PROMOSI ENERGI TERBARUKAN BUTUH PERJUANGAN

31 03 2016

Terlepas dari segala keunggulan yang dimiliki oleh berbagai sumber dan teknologi energi terbarukan dan fakta bahwa dunia sedang bergerak menuju masa depan dengan energi terbarukan, tenyata promosi energi terbarukan tidak selalu mudah. Ada tembok besar yang harus dilompati atau dirubuhkan terlebih dahulu, penghalang yang datang bukan hanya dari masyarakat, tetapi juga bisnis dan pemerintah.

Bahkan dii Amerika Serikat, negara maju dan berpengalaman lama mengembangkan energi matahari, tembok besar tersebut masih ada. Sebuah proposal pembangunan energi surya di Woodland, North Carolina, telah ditolak oleh warga dan pemerintahnya karena takut panel-panel surya akan menghisap semua energi dari matahari sehingga bisnis lain tidak bisa tumbuh di sana. Bahkan seorang pensiunan guru sains mengatakan bahwa panel surya dapat menghambat fotosintesis dan pertumbuhan tumbuhan karena dia melihat daun-daun menjadi coklat di sekitar panel surya.

Modul surya tentu tidak memiliki kemampuan apapun untuk menghisap sinar matahari karena dia secara pasif hanya menerima sinar matahari yang menimpanya, lalu mengubahnya menjadi listrik. Sedangkan daun-daun menjadi coklat di sekitar panel adalah karena pestisida yang sengaja disemprotkan untuk menghambat rumput dan pohon di sekitar panel menjadi tinggi dan menimbulkan naungan (bayang-bayang) di atas modul. Tetapi, alasan warga Woodland tersebut disepakati pemerintahnya dan proposal energi surya tersebut telah ditolak. Analis mengatakan mungkin penolakan tersebut disupport oleh bisnis energi fosil yang tidak tidak suka melihat energi terbarukan sukses dan menjadi saingan bisnisnya.

Bagaimana dengan kita? Ya, penolakan kepada energi terbarukan di sini masih cukup tinggi, dari masyarakat, bisnis, dan pemerintah. Masyarakat enggan menggunakan energi terbarukan karena kualitasnya tidak sebaik energi dari sumber konvensional. Bisnis menolak karena belum menuntungkan. Pemerintah menolak karena mahal.

Penolakan-penolakan tersebut dipahami, namun sesungguhnya kita punya pilihan untuk melompati tembok itu bahkan merubuhkannya. Berbagai teknologi telah tersedia untuk membuat energi terbarukan memiliki kualitas sama dengan energi konvensional. Harga sesungguhnya sedang melompat turun dengan cepat sehingga mulai bersaing dengan energi fosil. Kebijakan dan insentif yang mendukung juga dapat membuat energi terbarukan bersaing dengan energi fosil. Banyak negara telah sukses mengembangkan energi terbarukan dan kini sedang meningkatkan porsi energi terbarukan dalam struktur bauran energinya.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan subsidi kepada energi terbarukan sehingga bisnis di sektor ini berjalan cepat dan menjadi kokoh serta mandiri. Mengapa kita memberi subsidi ratusan triliun untuk energi fosil yang jelas-jelas membawa kerusakan pada kehidupan di Bumi? Bukankah energi fosil dan energi terbarukan keduanya adalah anak kandung dari sebuah pemerintah? Mengapa ketika mereka disuruh bertanding, energi fosil diberi pedang dan pistol, sedangkan energi terbarukan diberi lidi?

Kita yang memilih, dan pilihan kita akan menentukan masa depan. Pilihan kita akan diuji oleh generasi nanti. Buatlah pilihan yang baik untuk kita dan mereka nanti. Sesungguhnya pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah tepat, namun masih perlu ditingkatkan beberapa puluh kali lipat lagi.

*******
Renungan pagi dari sebuah kelas di Konsentrasi Energi, Jurusan Teknik Elektro UIN Suska Riau, di mana generasi muda di sini bersemangat berlatih menjadi “pelompat tembok” atau bahkan merubuhkannya demi masa depan energi yang berkelanjutan di Indonesia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: