkaca pada pengalaman PT. BSP dan PT. SPR yang awalnya justru dibentuk untuk bisnis non-migas, namun kemudian menjadi contoh kesuksesan daerah mengelola bisnis migas, adalah patut jika PT. RP diberi peluang sama di Siak Block. Hal ini sekaligus membuktikan perlakuan adil pemerintah daerah kepada BUMD-nya sendiri.

Strategi

Pengelolaan migas melibatkan investasi, teknologi, dan profesionalitas. Besaran investasi untuk mengelola Siak Blcok secara mandiri dapat dihitung untuk meyakinkan calon investor bahwa Siak Block akan memberikan keuntungan besar dengan resiko terukur. Jika PT. RP diberi kesempatan, ini bermakna pemerintah daerah selaku pemegang saham utama memberi dukungan finansial. Sedangkan dari aspek teknologi sepertinya tidak ada masalah mendasar. Teknologi yang digunakan saat ini di Siak Block dapat dilanjutkan pada tahun-tahun pertama pengelolaan oleh BUMD. Selanjutnya, dapat diterapkan teknologi baru untuk meningkatkan produksi.

Kesimpulan

Pemerintah Provinsi harus memperkuat perjuangan untuk mengambil tongkat estafet pengelolaan Siak Block dari CPI pada 2013. Berbagai kesepakatan penting perlu dibuat pihak-pihak terkait untuk memuluskan rencana ini. PT. Riau Petroleum, karena fungsi dan sumberdaya yang dimilikinya patut dipertimbangkan dan diberi dukungan penuh sebagai pengelola masa depan Siak Block. Satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa minyak di Siak Block telah diekploitasi puluhan tahun. Kini sisa yang tinggal beberapa “tetes” harus dapat digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat seperti perbaikan pendidikan dan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain.***

Kunaifi, PgDipEnSt., M.Sc.

Peneliti di Energy Research Centre (EnReach)

UIN Suska Riau

kunaifi@gmail.com

NOTE: warna biru diedit redaksi Riau Pos dan tidak dicantumkan.


Actions

Information

12 responses

2 06 2011
farima

Lebih baik lagi konsorsium SPR-RP-BSP

29 07 2012
an tony

siapa pun atau perusahaan manapun yg menang dalam tender lindai field,2013 ,jgn lupa,kami atas nama putra daerah ingin bekerja,di perusahan yg jadi pengelola nanti nya,krna kami selama ini jadi penonton,di kmpg kami sendiri.

5 08 2012
Kunaifi

AnTony.
Sepakat. Untuk menjamin sustainability operasi perusahaan, warga tempatan mesti dilibatkan dalam berbagai cara, termasuk memberi prioritas peluang kerja.
Putra tempatan mesti menyongsong Peluang ini dengan melakukan persiapan-persiapan misalnya mendata putra tempatan yang berpotensi, melakukan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan operasional perusahaan untuk mempersiapan keterampilan putra tempatan, dll.
Salam.Kun.

26 10 2012
Rizal

Pak Kunaifi Yth, saya senang sekali tulisan bpk sangat bermanfaat dan dibuktikan dengan adanya semangat dari antony yang sdh pasti mewakili semangat para putra daerah utk bisa berperan dalam pengelolaan langsung sumber alam di daerahnya sendiri.
Saya pernah ikut berkunjung ke sumur minyak tua dipulau jawa, yang kebetulan keluarga saya sebagai pimpinannya sangat melibatkan langsung Masyarakat tempatan dalam pengelolaannya, Masyarakat tempatan membentuk koperasi dan dipayungi oleh BUMD dan PT Pertamina maka ,perusahaan yang dipimpin keluarga saya membiayai sepenuhnya operasional pengelolaan sumur minyak tua tersebut dengan pola bagi hasil.
Bilamana di Riau ada sumur tua myang menurut Chevron baginya tidak menguntungkan lagi dikarenakan biaya operasionalnya tidaki BEP maka, Masyarakat tempatan boleh lah mencoba mengelola dan mengupayakannya, demi adanya rasa persamaan bagi Pemuda / warga tempatan agar tidak ada lagi yang merasa hanya sebagai penonton sambil mengeramkan giginya, saya siap merekomendasikan dan menjadi jembatan nya Pak, wslm.

25 11 2012
Anonymous

Belajar dari blok Zamrud. Setelah dikelola oleh perusahaan daerah dan nasional (PT PHE-BSP) pasca dilepas PT Chevron 9 tahun lalu. Setiap tahun produksinya terus mengalami penurunan, dari 40 ribu barel per hari (bph), kini tinggal menjadi 16 ribu bph.
Apakah kejadian ini akan terulang lagi ???

25 04 2013
Anonymous

Bullshit aja mengaku-ngaku putra daerah, sebelum ada caltex, dulunya daerah itu hutan belantara, kemudian sama team geologistnya caltex area itu dibuka untuk di eksplorasi. Siapa yang duluan caltex atau warga?? Putra daerah adalah alasan ketika orang nggak bisa berkompetisi karena tidak mempunyai kompetensi!! Ngelamar pns aja belum tentu diterima..

7 05 2013
an tony

sejak tahun 1973 PT CALTEX PACIFIC INDONESIA(CPI) Menyedot minyak yang ada di lindai dan sekarag dikelola oleh Chevron, yg jumlah sumur nya sudah mencapai 30 wel,dengn penghasilan lebh krg 1200 brl perhari,TAPI kami tdk pernah di perhatikan baik di segi lingkungan maupun kesejahteraan masyrakat nya. 17 kilo meter jalan menuju ke lindai yang kaya dengan sumber daya alam,Minyak di atas minyak di bawah, kalau hujan masih bnyk kolam ikan dan lumpur,kalau panas banyak abu dan debu.

22 04 2014
munap

kadang salah kaprah mengatas namakan putra daerah, yang nota bene kalau di beripun wewenang dan tanggung tawab terhadap pekerjaan yang ada yang bertehnologi tinggi tidak bisa menggunakan bagai mana bisa bicara secara obyektif kalau kemampuan tidak ada.

perusahaan pasti akan menerima kalau kemampuan individu atau putra daerah bisa melaksanakan dengan benar dan baik…..

jadi jangan berlindung di bawah nama putra daerah kalau tidak bisa bersaing secara sehat.

14 05 2014
15 05 2014
investasi

artikel yg bermanfaat ..

29 05 2014
lowongan kerja

tetap semangat

1 06 2014
endonesia

istilah putra daerah ini menurut saya muncul karena kami di riau ini merasa tersisih, diperlakukan tak adil. terlebih lagi pada masa pra otonomi, pembangunan terpusat di pulau seberang saja. sementara SDA dari dalam bumi kami habis dipelasah. padahal SDA dari perut bumi kami pernah menjadi penyumbang terbesar APBN negara ini. tapi apa yang kami dapatkan saat itu?

kalau pun kami kalian anggap tak mampu mengelolanya saat ini, biarlah kami wariskan untuk anak cucu kami di kemudian hari. toh sudah banyak yang kalian ambil, sekarang sisakanlah tetes terakhir ini untuk kami.

Ini baru blok siak dan kampar, belum lagi blok rokan dan lainnya.

berhentilah memakai pola pikir penjajah. indonesia bukan hanya pulau jawa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: