HAPPY RAMADHAN 2016

12 06 2016

Ramadan is here and the atmosphere is filled with the spirit of mirth and love,
here is hoping this festival of beauty brings your way, bright sparkles of contentment, that stay with you through the days ahead.

Ramadan is the month chosen to reveal the first verse in Al Quaran, the Iqra’ or Read. This is the month to Read more about the meaning of hunger and thirst during the days of Ramadhan by training to stop doing vain.

Ramadhan2016
This image was copied from internet, but I forgot to save the link.

Read by spending Ramadhan nights counting all the blessings of God, the Creator of man and the universe, which has been received during the past 11 months, even from the birth to the earth. Read with regretting the sins have been done, by thanking the Supreme Giver, by spreading as much as kindness to His creations. This is the month of training, while the rest of lifetime is for actions.

Advertisements




MEMANJAKAN DIRI DENGAN MUSIK

12 06 2016

Ibarat sebuah drama yang hadir silih berganti dalam fragmen-fragmen yang membawa kesan masing-masing, begitu pula parade musik klasik yang disuguhkan oleh para musisi dari Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) malam ini di Gedung Pertunjukan Idrus Tintin, Pekanbaru.

Satu per satu lagu klasik dibawakan dengan apik, ada yang populer dan ada pula yang berat.

Four Seasons-Summer yang ditulis oleh Antonio Vivaldi dibawakan dengan baik sekali, membawa kesan suasana musim panas di Eropah yang kering dan kuning, sehingga terasa menghisap tenaga pendengarnya, membuat badan lemas. Daun-daun kering ‘nampak’ lepas dari dahan lalu melayang perlahan jatuh ke tanah, menyentuh bumi dengan pelan, namun tajam. Vivaldi menulis empat seri karyanya yang paling terkenal itu tahun 1700-an dan dipublikasikan pertama kali di Amsterdam. Mirip dengan karya Vivaldi lain, serial ini juga mengandung nuansa puitis dalam bunyi yang digubahnya.

Piano solo yang dibawakan salah satu pemusik setelah itu, adalah termasuk penampilan yang berat. Polonaise Opus 53 yang juga dikenal dengan Polonaise héroïque dalam bahasa Perancis, menggambarkan kuda-kuda perang yang penuh semangat. Berlari dan melompat, melewati barisan tentara musuh. Gagah. Lagu ciptaan Frédéric Chopin ini ditulis pada zaman klasik, tidak hanya mendemonstrasikan bunyi yang enerjik, kejutan-kejutan, tetapi juga gerakan jari pemain di atas tuts harus lincah, cepat dan keras. Lagu ini bisa membuat cedera jari pemainnya, dan malam ini telah dimainkan dengan apik.

Itulah dua lagu yang bagi saya paling berkesan malam ini. Lagu lain juga tidak kalah indahnya. Ada juga salawat badar dalam kemasan orkestra, penanda konser yang diadakan dua malam sebelum Ramadhan itu.

Telinga, rasa, dah raga terasa dimanjakan.

AKMR1

Awalnya enggan untuk hadir karena badan tidak fit. Tetapi rugi untuk dilewatkan. Bukan saja karena pernah menjadi dosen di AKMR, tetapi juga karena konser musik klasik tidak sering di Pekanbaru. Saya tidak memainkan satu pun alat musik. Namun saat di Jogja dulu bergaul dengan musisi. Beberapa kali menginisiasi dan mengadakan konser sejenis, memfasilitasi para pianis kota Pelajar dan sesama penikmat musik klasik, juga sekaligus sebagai cara asik menonton gratis hehe. Saat bermukim di Australia juga sering menyambung waktu kuliah, pindah ke ruang sebelah di kampus, di mana secara berkala diadakan konser musik klasik.

Kedua putra saya menikmati pertunjukan malam ini dengan hikmad. Sama hikmadnya ketika menyetor hafalan Al Quran kepada mamanyaMurparsaulian Murparsaulian, yang seniman betulan. Si bungsi Abhiv menyerah lalu tertidur mendekati penghujung pertunjukan. Sedangkan abangnya Zia, yang sudah belajar piano klasik 4 tahun belakangan, tak hendak mengedipkan mata. Dia larut dalam nikmatnya bunyi dalam harmoni.

AKMR2

Bravo AKMR. Very good performance.





Tanah Papua, tanah yang kaya, termasuk minyak

12 06 2016

“Tanah Papua, tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke Bumi.” Itulah salah satu bait dalam lagu Aku Papua yang dinyanyikan penyanyi favorit saya Edo Kondologit.

Video:Youtube.

Pada posting ini saya tidak akan membahas lagu di atas, anda silahkan memutar dan menikmatinya sendiri. Kali ini saya akan membahas tentang Papua yang memang kaya.

Papua tidak hanya rumah bagi tambang emas kedua terbesar di dunia, tetapi juga memiliki cadangan tembaga yang amat besar. Jika mineral lain dimasukkan ke dalam daftar, kekayaan hutan, sungai, laut, maka tidak ada alasan menyangkal bait lagu di atas. Jika kekayaan budaya, bahasa, dll. juga diperhitungkan, Papua memang ibarat surga kecil di muka bumi.

top-10-gold-operations
10 tambang emas terbesar di dunia (sumber: mining.com)

Ternyata bukan hanya itu kekayan Papua. dari berita di bawah ini, Papua juga menyimpan cadangan minyak bumi yang besar di bawah tanahnya.

“Ada 14 blok migas yang dilelang oleh Kementerian ESDM pada tahun ini. Prospek cadangannya disebut-sebut cukup besar. Blok migas terbesar yang dilelang tahun ini berada di Papua. ….. Dari 14 blok yang dilelang, yang berada di Papua adalah Blok North Arguni, Kasuri II, Onin, dan West Kaimana. North Arguni, dan Kasuri II dilelang secara reguler (regular tender), sedangkan Onin dan West Kaimana dilelang dengan mekanisme penawaran langsung (direct proposal)” (detik.com)

Dengan semua itu, sudah saatnya, sebenarnya harus dimulai sejal dahulu, Papua dijadikan fokus pembangunan Indonesia, menjadi pulau idaman yang menjadi ikon baru Indonesia, selain ikon yang sudah ada, baik dari aspek ekonomi, kehidupan sosial budaya, pendidikan, pariwisata, dll.

Adalah tidak mustahil jika salah satu universitas terbaik di Indonesia ada di papua, bandara terbaik di Papua, taraf ekonomi terbaik di Papua.





Bumi Semakin Sempit?

12 06 2016

Video dari Metrocosm berikut menggambarkan ilustrasi jumlah penduduk duni dari zaman-ke zaman. Makin ke sini makin mendebarkan. Berapa populasi maksimal yang mampu dipikul oleh Bumi?





Energypedia

12 06 2016

Jika digunakan secara tepat, layar komputer anda kini bisa menjelma menjadi sebuah perpustakaan super yang tidak dapat ditandingi oleh perpustakaan berbasis bangunan manapun. Hanya dibutuhkan sambungan internet, maka berbagai informasi, mulai dari kelas ‘sampah’ sampai yang berkualitas amat tinggi, dapat ditemukan secara mudah.

Jika anda bekerja, belajar, atau berminat pada bidang energi, khususnya energi berkelanjutan (enerti terbarukan dan efisiensi energi), tidak ada halangan untuk mendpaatkan informasi dari internet.

Salah satu yang mungkin berguna untuk anda adalah Energypedia: https://energypedia.info/wiki/Main_Page

Portal Energypedia terdiri dari tiga kelompok, yaitu teknologi energi, penggunaan energi, dan isu-isu terkini dalam bidang energi.

Energypedia1
Foto: Energypedia

Jika anda berminat mendalami situasi energi dalam data-data statistik di negara-negara tertentu, anda bisa mengakses informasinya dari Energipedia melalui peta.

Energypedia2
Gambar: Energypedia

Sejak diluncurkan 2011, lebih enam ribu pengguna telah tergabung dengan Energypedia. Webiste ini dikunjungi lebih 35 ribu kali setiap bulan oleh pengguna paling balang dari Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Dengan koleksi hampir 3.500 artikel, dan terus bertambah, Energipedia adalah perpustakaan baru dalam bidang energi yang gratis unduk anda.

Sama dengan website wiki lainnya, anda dapat berkontribusi menambahkan informasi ke Energypedia.





Wina, ibukota musik dunia (Vienna, the world’s music capital)

22 07 2014

WInaPhilh

vienna philharmonic (Source: tbn3)

Awal Juli 2014 saya berkunjung ke kota Wina – Austria, dan saya akan mengulas tentang Wina, ibukota musik dunia ini dengan anda. Agenda utama kunjungan adalah menjajaki kerjasama akademik antara UIN Suska Riau dengan The University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, atau lebih dikenal dengan nama BOKU. BOKU adalah salah satu universitas senior di Austria, didirikan tahun 1872 dan merupakan pusat pendidikan dan riset sumber-sumber terbarukan di Austria. Sedangkan UIN Suska Riau adalah universitas yang amat progresif di Indonesia dengan visi mulia mengembalikan integrasi/persebatian antara Ilmu dan Islam. Sepertinya kedua universitas cocok berdiri berdampingan.

Dalam tulisan lain insya Allah saya akan bercerita tentang misi utama dari kunjungan ini. Kali ini saya ingin menulis yang relatif lebih ringan; tentang komposer dunia dari Wina.

Wina adalah salah satu kota idaman saya sejak kecil. Ketika masih SMP, saya jarang melewatkan acara musik klasik di Radio Jerman Bahasa Indonesia atau Deutsche Welle setiap kamis jam 20:30 – 21:30 malam. Kawan-kawan saya sering menganggap aneh hobby saya yang satu ini. Jika mendengar musik klasik dari siaran gelombang short wave (SW) Deutsche Welle di kamar, teman saya suka berkata, “lagu film kartun lagiii.” Yang menarik dari acara tersebut adalah, pembawa acara tidak hanya memutar lagu-lagu klasik, namun juga memberi ulasan yang mendalam dari setiap lagi. Pada saat itu disebutlah nama-nama komposer hebat, dan kebanyakan meraka berasal dari Wina. Dalam hati saya berkata, “saya akan ke Wina dan menonton konser musik klasik langsung dari ibukotanya.”

Musik klasik adalah seni musik yang berakar pada tradisi musik Barat yang dihasilkan selama periode waktu yang lama sejak abad ke-11 sampai hari ini. Akar dari musik klasik adalah dari seni musik dan orkestra Mesir. Pengaruh Yunani kuno telah menjadi dasar pembentukan musik klasik sekarang. Zaman musik klasik adalah antara abad ke-15 sampai ke-19. Awalnya tidak ada istilah “musik klasik” ​​hingga awal abad 19. Istilah ini dimunculkan untuk memberi penamaan pada periode Johann Sebastian Bach hinga Beethoven yang dikenal sebagai zaman keemasan.

Tidak mudah membedakanan antara musik klasik dengan jenis musik lain. Namun ada beberapa sifat musik klasik yang berbeda dengan jenis musik lain. Sifat yang paling menonjol dari musik klasik adalah bahwa repertoar musik klasik cenderung ditulis dalam notasi musik, membentuk bagian musik yang disebut skor. Skor ini biasanya menentukan rincian ritme, pitch, dan, di mana dua atau lebih musisi (baik penyanyi atau instrumentalis) dapat berkoordinasi. Kualitas tertulis dari musik klasik ditentukan oleh tingkat kompleksitas dari musik yang ditulis.

Sifat kedua musik kalisik adalah bahwa instrumen yang digunakan dalam sebagian besar musik klasik kebanyakan ditemukan sebelum pertengahan abad ke-19 (sering jauh lebih awal), dan dikodifikasi di abad 18 dan 19. Instrumen musik klasik biasanya juga ditemukan dalam sebuah orkestra seperti piano, harpsichord, dan organ. Simfoni orkestra adalah media yang paling banyak dikenal untuk musik klasik.

Dibandingkan sebagian besar musik populer yang ditampilkan dalam lagu berlirik, ciri ketiga musik klasik adalah bahwa musik klasik berkembang dari sebagai musik instrumental. Adapun bentuk lagu musik klasik adlaah concerto, simfoni, sonata, suite, étude, puisi simfoni, opera, dan lain-lain. Komposer klasik sering bercita-cita untuk mengilhami musik mereka dengan hubungan yang sangat kompleks antara emosional dan intelektualitas. Banyak dari karya-karya yang paling terhormat pada musik klasik memanfaatkan perkembangan musik, proses dimana ide musik diulang dalam konteks yang berbeda atau dalam bentuk diubah. Bentuk sonata dan fugue menggunakan bentuk ketat perkembangan musik.

Secara umum, periode musik klasik dibagi menjadi tiga kelompok masa, yaitu periode awal, periode praktek umum, dan periode modern & kontemporer. Periode awal meliputi Medieval (tahun 500-1400) dan Renaissance (tahun 1400-1600). Periode praktek umum meliputi Baroque (tahun 1600-1750), Klasik (tahun 1750-1830) dan Romantis (tahun 1804-1949). Sedangkan periode modern dan kontemporer mencakup abad ke-20 (1900-2000) dan kontemporer (1975-sekarang).

ANTHONY TOMMASINI dalam artikelnya di New York Times membuat daftar 15 komposer musik klasik paling besar dalam sejarah dan anda akan melihat bagaimana peran kota Wina bagi karir musik mereka. Dari kelimabelas komposer paling besar di dunia, delapan di antaranya berasal dari Wina atau berkarir di Wina, atau hidup sampai meninggal dunia di Wina. Inilah mereka:

BeethovenLudwig van Beethoven, adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman. Beethoven adalah tokoh penting musik klasik dalam transisi antara era Klasik dan Romantic. Komposisinya paling terkenal termasuk 9 simfoni, 5 konserto untuk piano, 32 piano sonata, dan 16 kuartet gesek. Ia juga memiki karya musik kamar, paduan suara, dan lagu-lagu. Selama 22 tahun pertamanya di Bonn, Beethoven belajar dari Wolfgang Amadeus Mozart. Beethoven pindah ke Wina pada tahun 1792 dan mulai belajar dengan Joseph Haydn, dan dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai pianis virtuoso. Dia tinggal di Wina hingga akhir hayatnya. Pada sekitar 1800 pendengarannya memburuk, dan pada dekade terakhir hidupnya ia hampir benar-benar tuli. Dia tidak lagi tampil di depan umum tapi terus menulis; banyak karya Beethoven yang paling dikagumi berasal dari periode ini.

MozartWolfgang Amadeus Mozart, adalah seorang komponis produktif asal Jerman dan berpengaruh dari era klasik. Mozart menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dari masa kecilnya. Saat mengunjungi Wina pada 1781, dia kemudian memutuskan tinggal di sana, di mana ia mencapai ketenaran ke seluruh dunia. Selama tahun-tahun terakhirnya di Wina, ia palig banyak menulis simfoni terkenalnya, konserto, dan opera, dan lain-lain. Mozart menghasilkan lebih dari 600 karya, banyak diakui sebagai puncak dari simfoni, concertante, kamar, opera, dan musik paduan suara. Pengaruh Mozart pada seni musik Barat selanjutnya mendalam; bahkan karya-karya Beethoven awalnya dalam bayangan Mozart. Joseph Haydn menulis bahwa “anak cucu kita tidak akan melihat bakat seperti ini lagi dalam 100 tahun.”  Tidak hanya indah, musik Mozart juga diperkirakan bermanfaat untuk kecerdasan. Riset-riset dari Tomatis (1991), Rauscher (1993), dan didukung oleh Ross (1994), Campbell (1997) menunjukkan bahwa karya Mozart bisa membantu mempercepat kesembuhan, meningkatkan kecerdasan umum dan kecerdasan spasial.

HaydnFranz Joseph Haydn, adalah komposer terkemuka dan produktif pada periode Klasik. Dia berperan dalam perkembangan musik kamar seperti trio piano dan kontribusinya terhadap bentuk musik telah mendapatkan dia julukan sebagai “Bapak Symphony” dan “Bapak String Quartet”. Dia juga merupakan teman dari Wolfgang Amadeus Mozart dan guru Ludwig van Beethoven. Haydn adalah warga seumur hidup Austria, dan saat kematiannya, berusia 77, ia adalah salah satu komponis paling terkenal di Eropa. Haydn memiliki rasa humor yang kuat dan sering terlihat dalam musiknya. Dia memiliki banyak teman dan ia selalu terlihat bahagia dan ceria dengan temperamen yang alami. Namun di akhir kehidupannya, Haydn kemungkinan mengalami depresi, terutama terkait dengan seseorang bernama Mrs Genzinger. Dia menulis 340 jam musik, lebih banyak dari komposer lain. Meskipun banyak dicari-cari pencinta musik, Simfoni Haydn, namun dia sendiri mengatakan, “Saya baru saja menemukan cara untuk menggunakan angin.”

BrahmsJohannes Brahms, adalah komposer dan pianis dari Jerman namun menghabiskan sebagian besar kehidupan musiknya di Wina. Brahms adalah salah satu pengrajin terbaik dalam sejarah musik. Dia menulis 2 piano konserto, dan yang ke-2 adalah concerto piano terbesar yang pernah disusun. Bukan karea sulit secara teknis seperti concerto 3 Rachmaninov, tapi piano yang diperlukan sangat besar . Dia menulis 4 simfoni, semuanya luar biasa, sebuah Requiem dalam bahasa Jerman, terbaiknya dalam kelasnya, dan salah satu konserto biola terbesar dalam sejarah.

 

 

Mahler

Gustav Mahler, adalah seorang komponis akhir-Romantis dan salah satu konduktor terkemuka dari generasinya. Ia lahir di Bohemia yang dulu masuk Kekaisaran Austria, namun kini menjadi bagian Republik Ceko. Dikenal dengan jukukan symphonist kematian. Dia hanya menulis 10 simfoni, yang terakhir “Das Lied von der Erde,” disebut sebagai simfoni terbaiknya. Meskipun ia menulis puluhan lagu lainnya, iya tetap banyak sibuk dengan simfoni pertama, yang kental ide-ide kematian. Dalam karyanya, “Resurrection,” bagian akhirnya dikatakan dapat membuat perempuan pingsan, dan pria dewasa menangis.

 

 

SchubertFranz Peter Schubert, adalah seorang komponis Austria. Meski meninggal pada usia tiga puluh satu, Schubert sangat produktif. Karyanya terdiri dari lebih dari enam ratus karya sekuler vokal (terutama Lieder), tujuh simfoni lengkap, musik suci, opera, musik insidental dan dan musik piano. Apresiasi musik saat ia masih hidup terbatas pada lingkaran yang relatif kecil dari pengagumnya di Wina, tetapi kekaguman pada karyanya meningkat secara signifikan dalam dekade setelah kematiannya. Schubert berada pada peringkat atas di antara komponis terbesar dari era Romantic awal.

Penulis lagu terbesar sepanjang masa. Schubert menulis lagu dengan begitu cepat sehingga segera setelah selesai dengan yang satu, ia melemparkannya ke lantai dan meraih selembar kertas untuk memulai yang baru. Dia menulis “Hark, Hark, burung,” salah satu dari karya terbaiknya, saat menunggu tagihan minumnya, sekali duduk. Dia menulis sekitar 650 lagu, dan yang paling terkenal adalah Quintet Piano nya, dijuluki Trout. Ia juga menulis, 9 simfoni. Karya terbaiknya adalah simfoni 8 dan 9.

LisztFranz Liszt, Pianis terbesar sepanjang masa. Liszt bermain piano dengan sempurna pertama kalinya ia melihat musik. Dia menulis ratusan potongan-potongan pendek, lagu, preludes, etudes, dua piano konserto, puisi simfoni. Sebagian besar karya pianonya adalah yang paling teknis, hampir mustahil untuk dimainkan sehingga mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari musik yang pernah ditulis untuk instrumen apapun. Bahkan para profesional piano veteran menolak untuk bermain “Feux Follets No. 5”. Di Wina, Liszt menerima pelajaran piano dari Carl Czerny, yang di masa mudanya sendiri pernah menjadi mahasiswa Beethoven dan Hummel. Dia juga menerima pelajaran dalam komposisi dari Antonio Salieri, yang saat itu direktur musik dari pengadilan Wina. Dia disambut baik dalam lingkungan bangsawan Austria dan Hungaria.

VivaldiAntonio Lucio Vivaldi, adalah komposer Baroque asal Italia, pemain biola virtuoso, guru dan ulama. Lahir di Venice, ia diakui sebagai salah satu komposer Baroque terbesar, dan pengaruhnya selama hidupnya tersebar luas di seluruh Eropa. Setelah bertemu Kaisar Charles VI, Vivaldi pindah ke Wina. Namun, Kaisar meninggal tak lama setelah kedatangan Vivaldi, dan Vivaldi sendiri meninggal kurang dari satu tahun kemudian dalam kemiskinan. Setelah kematiannya, musik Vivaldi meluncur ke dalam ketidakjelasan sampai kebangkitan yang kuat di abad ke-20. Hari ini, dia peringkat di antara yang paling populer dan banyak dicatat komposer Baroque. Bahkan Johann Sebastian Bach, mengaku dirinya sangat dipengaruhi oleh karya Vivaldi.

 

Melihat daftar nama para musikus terbesar dunia sepanjang sejarah di atas dan waktu yang mereka habiskan di Wina untuk menghasilkan karya-karya besar, tidak salah jika Wina dijuluki ibukota musik dunia. Sejak awal dalam kunjungan ke Wina saya mencoba mencuri-curi waktu untuk menonton salah satu konser yang banyak ditawarkan di tempat umum, namun akhirnya saya tidak berhasil dan harus menunggu kunjungan berukutnya insya Allah. Walaupun penikmat musik klasik, saya tidak memainkan alat musik apapun selain sedikit bermain gitar. Namun kesukkan yang tinggi nampaknya turun pada Zia Alkhair Nailian, anak pertama saya yang kini dengan tekun, tanpa paksaan (bahkan tanpa motivasi) belajar piano di Yamaha Music School Pekanbaru.





IRENA dibentuk, Indonesia tak ikut (IRENA has been founded, Indonesia is not on board)

3 03 2009

IRENA adalah singkatan dari International Renewable Energy Agency, sebuah organisasi dunia yang baru dibentuk di Bonn, Jerman 26 Januari 2009 lalu, dan merupakan satu-satunya kerjasama multilateral di bidang energi terbarukan. Tujuan utama IRENA adalah membantu negara-negara anggota dalam menentukan strategi pengembangan energi terbarukan di masa datang.

Tujuh puluh enam negara telah menandatangani kesediaan menjadi anggota pada saat IRENA dibentuk, termasuk negara-negara berpengaruh seperti Austria, Denmark, Perancis, Israel, Italia, Belanda, Korea, Portugal, Spanyol, Swedia, dan tentu saja German, dll. Beberapa negara berkembang juga telah menjadi anggota, antara laian Argentina, Congo, Mesir, Ghana, Iran, Nepal, Filipina, Turki, dll.

Namun disayangkan, beberapa negara penting justru belum menjadi anggota,  misalnya, Amerika Serikat, Australia, China, India, Jepang, Inggris, Kanada, Brazil, Malaysia, Selandia Baru, Saudi Arabia, Afrika Selatan, Swiss, Thailand, dll. Negara-negara ini menghadiri konferensi hanya sebagai pengamat.

Bagaimana Indonesia

Walaupun Indonesia mengirimkan delegasi ke Konferensi Pendirian IRENA, tapi hanya sebagai pengamat dan Indonesia tidak menandatangani piagam kesediaan penjadi anggota. Alasan utamanya adalah alasan klasik, bahwa delegasi Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk menandatangani piagam keanggotaan. Jelas, karena yang diutus ke konferensi adalah sekretaris kedutaan Indonesia di Jerman. Padahal delegasi mesti mengantongi kuasa penuh dari pemerintah pusat untuk menandatangani piagam keanggotaan. Kewenangan inilah yang tidak dimiliki delegasi Indonesia.

Dalam Konferensi persiapan pembentukan IRENA bulan April 2008, Indonesia tampil lebih baik. Saat itu pemerintah mengutus Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Ir. Ratna Ariati MSc, Kapuslitbang Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan, DESDM, dan wakil dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin. Tapi entah mengapa ketika Konferensi Pembentukan, Indonesia hanya diwakili staff Kedutaan di Berlin.

Pemerintah tidak mengutus pejabat yang berwenang jelas menggambarkan ketidakseriusan pemerintah dalam pengembangan energi terbarukan, sekaligus menguatkan bukti bahwa pengembangan energi terbarukan hanya dijadikan sebagai kegiatan sampingan pemerintah. Padahal kerusakan lingkungan akibat kegiatan terkait energi di Indonesia sudah amat parah dan kriris energi fosil sudh di depan mata. Sikap ini menunjukkan ambiguitas, karena di sisi lain Indonesia memiliki Kebijakan Energi Hijau dengan target 17% energi terbarukan tahun 2020. Juga, dalam banyak kesempatan pejabat pemerintah sering mengatakan “kita komit terhadap pengembangan energi terbarukan.”

Bisa saja pemerintah tidak melihat pentingnya menjadi anggota IRENA dengan alasan tertentu. Tapi mestinya pemerintah melihat peluang besar dengan menjadi anggota IRENA. Jaringan kejasama intenasional di bidang ini tidak  hanya akan memudahkan Indonesia dalam transfer teknologi, tapi juga memudahkan dalam penyusunan kebijakan, dan peluang menarik investasi di bidang ini.

Entahlah, apapun alasan pemerintah kita, mudah-mudahan adalah alasan yang kuat, bukan karena lupa/abai mengirim delegasi yang berkuasa penuh. Kalaupun itulah alasannya, masih ada peluan untuk menjadi anggota IRENA. Contohnya Belarusia yang menjadi anggota sebulah setelah IRENA didirikan.

Untuk mengetahui informasi yang lebih detail tentang IRENA, silahkan klik tulisan saya di sini.