Teman Kita di Desa Juga Bisa Bikin Turbin Angin

12 06 2016

Video berikut memperlihatkan sebuah turbin angin sederhana yang saya temukan tanpa sengaja dalam perjalanan menuju Bukit 4, Sungai Hijau, Bangkinang, Riau. Rotor turbin ini dibuat dari bilah pipa paralon yang dibelah dua lalu dibengkokkan sedemikian rupa untuk mendapatkan efek aerodinamika. Jika merujuk pada literatur modern, jenis turbin angin adalah horizontal axis.

Video ini hanya untuk mennunjukkan bahwa ada energi pada gerakan massa udara (angin). Jika anda tidak percaya, warga Desa di Sungai Hijau ini telah membuktikannya. Mereka menggunakan turbin ini untuk mengusir burung dari ladang padi.

Advertisements




Ratu Inggris ikut ‘hijau’ (Queen Elisabeth goes green)

22 05 2008

Ratu Elizabeth kini menjadi salah satu public figure paling ‘hijau’ dunia. Baru-baru ini Ratu Inggris ini melalui perusahaan pribadinya ‘the Crown Estate’ melakukan investasi pembangunan turbin angina terbesar dunia.

Ratu Elisabeth II (Foto: media.bonnint)

Sebelum ini, perusahaan yang menguasai sebagian besar dasar laut pantai Inggris ini hanya menyewakan kawasannya untuk proyek-proyek turbin angin dan tidak melakukan investasi untuk energi angin.

Tapi kini akan punya turbin berkapasitas 7,5 MW sekaligus menjadi yang terbesar di dunia, jika menjelang diperasikan 2010 tidak ada yang membuat turbin lebih besar.

Semua energi listrik yang dihasilkan akan dijual ke perusahaan listrik setempat.

Aapakah ada orang kaya Indonesia yang ingin ‘hijau’ juga?

Diterjemahkan dari: Reuters





Turbin angin Bahrain WTC (World’s First Building-Integrated Wind Turbines)

12 04 2008

Tiga turbin angin telah dipasang di Bahrain World Trade Center, gedung kembar pancakar langit setinggi 240 meter, di Bahrain. Inilah pertama di dunia di mana turbin angin berkapasitas besar dipasang di gedung komersial. Ketiga turbin ini dipasang untuk membangkitkan energi listrik bagi gedung tersebut. Masing-masing turbin memiliki diameter 29 meters, dipasang pada jembatan-jembatan yang menghubungkan kedua tower.

Foto: Inhabitat

Untuk meningkatkan efisiensi, gedung dirancang sedemikian sehingga memiliki karakter aerodinamik yang dapat memaksimalkan aliraan udara menuju turbin.

Ketiga turbin ini mampu menghasilkan 1100 hingga 1300 MWh, atau 10-15% kebutuhan listrik gedung tersebut. Jika digunakan untuk rumah, energi yang dihasilkan mampu melistriki 300 rumah selama setahun.

Atas prestasi ini Bahrain WTC telah masuk dalam shortlist untuk mendapatkan EDIE Award for Environmental Excellence.

Proyek yang dikerjakan bersama oleh Atkin Architects and Engineers dan Norwin ini menghabiskan biaya 3.5% dari keseluruhan proyek pembangunan Bahrain WTC yang selesai awal April 2008. Walaupun tidak menghasilkan energi terlalu besar, terobosan ini merupakan langkah besar yang patut diapresiasi.

Sumber:

http://www.treehugger.com/files/2007/03/bahrain_install.php

http://www.inhabitat.com/2008/04/10/bahrain-world-trade-center-turbines-activate/

http://www.ecogeek.org/content/view/938/

Untuk memberi komentar atas informasi ini, silahkan klik di samping Comments di bawah.





Kincir angin terapung pertama dunia.

9 12 2007

Sebuah kincir angin terapung diluncurkan di Berlin, Rabu 5 Desember 2007. Menurut produsennya, kehadiran kincir angin terapung pertama di dunia ini merupakan awal bagi pengembangan energi terbarukan secara besar-besaran.

061.jpg

Perusahaan asal Belanda, Blue H Technologies mengatakan bahwa inovasi mereka diinspirasi teknologi anjungan minyak lepas pantai. Lokasi pemasangan pertama adalah lepas pantai Puglia, selatan Italia.

Berbeda dengan kincin angin biasa, jenis ini tidak perlu ditanamkan ke dasar laut alias terapung. Jenis ini dapat dipasang pada air dengan kedalaman lebih 50 meter. Jika menggunakan metode konvensional, pada kedalaman ini, biaya pemasangan menjadi terlalu besar.

Pada saat yang sama, pemerintah Jerman menyetujui program nasional melawan pemanasan global, yang di dalamnya termasuk target menjadikan energi terbarukan seperti energi angin memberikan kontribusi antara 25 hingga 30 persen terhadap kebutuhan energi nasional tahun 2020, lebih tinggi dari target sekarang 12 persen.

Disarikan dari Word of Renewables.

Catatan:

– Fiji, sebuah negara di Pasifik memiliki target energi terbarukan lebih dari 80 %.

– Indonesia memiliki target energi terbarukan 5% tahun 2020. Padahal potensi Indonesia melebihi Jerman dan Fiji.





Turbin angin maglev, sebuah revolusi (?)

5 12 2007

059.jpgZhongke Hengyuan Energy Technology CO. Ltd yang berpusat di Guangzhou, menginvestasikan dana sebesar 400 juta yuan untuk pembangunan pondasi tersebut. Perusahaan tersebut berharap memperoleh pendapatan sebesar 1,6 milyar yuan pertahunnya dari pembangkit listrik tersebut.

Pondasi yang ada akan digunakan untuk beberapa pembangkit listrik tenaga angin berteknologi maglev yang masing-masingnya mempunyai kapasitas daya mulai dari 400 watt hingga 5.000 watt di semester pertama tahun 2008.

Generator maglev yang dikembangkan Guangzhou Energy Research Institue, di bawah naungan Chinese Academy of Science, bersama dengan Zhongke Hengyuan Energy Technology CO. Ltd diperkirakan mampu menangkap energi angin di daerah dengan kecepatan angin yang rendah. Teknologi magnetic levitation yang digunakan menjadikan generator tersebut bisa berputar tanpa mengalami gesekan yang akan menghambat putaran awal, sehingga kecepatan angin 1,5 meter per detik pun telah bisa menggerakkannya.

060.jpg

Turbin angin konvensional membutuhkan angin dengan kecepatan yang tinggi agar bisa mulai berputar. Kecepatan angin dibutuhkan untuk mengimbangi terjadinya gesekan yang diakibatkan oleh bearing-bearingnya, papar Li Guokun, chief scientific teknologi tersebut.

Generator maglev bisa mengurangi biaya operasional pembangkit listrik tenaga angin hingga setengahnya. sehingga biaya keseluruhannya masih di bawah US$ 0.05 per kWh, tambah Li.

Generator tersebut bisa digunakan di pulau-pulau, stasiun TV dan menghasilkan listrik bagi penerangan jalan dengan memanfaatkan aliran udara yang ditimbulkan oleh kendaraan yang lewat.

Sumber: Energy Portal

My notes:

Menurut situs Engadget, turbin angin Maglev memiliki effisiensi seribu kali lebih baik dibandingkan turbin angina konvesnional. Jika memang benar, maka turbin angina Maglev adalah solusi baru masalah energi dunia.

Jika hitungan diatas kertas dapat diwujudkan, sehingga 1 turbin angin Maglev dapat memberikan listrik bagi 750 ribu rumah, berarti Kota Pekanbaru yang berpenduduk 700 ribu jiwa hanya memerlukan 1 turbin angin Maglev.

Selamat datang revolusi, selamat tinggal nuklir dan bahan bakar fosil.