Wina, ibukota musik dunia (Vienna, the world’s music capital)

22 07 2014

WInaPhilh

vienna philharmonic (Source: tbn3)

Awal Juli 2014 saya berkunjung ke kota Wina – Austria, dan saya akan mengulas tentang Wina, ibukota musik dunia ini dengan anda. Agenda utama kunjungan adalah menjajaki kerjasama akademik antara UIN Suska Riau dengan The University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, atau lebih dikenal dengan nama BOKU. BOKU adalah salah satu universitas senior di Austria, didirikan tahun 1872 dan merupakan pusat pendidikan dan riset sumber-sumber terbarukan di Austria. Sedangkan UIN Suska Riau adalah universitas yang amat progresif di Indonesia dengan visi mulia mengembalikan integrasi/persebatian antara Ilmu dan Islam. Sepertinya kedua universitas cocok berdiri berdampingan.

Dalam tulisan lain insya Allah saya akan bercerita tentang misi utama dari kunjungan ini. Kali ini saya ingin menulis yang relatif lebih ringan; tentang komposer dunia dari Wina.

Wina adalah salah satu kota idaman saya sejak kecil. Ketika masih SMP, saya jarang melewatkan acara musik klasik di Radio Jerman Bahasa Indonesia atau Deutsche Welle setiap kamis jam 20:30 – 21:30 malam. Kawan-kawan saya sering menganggap aneh hobby saya yang satu ini. Jika mendengar musik klasik dari siaran gelombang short wave (SW) Deutsche Welle di kamar, teman saya suka berkata, “lagu film kartun lagiii.” Yang menarik dari acara tersebut adalah, pembawa acara tidak hanya memutar lagu-lagu klasik, namun juga memberi ulasan yang mendalam dari setiap lagi. Pada saat itu disebutlah nama-nama komposer hebat, dan kebanyakan meraka berasal dari Wina. Dalam hati saya berkata, “saya akan ke Wina dan menonton konser musik klasik langsung dari ibukotanya.”

Musik klasik adalah seni musik yang berakar pada tradisi musik Barat yang dihasilkan selama periode waktu yang lama sejak abad ke-11 sampai hari ini. Akar dari musik klasik adalah dari seni musik dan orkestra Mesir. Pengaruh Yunani kuno telah menjadi dasar pembentukan musik klasik sekarang. Zaman musik klasik adalah antara abad ke-15 sampai ke-19. Awalnya tidak ada istilah “musik klasik” ​​hingga awal abad 19. Istilah ini dimunculkan untuk memberi penamaan pada periode Johann Sebastian Bach hinga Beethoven yang dikenal sebagai zaman keemasan.

Tidak mudah membedakanan antara musik klasik dengan jenis musik lain. Namun ada beberapa sifat musik klasik yang berbeda dengan jenis musik lain. Sifat yang paling menonjol dari musik klasik adalah bahwa repertoar musik klasik cenderung ditulis dalam notasi musik, membentuk bagian musik yang disebut skor. Skor ini biasanya menentukan rincian ritme, pitch, dan, di mana dua atau lebih musisi (baik penyanyi atau instrumentalis) dapat berkoordinasi. Kualitas tertulis dari musik klasik ditentukan oleh tingkat kompleksitas dari musik yang ditulis.

Sifat kedua musik kalisik adalah bahwa instrumen yang digunakan dalam sebagian besar musik klasik kebanyakan ditemukan sebelum pertengahan abad ke-19 (sering jauh lebih awal), dan dikodifikasi di abad 18 dan 19. Instrumen musik klasik biasanya juga ditemukan dalam sebuah orkestra seperti piano, harpsichord, dan organ. Simfoni orkestra adalah media yang paling banyak dikenal untuk musik klasik.

Dibandingkan sebagian besar musik populer yang ditampilkan dalam lagu berlirik, ciri ketiga musik klasik adalah bahwa musik klasik berkembang dari sebagai musik instrumental. Adapun bentuk lagu musik klasik adlaah concerto, simfoni, sonata, suite, étude, puisi simfoni, opera, dan lain-lain. Komposer klasik sering bercita-cita untuk mengilhami musik mereka dengan hubungan yang sangat kompleks antara emosional dan intelektualitas. Banyak dari karya-karya yang paling terhormat pada musik klasik memanfaatkan perkembangan musik, proses dimana ide musik diulang dalam konteks yang berbeda atau dalam bentuk diubah. Bentuk sonata dan fugue menggunakan bentuk ketat perkembangan musik.

Secara umum, periode musik klasik dibagi menjadi tiga kelompok masa, yaitu periode awal, periode praktek umum, dan periode modern & kontemporer. Periode awal meliputi Medieval (tahun 500-1400) dan Renaissance (tahun 1400-1600). Periode praktek umum meliputi Baroque (tahun 1600-1750), Klasik (tahun 1750-1830) dan Romantis (tahun 1804-1949). Sedangkan periode modern dan kontemporer mencakup abad ke-20 (1900-2000) dan kontemporer (1975-sekarang).

ANTHONY TOMMASINI dalam artikelnya di New York Times membuat daftar 15 komposer musik klasik paling besar dalam sejarah dan anda akan melihat bagaimana peran kota Wina bagi karir musik mereka. Dari kelimabelas komposer paling besar di dunia, delapan di antaranya berasal dari Wina atau berkarir di Wina, atau hidup sampai meninggal dunia di Wina. Inilah mereka:

BeethovenLudwig van Beethoven, adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman. Beethoven adalah tokoh penting musik klasik dalam transisi antara era Klasik dan Romantic. Komposisinya paling terkenal termasuk 9 simfoni, 5 konserto untuk piano, 32 piano sonata, dan 16 kuartet gesek. Ia juga memiki karya musik kamar, paduan suara, dan lagu-lagu. Selama 22 tahun pertamanya di Bonn, Beethoven belajar dari Wolfgang Amadeus Mozart. Beethoven pindah ke Wina pada tahun 1792 dan mulai belajar dengan Joseph Haydn, dan dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai pianis virtuoso. Dia tinggal di Wina hingga akhir hayatnya. Pada sekitar 1800 pendengarannya memburuk, dan pada dekade terakhir hidupnya ia hampir benar-benar tuli. Dia tidak lagi tampil di depan umum tapi terus menulis; banyak karya Beethoven yang paling dikagumi berasal dari periode ini.

MozartWolfgang Amadeus Mozart, adalah seorang komponis produktif asal Jerman dan berpengaruh dari era klasik. Mozart menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dari masa kecilnya. Saat mengunjungi Wina pada 1781, dia kemudian memutuskan tinggal di sana, di mana ia mencapai ketenaran ke seluruh dunia. Selama tahun-tahun terakhirnya di Wina, ia palig banyak menulis simfoni terkenalnya, konserto, dan opera, dan lain-lain. Mozart menghasilkan lebih dari 600 karya, banyak diakui sebagai puncak dari simfoni, concertante, kamar, opera, dan musik paduan suara. Pengaruh Mozart pada seni musik Barat selanjutnya mendalam; bahkan karya-karya Beethoven awalnya dalam bayangan Mozart. Joseph Haydn menulis bahwa “anak cucu kita tidak akan melihat bakat seperti ini lagi dalam 100 tahun.”  Tidak hanya indah, musik Mozart juga diperkirakan bermanfaat untuk kecerdasan. Riset-riset dari Tomatis (1991), Rauscher (1993), dan didukung oleh Ross (1994), Campbell (1997) menunjukkan bahwa karya Mozart bisa membantu mempercepat kesembuhan, meningkatkan kecerdasan umum dan kecerdasan spasial.

HaydnFranz Joseph Haydn, adalah komposer terkemuka dan produktif pada periode Klasik. Dia berperan dalam perkembangan musik kamar seperti trio piano dan kontribusinya terhadap bentuk musik telah mendapatkan dia julukan sebagai “Bapak Symphony” dan “Bapak String Quartet”. Dia juga merupakan teman dari Wolfgang Amadeus Mozart dan guru Ludwig van Beethoven. Haydn adalah warga seumur hidup Austria, dan saat kematiannya, berusia 77, ia adalah salah satu komponis paling terkenal di Eropa. Haydn memiliki rasa humor yang kuat dan sering terlihat dalam musiknya. Dia memiliki banyak teman dan ia selalu terlihat bahagia dan ceria dengan temperamen yang alami. Namun di akhir kehidupannya, Haydn kemungkinan mengalami depresi, terutama terkait dengan seseorang bernama Mrs Genzinger. Dia menulis 340 jam musik, lebih banyak dari komposer lain. Meskipun banyak dicari-cari pencinta musik, Simfoni Haydn, namun dia sendiri mengatakan, “Saya baru saja menemukan cara untuk menggunakan angin.”

BrahmsJohannes Brahms, adalah komposer dan pianis dari Jerman namun menghabiskan sebagian besar kehidupan musiknya di Wina. Brahms adalah salah satu pengrajin terbaik dalam sejarah musik. Dia menulis 2 piano konserto, dan yang ke-2 adalah concerto piano terbesar yang pernah disusun. Bukan karea sulit secara teknis seperti concerto 3 Rachmaninov, tapi piano yang diperlukan sangat besar . Dia menulis 4 simfoni, semuanya luar biasa, sebuah Requiem dalam bahasa Jerman, terbaiknya dalam kelasnya, dan salah satu konserto biola terbesar dalam sejarah.

