Potensi PLTS/energi surya di setiap provinsi di Indonesia dalam MWp (PV/solar energy potentials for each province in Indonesia in MWp)

9 01 2018

** Bahasa Indonesia di Bawah **

What is the potential capacity of grid-connected PV systems in Indonesia for each province? This study gives you the answer; for each province, in Megawatt (MWp) units, NOT in kWh/m2/day. You can also find the variation among the potentials in urban core, suburb, and village. This study was published in 2017 and used data from 2015. It was and update from the previous study from H. Veldhuis and A. Reinders who used data from 2010.

For full method, please contact me.

Figure below shows the main results. 

Download the article for more information: Technical Potential of Grid-Connected PV Systems in Indonesia. (should you find difficulty in using this link, please send me email to: kunaifi.set@gmail.com).

Berapa potensi kapasitas sistem PV (PLTS) on-grid (tersambung jaringan PLN) di setiap provinsi di Indonesia? Studi ini memberi jawabannya, untuk setiap provinsi, dalam satuan Megawatt Peak (MWp), BUKAN dalam kWh/m2/hari. Anda juga bisa menemukan variasi potensi antara perkotaan, pinggiran kota, dan desa. Penelitian ini dipublikasikan pada 2017 berdasarkan data 2015. Studi ini memperbaharui metode dan data dari penelitian sebelumnya oleh H. Veldhuis dan A. Reinders yang menggunakan data 2010.

Pada artikel ini, metode tidak ditampilkan secara utuh sesuai keperluannya. Bagi yang berminat melihat metode, saya bisa kirimkan secara secara pribadi, karena ada di dalam artikel saya yang lain, tapi masih dalam proses review/belum terbit).

Gambar berikut menampilkan hasil utama dari studi ini.

Untuk info lebih lanjut, download artikelnya: Technical Potential of Grid-Connected PV Systems in Indonesia.  (jika kesulitan menggunakan link tersebut, silahkan email saya di: kunaifi.set@gmail.com).

gvpv

 

Peta

Untitled-2

Advertisements




Apakah ada potensi energi biomassa di kota?

9 01 2018

Apakah di kawasan perkotaan ada potensi energi dari biomassa? Studi dari Yelmira Zafriati bersama saya ini dapat menjawab pertanyaan anda untuk kasus di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Berdasarkan data-data sekunder dari berbagai sumber, analisis dilakukan menggunakan prosedur dari Biomass Energy Europe.

Total energi pontensial teoritis di Pekanbaru adalah 91,158,663.54 GJ/tahun meliputi limbah pertanian sebesar 4,309,632.37 GJ/tahun (4.73%), kotoran hewan 77,759,031.17 GJ/tahun (83.50%) dan sampah organik 9,090,000.00 GJ/tahun (9.97%). Total energi pontensial teknis 88,542,679.88 GJ/tahun yang terdiri dari limbah pertanian 1,693,648.71 GJ/tahun (1.91%), kotoran hewan 77,759,031.17 GJ/tahun (87.82%) dan sampah organik 9,090,000.00 GJ/tahun (10.26%).

Semoga pertanyaan anda terjawab.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: POTENSI ENERGI TEORITIS DAN TEKNIS DARI LIMBAH BIOMASSA DI PEKANBARU.

Pku





Limbah Pertanian menjadi Listrik

9 01 2018

Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui potensi biomassa dari sisa hasil pertanian, mencakup jerami dan sekam padi sawah, jerami dan sekam, padi ladang, batang dan tongkol jagung, batang ubi kayu, serta serat, cangkang, tandan kosong, kernel dan limbah cair yang terdapat di perkebunan kelapa sawit. Lokasi studi di Provinsi Riau. Hasil studi menunjukkan total potensi teoritis energi biomassa adalah sebesar 77.466.754,8 Gj/Tahun yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 21.518.542,8 MWh/Tahun. Studi dilakukan oleh Petir Papilo, Kunaifi, Erliza Hambali, Nurmiati, dan Rizfi Fariz Pari.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: PENILAIAN POTENSI BIOMASSA SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI KELISTRIKAN.

pasti.jpg





Potensi Biomass di Kampar Besar (Big Potential of Biomass Energy in Kampar, Indonesia)

9 01 2018

** English below **

Apakah anda bekerja di lembaga pemerintah atau konsultan energi? Atau anda berminat menjadi investor pembangkit listrik energi biomassa? Maka hal pertama yang perlu anada ketahui adalah: ‘berapa potensi energi biomassa’ di lokasi yang anda minati?

Jika lokasi tersebut adalah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mungkin hasil studi berikut berguna bagi anda sebagai informasi awal.

Studi ini menilai potensi teoritis energi biomassa di Kabupaten Kampar menggunakan prosedur dari Biomass Energy Europe. Jenis sumber biomassa yang dinilai adalah biomassa hutan, tanaman energi, residu pertanian, dan limbah organik.

Total potensi teoritis energi biomassa di Kabupaten Kampar adalah 127.635.417,90 GJ/tahun di mana 97,933 % residu pertanian, 2,066 % biomassa hutan dan 0,001 % limbah organik. Residu pertanian juga mencakup residu perkebunan (kelapa sawit dan kelapa) dan residu kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, dan unggas).

Kelapa sawit menyumbang 88,15%, diikuti oleh ayam dan itik (5,28%), padi dan jagung (3,77%), dan residu hutan primer (2%). Pelepah sawit menyumbang 58,8% pada total potensi energi dari kelapa sawit dan 51,8% pada total potensi energi biomassa di Kabupaten Kampar.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: 2011_STINKI-IV_Biomas Energy Potential in Kampar Regency.

Kampar.jpg

This study assessed the biomass energy potential in Kampar Regency, Indonesia. It considered forest biomass, energy crops, agricultural residues and organic wastes. Using the procedure from Biomass Energy Europe, it was found that the total theoretical potential of biomass energy in Kampar Regency was 127,635,417.90 GJ/year where 97.933% come from agricultural residues, 2.066% forest biomass and 0.001% organic waste. Agricultural residues included residues from plantations (oil palm and coconut) and animal residues (cow, buffalo, goat, and poultry). Oil palm contributes to 88.15%, followed by chickens and ducks (5.28%), rice and maize (3.77%), and primary forest residues (2%). The oil palm fronds are the largest contributor i.e. 58.8% of the total oil palm potential and 51.8% of the total biomass energy potential in Kampar Regency.

Download the article for more information: 2011_STINKI-IV_Biomas Energy Potential in Kampar Regency





Dengan PLTS dan Digester Biogas, Rumah Anda Mungkin Mandiri Energi

9 01 2018

Bermasalah dengan listrik PLN dan suplai gas dari Pertamina? Sistem PLTS digabung dengan sistem biogas mungkin cocok untuk rumah anda.

Pada studi ini, Devi Nuryadi dan saya merancang pembangkit listrik PLTS untuk kebutuhan rumah tangga menggunakan standar AS 4509.2—2002, sedangkan digester biogas dirancang berdasarkan kebutuhan gas dan jumlah ternak sapi di rumah. Dengan konsumsi listrik per hari rata-rata 2,5 kWh dan beban puncak 362 Watt, dihasilkan sistem PLTS yang terdiri dari inverter 900 VA, 6 baterai 102 Ah, 10 modul surya 210 Wp, dan BCR 40 A.

Sedangkan sistem biogas terdiri dari digester biogas 4 m3 dan digester kontrol 2 m3, dengan lama waktu memasak rata-rata 2,4 jam per hari dan jumlah sapi minimal 2 ekor per rumah tangga.

Menggunakan life-cycle cost analysis dengan data tahun 2011, biaya sistem PLTS selama usia sistem 20 tahun adalah Rp. 113,6 juta dan digester biogas dalam periode yang sama membutuhkan biaya Rp. 8,7 juta.

Info selanjutnya, silahkan download artikel: Rumah Mandiri Energi Menggunakan Tenaga Surya dan Biogas.

PLTS dan Biogas.jpg





Puskesmas Desa Terpencil Lebih Cocok Menggunakan PLTS Saja

9 01 2018

Di desa-desa terpencil, banyak puskesmas tidak bisa menggunakan beberapa peralatan karena tidak ada listrik. Studi ini mengusulkan solusi untuk membangkitkan listrik bagi puskesmas-puskesmas tak berlistrik di Kecamatan Gema, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Sisten yang diusulkan menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan generator diesel sebagai back-up, dirancang menggunakan Australian Standard AS 4509.2—2002. Dengan potensi energi matahari rata-rata tahunan sebesar 4,81 kWh/m2/hari, beban puncak 90 Watt dan konsumsi energi harian 992 Wh, kebutuhan listrik puskesmas dapat disuplai dengan pembangkit sistem hibrida PLTS/genset yang terdiri dari modul surya 220 Wp, BCR 10 A, baterai 2 x 360 Ah, inverter 100 VA, dan genset 12 VA. Setelah perancangan, ditemukan bahwa puskesmas desa Gema tidak cocok menggunakan sistem hybrid, melainkan lebih cocok menggunakan sistem PLTS saja.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID (PLTS-DIESEL) UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN GEMA KABUPATEN KAMPAR.

Gema





Biaya Listrik Energi Terbarukan di Desa Terpencil Lebih Murah Dibanding Menggunakan Genset

9 01 2018

Menggunakan software HOMER, sebuah sistem pembangkit listrik hibrida (hybrid) dirancang di sebuah desa terpencil di Provinsi Riau. Sistem terdiri dari PLTS 5 kW, Darrieus Hydrokinetic Turbine 2 x 3 kW, baterai 14.400 Ah, inverter 20 kW, dan generator diesel 18 kW sebagai back-up.

Biaya energi listrik (COE) dari sistem hibrida lebih tinggi dibanding biaya listrik PLN. Namun saat itu, listrik PLN belum menjangkau desa tersebut sehingga masyarakat menggunakan genset. Biaya listrik sistem hibrida lebih murah dibanding biaya dengan genset. Emisi CO2 dari sistem hibridia juga jauh lebih rendah.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan download artikel berikut: 2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU.

2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU