POMPA AIR TENAGA SURYA UIN SUSKA BEROPERASI

12 06 2016

Sebuah Pompa Air Tenaga Surya (PATS) mulai beroperasi di UIN Suska Riau sejak 11 April 2016. Berbeda dengan pompa konvensional yang digerakkan dengan tenaga listrik PLN, sistem PATS yang dipasang di gedung Laboratorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini beroperasi menggunakan cahaya matahari.

Energi matahari tersedia melimpah sepanjang tahun, terutama di kawasan khatulistiwa seperti Riau. Pemanfaatan energi matahari untuk membangkitkan listrik dapat mengurangi biaya operasional dan perawatan dan ramah lingkungan.

Pembangunan PATS di UIN Suska terwujud karena kontribusi banyak pihak. Sepuluh modul surya berkapasitas mini (500 Wp) didapatkan atas inisiatif Energy Research Centre/EnReach (www.enreach.or.id) FST UIN Suska Riau dari Pemkab Kuantan Singingi. Pompa air dan sistem kontrol (charger dan inverter) didapatkan dari Ostbayerische Technische Hochschule (OTH) Amberg-Weiden Jerman atas inisiasi EnReach melalui skema kerjasama UIN Suska dan OTH, terimakasih kepada Prof. H.M. Nazir atas supportnya. Rangka modul surya, pengkabelan, dan pembuatan sumur bor didanai dari penelitian LPPM ibu Liliana Muchtar, ST., M.Eng., ibu Susi Afriani, ST., MT., pak M. Irsyad, ST., MT., dan Kunaifi. Sedangkan empat buah baterai dipinjamkan oleh Dr. Alex Wenda, ST., M.Eng. (Ketua Jurusan Teknik Elektro) dan Pak Mulyono Mulyono, ST., MT. (Kepala Laboratorium Teknik Elektro).

Sistem PATS ini dapat menyediakan suplai air di gedung laboratorium FST, menggantikan pompa air yang saat ini digerakkan dengan listrik PLN. Pada awalnya, PATS ini direncanakan dipasang di Masjid Al Jamiah UIN Suska. Namun karena atap masjid masih dikerjakan, pemasangan modul surya di sana tidak dapat dilakukan. Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan suplai air untuk keperluan wudhu dan lain-lain di masjid UIN dipompa dengan tenaga matahari.

Koordinator Tim, Kunaifi, menjelaskan bahwa sistem PATS tersebut beroperasi dengan biaya NOL rupiah karena tidak menggunakan listrik PLN, melainkan memanfaatkan energi gratis dari Allah SWT yang dipancarkan 12 jam sehari oleh matahari. Aplikasi listrik tenaga matahari beragam. Liliana, ST., MT., dosen di Jurusan Teknik Elektro mengatakan bahwa tenaga matahari dapat digunakan untuk penerangan ruangan, jalan, dan taman; menggerakkan peralatan listrik di rumah, yang dapat dipasang di atas tanah, atap bangunan, atau atap parkir kendaraan bermotor.

Cahaya matahari diubah menjadi listrik searah (dc) oleh modul-modul surya. Listrik dc bertegangan 90 V ini diubah menjadi listrik bolak-balik (ac) 220 V oleh inverter dan selanjutnya digunakan untuk menggerakkan pompa air yang ditanamkan di dalam sumur bor. Sisa listrik yang tidak dipakai untuk menggerakkan pompa air diisikan ke dalam baterai menggunakan charger, sehingga pada malam hari sistem PATS masih dapat bekerja dengan baterai tanpa sinar matahari.

Tim juga mengucapkan terima kasih kepada Bpk Dr. Hartono, MPd., Dekan FST, yang memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini dan memberi izin penggunakan gedung di FST sebagai tuan rumah peralatan tersebut. Terima kasih juga disampaikan kepada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, khususnya Konsentasi Energi, yang telah membantu sejak proses dari awal hingga peralatan dioperasikan (Yurnalis, Ilham Lubis Ba, Fadly Muhammad Bin Muhammad, Faisal, Heri, dll.).

Ikuti galeri foto kegiatan di bawah ini.

Ikuti video sederhanyanya dari link di bawah ini.

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: