Pembakaran Hutan VS Pembuangan Energi (Forest Fire vs Energy Wasting)

31 07 2015

0064Analisis tentang dampak negatif kebakaran (baca: pembakaran) hutan di Riau pada ekonomi, aktifitas sosial, lingkungan hidup, dan kesehatan, sudah banyak disampaikan ahli. Karena hanya mengerti tentang energi (itu pun sedikit), saya ingin mengajak pembaca untuk ’bermain-main’ menghitung kerugian (imajiner) pembakakaran hutan Riau ditunjau dari sudut pandang energi.

Menurut BBC (30 Juli 2015), dalam satu bulan belakangan seluas 1.264 ha lahan Riau telah dibakar. Mari kita asumsikan lahan yang dibakar adalah hutan asli yang mengandung 63 m3 kayu per hektar (FAO 2000).

Dari informasi di atas, dalam satu bulan belakangan telah dibakar sejumlah 1.264 ha x 63 m3/ha = 79.632 m3 kayu hutan di Riau.

Menurut Biomass Energy Centre di Inggris, kayu gelondongan (log) dengan kelembaban (moisture content) 20% mengandung energi atau calorific value sebesar 7,600-11,400 Megajoule/m3. Mari kita ambil lagi nilai tengah, 9.500 Megajoule/m3.

Maka, dalam sebulan belakangan pembakaran hutan di Riau telah melepaskan energi sebesar 79.632 m3 x 9.500 Megajoule/m3 = 756.504.000 Megajoule.

Tahukah Anda berapa listrik yang bisa dihasilkan jika kayu sebanyak itu dibakar pada pembangkit listrik? Begini hitungannya. Setiap Megajoule energi kalor setara dengan 0.277777778 kWh energi listrik. Maka 756.504.000 Megajoule setara dengan 210.140 MWh listrik. Jika kayu tersebut dibakar pada pembangkit listrik biomassa konvensional (pembakaran langsung) dengan efisiensi 35%, maka akan dihasilkan listrik sebanyak 73.549 MWh.

Sebesar apa angka 73.549 MWh ini? PLTGU Teluk Lembu, yang menjadi salah satu andalan suplai listrik di Pekanbaru ini memiliki kapasitas terpasang 5 MW. Walaupun daya mampunya tidak mungkin mencapai 5MW, dalam hitungan ini kita anggap efisiensi PLTGU Teluk Lembu beroperasi dengan 5 MW. Dengan asumsi faktor kapasitas PLTGU Teluk Lembu adalah 65%, maka dalam satu bulan produksi listrik rata-rata dari PLTGU Teluk Lembu 2.372 MWh.

Dengan membandingkan dua situasi di atas, yaitu listrik yang dihasilkan jika kayu hutan dibakar pada pembangkit listrik konvensional, dan listrik yang saat ini dihasilkan oleh PLTGU Teluk Lembu; maka listrik yang bisa dihasilkan dari pembakaran hutan setara dengan operasional PLTGU Teluk Lembu selama 31 bulan.

Jika listrik yang dihasilkan dari pembakaran kayu hutan di pembangkit listrik konvensional dijual oleh ke pelanggan rumah tangga 1.300 VA dengan harga sesuai TLD Juni 2015 sebesar Rp. 1.352/kWh, maka nilaia kerugian dari penjualan listrik dari pembakatan hutan di Riau selama sebulan terakhir adalah Rp. 99,4 Miliar.

Anda mungkin tidak sepakat menggunakan PLTGU Teluk Lembu sebagai pembanding dan mungkin ingin merubah parameter lain. Baiklah, terlampir adalah sebuah kalkulator ’mainan’ yang sudah saya siapkan untuk anda bermain sendiri lebih lanjut. Silahkan download Kalkulator Pelepasan Energi dari Pembakaran Hutan.

Sumber:

  1. http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150730_indonesia_kabutasap_riau,
  2. http://www.fao.org/docrep/004/y1997e/y1997e07.htm.
  3. http://www.biomassenergycentre.org.uk/portal/page?_pageid=75,20041&_dad=portal&_schema=PORTAL
  4. Foto: http://www.thejakartapost.com/files/images2/PEATT-1.jpg

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: