Biaya Listrik Energi Terbarukan di Desa Terpencil Lebih Murah Dibanding Menggunakan Genset

9 01 2018

Menggunakan software HOMER, sebuah sistem pembangkit listrik hibrida (hybrid) dirancang di sebuah desa terpencil di Provinsi Riau. Sistem terdiri dari PLTS 5 kW, Darrieus Hydrokinetic Turbine 2 x 3 kW, baterai 14.400 Ah, inverter 20 kW, dan generator diesel 18 kW sebagai back-up.

Biaya energi listrik (COE) dari sistem hibrida lebih tinggi dibanding biaya listrik PLN. Namun saat itu, listrik PLN belum menjangkau desa tersebut sehingga masyarakat menggunakan genset. Biaya listrik sistem hibrida lebih murah dibanding biaya dengan genset. Emisi CO2 dari sistem hibridia juga jauh lebih rendah.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan download artikel berikut: 2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU.

2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU

 

Advertisements




Turbin Sungai Mississipi untuk 1,5 juta rumah (Mississipi River hydro power for 1.5 million homes)

12 04 2008

Sejumlah 160 ribu turbin air akan dipasang di Sungai Mississippi untuk menghasilkan listrik hingga 1600 MW listrik, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 1,5 juta rumah. Perusahaan Free Flow Power mengatakan bahwa pemasangan turbin di dasar sungai tidak akan mengganggu lalu-lintas kapal. Mereka juga yakin proyek tersebut tidak akan mengganggu ekosistem setempat.

Berbeda dengan bendungan Three Gorges di Cina yang menimbulkan dampak lingkungan besar, teknologi milik Free Flow Power menggunakan generator listrik magnet permanent yang dapat dipasang dalam kelompok kecil di bawah air, menangkap energi kinetic arus air, sehingga pembangunan dam tidak diperlukan. Generator milik mereka, yang terdiri dari enam turbin setiap set, bisa ditambatkan di bawah air dengan cara dipancangkan ke dasar sungai atau ditempelkan ke tiang jembatan.

Foto: Free Flow Power

Foto: Plenty Magazine

Free Flow Power telah mendapat izin dari Federal Energy Regulatory Commission telah melakukan studi di 59 lokasi. Pada setiap lokasi akan dipasang ratusan hingga ribuan turbin dalam jarak beberapa kilometre. Biaya diperkirakan $3 Miliar (Rp 27,6 Triliun).

Perusahaan diberi waktu 3 tahun untuk melakukan kajian teknis dan lingkungan di 59 lokasi. Jika hasilnya baik, pengerjaan dimulai 2012. Walaupun teknologi mereka tidak semurah teknologi hidro konvensional, perusahaan meyakinkan pemerintah setempat bahwa harga listrik yang mereka produksi cukup kompetitif.

Source: Plenty Magazine

Untuk memberi komentar atas informasi ini, silahkan klik di samping Comments di bawah.