 

 

Mahler

Gustav Mahler, adalah seorang komponis akhir-Romantis dan salah satu konduktor terkemuka dari generasinya. Ia lahir di Bohemia yang dulu masuk Kekaisaran Austria, namun kini menjadi bagian Republik Ceko. Dikenal dengan jukukan symphonist kematian. Dia hanya menulis 10 simfoni, yang terakhir “Das Lied von der Erde,” disebut sebagai simfoni terbaiknya. Meskipun ia menulis puluhan lagu lainnya, iya tetap banyak sibuk dengan simfoni pertama, yang kental ide-ide kematian. Dalam karyanya, “Resurrection,” bagian akhirnya dikatakan dapat membuat perempuan pingsan, dan pria dewasa menangis.

 

 

SchubertFranz Peter Schubert, adalah seorang komponis Austria. Meski meninggal pada usia tiga puluh satu, Schubert sangat produktif. Karyanya terdiri dari lebih dari enam ratus karya sekuler vokal (terutama Lieder), tujuh simfoni lengkap, musik suci, opera, musik insidental dan dan musik piano. Apresiasi musik saat ia masih hidup terbatas pada lingkaran yang relatif kecil dari pengagumnya di Wina, tetapi kekaguman pada karyanya meningkat secara signifikan dalam dekade setelah kematiannya. Schubert berada pada peringkat atas di antara komponis terbesar dari era Romantic awal.

Penulis lagu terbesar sepanjang masa. Schubert menulis lagu dengan begitu cepat sehingga segera setelah selesai dengan yang satu, ia melemparkannya ke lantai dan meraih selembar kertas untuk memulai yang baru. Dia menulis “Hark, Hark, burung,” salah satu dari karya terbaiknya, saat menunggu tagihan minumnya, sekali duduk. Dia menulis sekitar 650 lagu, dan yang paling terkenal adalah Quintet Piano nya, dijuluki Trout. Ia juga menulis, 9 simfoni. Karya terbaiknya adalah simfoni 8 dan 9.

LisztFranz Liszt, Pianis terbesar sepanjang masa. Liszt bermain piano dengan sempurna pertama kalinya ia melihat musik. Dia menulis ratusan potongan-potongan pendek, lagu, preludes, etudes, dua piano konserto, puisi simfoni. Sebagian besar karya pianonya adalah yang paling teknis, hampir mustahil untuk dimainkan sehingga mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari musik yang pernah ditulis untuk instrumen apapun. Bahkan para profesional piano veteran menolak untuk bermain “Feux Follets No. 5”. Di Wina, Liszt menerima pelajaran piano dari Carl Czerny, yang di masa mudanya sendiri pernah menjadi mahasiswa Beethoven dan Hummel. Dia juga menerima pelajaran dalam komposisi dari Antonio Salieri, yang saat itu direktur musik dari pengadilan Wina. Dia disambut baik dalam lingkungan bangsawan Austria dan Hungaria.

VivaldiAntonio Lucio Vivaldi, adalah komposer Baroque asal Italia, pemain biola virtuoso, guru dan ulama. Lahir di Venice, ia diakui sebagai salah satu komposer Baroque terbesar, dan pengaruhnya selama hidupnya tersebar luas di seluruh Eropa. Setelah bertemu Kaisar Charles VI, Vivaldi pindah ke Wina. Namun, Kaisar meninggal tak lama setelah kedatangan Vivaldi, dan Vivaldi sendiri meninggal kurang dari satu tahun kemudian dalam kemiskinan. Setelah kematiannya, musik Vivaldi meluncur ke dalam ketidakjelasan sampai kebangkitan yang kuat di abad ke-20. Hari ini, dia peringkat di antara yang paling populer dan banyak dicatat komposer Baroque. Bahkan Johann Sebastian Bach, mengaku dirinya sangat dipengaruhi oleh karya Vivaldi.

 

Melihat daftar nama para musikus terbesar dunia sepanjang sejarah di atas dan waktu yang mereka habiskan di Wina untuk menghasilkan karya-karya besar, tidak salah jika Wina dijuluki ibukota musik dunia. Sejak awal dalam kunjungan ke Wina saya mencoba mencuri-curi waktu untuk menonton salah satu konser yang banyak ditawarkan di tempat umum, namun akhirnya saya tidak berhasil dan harus menunggu kunjungan berukutnya insya Allah. Walaupun penikmat musik klasik, saya tidak memainkan alat musik apapun selain sedikit bermain gitar. Namun kesukkan yang tinggi nampaknya turun pada Zia Alkhair Nailian, anak pertama saya yang kini dengan tekun, tanpa paksaan (bahkan tanpa motivasi) belajar piano di Yamaha Music School Pekanbaru.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: