Rindu menulis

22 07 2014

Sahabat blog.

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog ini. Kesibukan seringkali menguras tenaga dan menelan waktu.
Namun saya masih mengamati komentar sahabat sekalian di sini. Namun akhir-akhir ini saya tidak bisa lagi menanggapi semua komentar seperti biasa.

Semoga dalam waktu dekat bisa kembali menulis sesuatu lagi.

Salam

Kunaifi





Pusat Studi Energi UIN Suska Berdiri (Energy Research Centre UIN Suska is Established)

26 10 2011

Company Profile EnReach dapat di-download dari gambar di samping. Website EnReach www.enreach.or.id

Bertepatan dengan Engineers’ Day (Hari Insinyur Dunia), pada tanggal 15 September 2011 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska Riau membuat cacatan baru dengan mendirikan sebuah Pusat Studi Energi yang diberi nama Energy Research Centre (EnReach).

EnReach didirikan dengan beberapa latar belakang, yaitu:

  • Energi memainkan peran penting bagi masyarakat modern untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh sebab itu, berbagai bentuk kesulitan akan dialami manusia jika akses pada energi dibatasi.
  • Akses pada energi belum dinikmati secara merata dan adil oleh seluruh penduduk. International Energy Agency (2011) mencatat lebih 1,3 miliar orang, umumnya di negara berkembang, tidak memiliki akses pada listrik dan sekitar 2,7 miliar tanpa fasilitas memasak yang bersih. Di Indonesia, lebih 70 juta penduduk belum mendapatkan akses pada listrik, di mana lebih 80% berada di kawasan terpencil, dan 50% berada di luar Jawa dan Bali.
  • Selain itu, pola produksi dan konsumsi energi yang berlaku selama ini tidak hanya memberikan manfaatkan besar bagi manusia dan pembangunan, namun juga telah menimbulkan berbagai dampak sosial dan lingkungan hidup yang besar seperti perubahan budaya dan penurunan daya dukung lingkungan hidup.
  • Di sisi lain, Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang tersedia dalam kapasitas besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
  • FST UIN Suska Riau meyakini bahwa strategi pengembangan sektor energi masa depan harus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainable energy), yang menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup secara seimbang. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan dunia akademik, bisnis, dan pemerintah secara optimal.

Melalui Surat Keputusan Dekan FST UIN Suska, EnReach didirikan sebagai lembaga riset otonon ketiga di UIN Suska Riau dan pertama di FST. Sebelumnya telah berdiri lembaga riset otonom bidang studi Islam Asia Tenggara pada tingkat universitas dan lembaga riset otonom bidang agrikultur di Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Visi EnReach adalah menjadi lembaga studi energi terdepan di Propinsi Riau yang menawarkan solusi berkelas global untuk mengatasi persoalan energi lokal (global solution for local energy problems).

Sedangkan misi yang diemban EnReach adalah:

  1. Melaksanakan studi dan penelitian energi multidisiplin untuk membantu mengatasi persoalan suplai energi di Propinsi Riau dan Indonesia, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
  2. Melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses pada energi yang handal, harga terjangkau, dan mendorong kegiatan produktif.
  3. Melakukan kegiatan penyebaran (diseminasi) dan promosi energi berkelanjutan.
  4. Melaksanakan tata kelola lembaga yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Lambang dan motto EnReach adalah seperti gambar berikut:

Sedangkan moto EnReach adalah EnLightening People” yang berarti “memberi cahaya atau pencerahan kepada masyarakat.”

Struktur Organisasi EnReach terdiri dari:

  1. Dewan Pengurus (Board), selanjutnya disebut Dewan.
  2. Eksekutif (Executive)
  3. Peneliti (Researcher)

Mengingat energi adalah bidang yang multidisiplin, anggota dewan (board) tetap yang terdiri dari:

  1. Dekan FST UIN Suska Riau (ex-officio, Board Member) – Dekan FST dengan bidang: Arsitektur.
  2. Kunaifi (pendiri, Chief of Board) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: energi terbarukan, efisiensi energi, pembangunan berkelanjutan.
  3. Novriyanto (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Informatika dengan bidang: Green ICT, IT project management, IT strategy and assessments.
  4. Petir Papilo (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Industri dengan bidang: kebijakan energi dan quality control.
  5. Zulfatri Aini (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: efisiensi energi, sistem tenaga listrik, perencanaan dan analisa sistem tenaga listrik.
  6. Liliana (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengn bidang: energi terbarukan, sistem tenaga listrik, dan proteksi sistem tenaga listrik.
  7. Nesdi Evrilyan Rozanda (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Sistem Informasi dengan bidang: green ICT dan IT project management.

EnReach saat ini fokus pada empat bidang kajian yang dapat dilaksanakan dalam bentuk riset, proyek, program, dan intervensi, yaitu:

  1. Energi terbarukan
  2. Efisiensi energi
  3. Green ICT
  4. Kebijakan energi.

Walaupun hingga saat tulisan ini dibuat EnReach baru berusia 6 minggu, EnReach telah melakukan berbagai kegiatan antara lain:

  1. Ikut membahas Ranperda Ketenagalistrikan Propinsi Riau
  2. Menyusun konsep implementasi proyek solar home system yang berkelanjutan di Distamben Propinsi Riau.
  3. MoU riset dan proyek dengan Hochscule Amberg-Weiden German dalam bidang energy terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
  4. Studi persiapan proyek pembangkit listrik tersambung jaringan di atap kantor Pemprov Riau.
  5. Menjadi tuan rumah riset bio-energi mahasiswa S2 dari Hochscule Amberg-Weiden German.
  6. Studi potensi energi biomassa di 2Kabupaten di Propinsi Riau.
  7. Audit energi pada sektor bangunan kantor, bekerjasama dengan Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM dan PT. Energy Management Indonesia.

Selain melakukan kegiatan secara mandiri, EnReach membuka diri atas kerjasama riset, proyek, program, dan intervensi teknologi dan kebijakan energi terbarukan, efisiensi energi dan green ICT. Saat ini EnReach dalam tahap pembicaraan akhir kerjasama riset energi terbarukan dan capcaity building clean energy dengan sebuah perusahaan di Jakarta dan sebuah NGO di Paris.

Kunjungi EnReach di www.enreach.or.id dan melalui email info@enreach.or.id

Company Profile EnReach dapat diunduk dari gambar berikut.





Kamus Bahasa Inggris Bergambar (Visual English Dictionary)

25 11 2008

Saya sudah lama mencari kata bahasa Inggris untuk ‘tutup botol.’ Di kamus tidak ketemu. Bertanya pada teman-teman pun tidak ada jawaban. Pernah tanya ke teman bule, tapi kemudian lupa lagi.

Dulu di Jakarta pernah lihat ada teman punya kamus bergambar yang bagus sekali. Dari kamus itu saya menemukan kata bahasa Inggris untuk ‘kantong baju yang ada tutupnya’ (flap pocket). Saya juga menemukan beda antara ‘arm’ dan ‘hand’ pada kamus bergambar itu.

Pencarian kata ‘tutup botol’ membuat saya butuh kamus bergambar. Cari-cari di katalog pustaka ketemu Oxford English Visual Dictionary. Sangat lengkap tapi sayang cuma ada versi online. Repot juga kalau setiap mau lihat kamus mesti login dulu. Mesti cari yang lebih praktis dan gratis.

Akhirnya pencarian pun menemukan hasilnya. Walaupun tidak lengkap-lengkap sangat, tapi sunggguh membantu. Silahkan cek di http://visual. merriam-webster. com/index. php

168

Contoh tampilan di Merriam-Webster Visual Dictionary Online

Kamus ini bernama Merriam-Webster Visual Dictionary Online. Saya langsung tertarik karena ada ‘Webster’ pada namanya. Webster adalah jaminan mutu untuk kamus. Pada kamus online ini anda dapat mencari gambar untuk kata yang anda inginkan. Kamus ini tidak hanya akan membawa anda pada gambar yang persis mewakili kata yang anda cari, tapi juga menampilkan gambar untuk kata-kata sejenis dan mirip.

Jika ingin mencari gambar untuk kata-kata pada bidang tertentu pun bisa. Tersedia pilihan mulai dari Astronomi hingga Olahraga.

Selamat mencoba.





Jurnal Gratis (Open Access Journals)

2 09 2008

Akses ke artikel-artikel di jurnal-jurnal ilmiah adalah kebutuhan bagi banyak orang terutama yang bekerja sebagai peneliti atau pengajar. Namun disadari bahwa di Indonesia belum banyak universitas dan lembaga penelitian yang memiliki akses ke jurnal-jurnal ilmiah internasional. Berbagai alasannya, antara lain harga jurnal yang mahal dan rendahnya kualitas internet di dalam negeri. Untuk yang terakhir, yaitu akses internet, tidak bisa ditawar, sebab inilah pintu untuk masuk ke jurnal-jurnal internasional.

Walaupun kondisi ini jelas menghambat para peneliti dan pengajar dalam menghasilkan karya-karya ilmiah, namun tidak perlu terlalu bersedih, sebab kini cukup banyak jurnal-jurnal ilmiah internasional yang dapat diakses secara gratis.

Di sini akan diberikan beberapa link yang akan membawa anda ke daftar jurnal-jurnal gratis tersebut. Anda tidak perlu ragu akan kualitas jurnal-jurnal gratis ini. Sebab sesungguhnya jurnal-jurnal tersebut bukan terbit tanpa biaya, tapi ada lembaga yang sudah membayarkan untuk anda. Jadi, anda tidak perlu merasa malu memasang link ke jurnal-jurnal gratis ini di website perpustakaan anda.

Perpustakaan Universitas Kebangsaan Malaysia: Daftar jurnal gratis

Wikipedia: Informasi tentang open source journals dan daftar jurnal gratis

Perpustakaan Australian National University:Tabel e-resource dan database, di kolom kanan tertulis “Free e-resource” menandakan jurnal tersebut gratis.

Directory of Open Access Journals: Daftar jurnal gratis (yang saya temukan) paling lengkap.

Perpustakaan Curtin University of Technology: Daftar jurnal gratis dan katalog beberapa perpustakaan.

e-book gratis dari University of Virginia

Selamat membaca.





Jurnal gratis di arXiv.org (Free journal articles on arXiv.org)

25 04 2008

Pada suatu ketika di tahun 1991, seorang peneliti bernama Paul Ginspark menyampaikan ide kepada direktur Los Alamos National Laboratory, tempat dia bekerja. Masih ingat Manhattan Project yang melahirkan bom atom yang kemudian dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki? Ya, Manhattan Project dikerjakan di Los Alamos Nt’l Lab.

Apa kata Mr Ginspar pada bosnya? Begini pak, bagaimana kalau kita bikin sebuah website untuk mewadahi artikel-artikel pre-print yang ditulis para peneliti di lab kita, bahkan di seluruh Amerika, bahkan di seluruh dunia. Artikel-artikel pra-cetak ini tentu tidak perlu melewati proses review untuk bisa dipublish di website kita itu, namanaya aja pre-print. Di dalam website itu nanti akan kita buat kelompok-kelompok keilmuan, seperti Matematikan, Fisika, Komputer, Biologi, dsb.

Apa yang dimaksud Pre-print? Secara ringkas, artikel pre-print adalah artikel yang sudah selesai ditulis tapi dalam tahap menunggu approve oleh review. Maklum, proses review memakan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk jurnal sekelas Nature atau Science. Mempublish artikel Pre-print tidak berarti menggugurkan statusnya di jurnal asli di mana artikel itu sedang di review, karena di jurnal pre-print disebutkan bahwa artikel itu sedang disubmit di jurnal tertentu. Atuk Wiki menjelaskannya secara panjang lebar di http://en.wikipedia .org/wiki/ Preprint

Jawaban sang Direktur kira-kira begini: Wah ide anda cemerlang sekali. Bayangkan, berapa orang di dunia ini yang ingin idenya didengar orang lain segera? Lewat website kita, hasrat mereka tertampung. Selain itu, website kita bisa menjadi sarana bagi para peneliti pemula yang sedang belajar menulis artikel ilmiah.

Tahun itu juga ide Ginspark terwujud. Dengan dana dari kantornya, lahirlah apa yang diberinya nama LANL Preprint Archieve menggunakan alamat website xxx.lanl.gov.

Delapan tahun kemudian, xxx.lanl.gov telah berkembang pesat. Walaupun hanya berisi artikel-artikel ilmiah yang ‘belum tentu lolos seleksi’ jika dikirim ke jurnal konvensional, sebagian besar artikel di xxx.lanl.gov lama kelamaan memiliki kualitas bagus dan dipertimbangkan di kalangan ilmiah dunia. Atas prestasi ini, Cornell University jadi ngiler dan menyatakan keinginan mengelola xxx.lanl.gov. Cornell lalu menggaet National Science Foundation yang terkenal kaya. Dengan dana patungan, mereka sukses mengambil alih xxx.lanl.gov.

Cornell lalu mengganti alamat website xxx.lanl.gov menjadi arXiv.org.Di bawah Cornell arXiv.org makin berkembang pesat. Maret 2008 mereka punya koleksi artikel sebanyak 469 ribu dan setiap bulan bertambah sekitar 4 ribu artikel mencakup bidang-bidang astronomi, mathematika, fisika, ilmu komputer, nonlinear science, quantitative biology dan, statistics. Selain itu, arXiv.org kini memiliki banyak mirros (http://arxiv. org/servers. html) di seluruh dunia. Luar biasa.

Halaman depan arXiv.org (Source: http://arxiv.org/)


Atas inisiatif cemerlangnya, pada 2002 Ginspark mendapat award McAthur Fellowship yang bergengsi.

Apakah arXiv.org benar-benar bebas review? Tidak juga. Sejak dimiliki Cornell, mereka menerapkan metode penyaringan. Tapi bukan review, cuma semacam endorsement. Tujuannya untuk menjamin bahwa artikel yang masuk memang sesuai dengan tema-tema arXiv.org dan sesuai dengan perkembangan ilmu saat itu. Tentang content, tidak berpengaruh.

Walaupun tidak ada review, kualitas makin lama makin bagus, sebab penulis yang memposting artikel di sana tidak sembarangan posting. Mereka sadar bahwa jurnal mereka akan dibawa di seluruh dunia. Jadi, mereka mencoba mengontrol kualitas artikel mereka demi menjaga reputasi sebagai ilmuwan.

Sumber cerita: Wikipedia





Beasiswa Masters dan PhD Australia 2009 (2009 Australian Masters & PhD Scholarships)

1 02 2008

122.gif

Australian Leadership Awards Scholarships

Applications for the 2008 ALA intake have now closed. The 2009 intake will open in April 2008.

The Australian Leadership Awards (ALA) Scholarships are a component of the Australian Leadership Awards, a regional program under the Australian Scholarships initiative. Australian Leadership Awards aim to develop leadership, build partnerships and linkages within the Asia-Pacific.

They are intended for those who are already leaders or have the potential to assume leadership roles that can influence social and economic policy reform and development outcomes, both in their own countries and in the Asia-Pacific region. The ALA program comprises of Scholarships and Fellowships.

ALA Scholarships are academically elite awards offered to high achievers from the Asia-Pacific region each year to undertake postgraduate study (Masters or Doctorate) and a Leadership Development Program in Australia.

Selection for ALA Scholarships is highly competitive, based on leadership qualities and on academic excellence.

ALA Scholarships are an investment in the future of the Asia-Pacific region. In this regard, ALA scholars are required to return to their home country or the region for two years after they have completed their studies.

In future years, ALA scholars will belong to a unique group – the Australian Scholarships Alumni Network (ASAN) – that will maintain strong and enduring links to Australia. Managed by AusAID as part of Australia’s overseas aid program, ALA Scholarships are open only to citizens of countries in the Asia-Pacific region with which Australia has a significant aid program.

Objectives of ALA Scholarships

ALA Scholarships aim to:

· develop a cadre of leaders advancing regional reform, development and governance

· increase exchange of knowledge and information within the region

· build common purpose and understanding between Australia and the region

· build capacity to address priority regional issues

· build effective networks between Australia and the region

· demonstrate the benefits of Australian education through the provision of high quality education.

Fields of study

Awards are open to all fields of study, however, study programs that relate to the priority themes of international trade, pandemics, security and climate change (including clean energy) are encouraged. Scholarships are not available for military training, or training in areas related to nuclear technology and flying aircraft.

Levels of study

An ALA Scholarship enables candidates to undertake studies leading to a Masters or Doctorate degree in Australia. It does not include Graduate Diplomas, with the exception of those Masters courses that require the completion of a Graduate Diploma as part of the Masters degree.

Who should apply

Outstanding applicants with:

· a very high level of academic achievement at undergraduate and/or postgraduate level

· a high level of English language proficiency

· demonstrated leadership potential and good prospects to influence social and economic policy reform and development outcomes in their home country and in the Asia-Pacific region

· a commitment to participate ASAN on their return home.

Links to specific eligibility requirements are found below.

Applicants seeking to migrate to Australia should NOT apply.

Scholarship benefits

An ALA Scholarship has a total value of up to A$110,000 for Masters degrees and A$220,000 for Doctoral programs, not including provisions for the leadership development program.. Benefits include:

· return air travel

· visa support

· establishment allowance

· full tuition fees

· contribution to living expenses

· Introductory Academic program (IAP)

· Overseas Student Health Cover (OSHC) for the duration of the award (for award holder only).

Participating Higher Education Institutions

ALA Scholarships students commencing in 2008 may attend any of the participating Australian higher education institutions.

Application information

Read the following information before you apply:

· Frequently asked questions

· Timeline for applicants

· Eligibility

· Selection criteria

· Terms and conditions of the scholarship

· How to apply

Further information

If the material found on this website does not provide the necessary help, please direct enquiries by email to: ala@ausaid.gov.au

See also ALA Scholarships fact sheet [PDF 97KB]

Sumber: dicopy bulat-bulat dari http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm

Catatan: ALA adalah beasiswa Australia yang sangat bergengsi.

Note:

Please note that I have forwarded this information for anyone who migh be interested in this program. I am not a staff member of this program. So, there is no point if you ask me further information about it.

Untuk memberi komentar atas tulisan ini, silahkan klik di samping Comment di bawah ini.





2.500 beasiswa S2 dan S3 untuk Dosen (2,500 Masters and PhD scholarships for lecturers)

27 01 2008

121.gif

Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), menawarkan beasiswa bagi 2.500 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Program beasiswa itu disosialisasikan Dirjen Dikti Depdiknas, Fasli Jalal, melalui teleconference “Coffee Morning with DGHE Perdana 2008.

Acara yang dihadiri para pimpinan perguruan tinggi, dekan, dan dosen yang berminat itu, merupakan kali ketiga yang dilakukan Dirjen Dikti Depdiknas dengan PTN/PTS se-Indonesia, setelah sebelumnya “teleconference” peluncuran Program BERMUTU untuk peningkatan kualitas guru.

Dalam kesempatan kali ini, Dirjen Dikti Depdiknas menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri bagi dosen untuk menempuh pendidikan jenjang S2 dan S3, dengan target awal 2.500 beasiswa yang dibagi menjadi dua gelombang.

Untuk gelombang pertama berjumlah 1.500 beasiswa yang diserahkan pada tahun 2008 dan sisanya 1.000 beasiswa akan diberikan pada tahun 2009. Dari 1.500 beasiswa tahun 2008 baru 597 yang terisi, sehingga masih ada lebih dari 900 beasiswa yang belum terisi.

“Silahkan dosen-dosen dari berbagai program studi di perguruan tingggi mengajukan beasiswa ke perguruan tinggi yang dituju,” kata Fasli Jalal dalam “teleconference” itu.

Dia juga menambahkan, dosen pelamar beasiswa harus memperhatikan apakah perguruan tinggi luar negeri yang dituju itu telah terakreditasi atau belum, karena hal itu menjadi tujuan dari program beasiswa Dikti itu.

Dalam “teleconference” yang berlangsung selama dua jam tersebut, Rektor ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD juga menyampaikan beberapa pendapat dalam sesi diskusi.

Orang nomor satu di ITS itu mengatakan, Dikti hendaknya juga memberikan porsi untuk bidang ilmu “science”, karena ilmu itu sangat menunjang untuk bidang aplikatif lainnya.

“Kami juga sepakat bahwa pengiriman dosen untuk mengikuti beasiswa luar negeri, dikarenakan adanya kearifan lokal –kebutuhan daerah–,” katanya.

Untuk mengetahui persyaratan dan download formulir perndaftaran, silahkan klik di sini.

(Sumber berita: http://www.antara.co.id, sumber lambang diknas: http://users.cjb.net/retooling4ftugm/diknas1.gif)

Mohon jangan lewatkan kesempatan ini, please, please, please !!!

Untuk memberi komentar atas tulisan ini, silahkan klik di samping Comment di bawah ini.