DUA+ KEBIJAKAN MEMBINGUNGKAN

18 08 2016

Dalam dua bulan terakhir pemerintah mengeluarkan satu kebijakan, dan mungkin akan mengeluarkan satu lagi, yang menurut saya membingungkan.

Pertama, Pemerintah mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Perpres sudah ditandatangi 29 Juni 2016. http://nasional.kompas.com/…/75.persen.universitas.islam.in….

Kedua, pemerintah berencana memulangkan akademisi Indonesia di di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Sepertinya rencana ini terinspirasi dari kejadian Menteri ESDM yang ternyata bukan orang Indonesia lagi. “Profesor kita di Amerika Serikat ada 74, pintar-pintar itu. Saya belum bicara (ada berapa) di China, di Jepang, saya belum bicara (jumlah) doktor-doktornya,” tutur Jokowi, Kamis (18/8/2016). http://news.detik.com/…/jokowi-ada-74-profesor-ri-di-as-ken….

Pembentukan UIII bagi saya membingungkan, karena didirikan di tengah-tengah jerih-payah perguruan tinggi-perguruan tinggi keIslaman yang ada untuk meningkatkan kualitasnya. Terdapat ratusan UIN, IAIN, PTAIN dan perguruan tinggi swasta keIslaman yang telah puas berjuang di tengah segala keterbatasan. Pemerintah seolah kehilangan kepercayaan kepada PT keIslaman yang ada untuk mengemban misi khusus yang kemudian dipercayakan kepada UIII. Juga disayangkan karena UIII didirikan di Depok, padahal kawasan dan Jakarta & sekitarnya telah sangat lama menjadi pusat segala hal di negeri ini. Jika mau dibuat juga, mengapa tidak di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, atau Papua, sehingga dapat membangun locus baru pendidikan berkualitas di kawasan lain Indonesia? Juga disayangkan, karena 75% mahasiswa UIII akan berasal dari luar Indonesia, padahal PT keIslaman yang ada sebenarnya juga bisa menampung mereka dengan baik.

Memulangkan akademisi RI di luar negeri juga kebijakan membingungkan. Presiden mengatakan “mereka hebat di negara lain, mengapa tidak bekerja di Indonesia? “Pemerintah jangan menutup mata, bahwa ratusan akademisi RI di negara lain menjadi ilmuwan hebat bukan semata karena individunya yang hebat. Ada kondisi lingkungan kerja, regulasi, dll. yang menunjang sehingga mereka hebat. Andai mereka bekerja di Indonesia, mungkin mereka tidak sehebat sekarang. Andai mereka dibawa pulang ke Indonesia dengan kondisi sekarang, mungkin kehebatan mereka tinggal sejarah. Mereka telah memilih bekerja di negara lain, sebagian bahkan memilih melepas status WNI. Berikan kebebasan kepada mereka untuk mengharumkan nama Indonesia dari perantauan.

Sebaliknya, andai kondisi lingkungan kerja yang baik diciptakan di perguruan tinggi Indonesia, maka akademisi Indonesia juga bisa hebat. Dengan kondisi seperti saat ini saja, sudah banyak yang hebat. Pemerintah sebaiknya fokus untuk mewujudkan lingkungan kerja terbaik untuk ribuan akademisi yang memilih tetap WNI dan memilih (baik sukarela atau terpaksa) bekerja di Indonesia. Dampaknya akan lebih terasa untuk jangka panjang.

Pemerintah, pusat dan daerah, gemar sekali membuat sesuatu yang baru untuk menutupi kekurangan yang ada. Di daerah misalnya, banyak dibangun sekolah-sekolah unggulan, sekolah plus, dll. Mereka diberi fasilitas unggul dan dikelola lebih baik. Mereka wajar berprestasi. Tapi mereka hanya diisi oleh sebagian kecil warganegara. Prestasi mereka dijadikan berita besar, tenggelam ditengah gelombang fakta bahwa mayoritas lembaga pendidikan kita terengah-tengah di seperempat pendakian yang tinggi sambil membawa beban berat di punggung dan persediaan makanan menipis.

0001

Murid SD di Papua berjalan ke sekolah selama satu jam melalui padang rumput dan hutan.
© UNICEF Indonesia/2014/Andy Brown [http://indonesiaunicef.blogspot.nl/2014/04/sekolah-sekolah-terpencil-menginspirasi.html]

Daripada membuat yang baru, mengapa tidak membesarkan, membaguskan, dan melambungkan yang ada? Sehingga kualitas pendidikan terdistribusi merata, tanpa ada kelas VIP, kelas kedua hingga kelas seribu. Tidak perlu ada lagi lembaga pendidikan anak emas dan anak lumpur busuk. Tidak perlu ada lagi kawasan di mana lembaga-lembaga pendidikan terbaik menumpuk, di mana siswa belajar dengan Power Point, sedangkan di tempat lain ada murid sekolah yang keinginannya untuk melihat wujud sebuah komputer sampai terbawa mimpi.

Bagaimanapun itu, pekik merdeka harus tetap dikumandangkan.
Dirgahayu RI ke 71. Tetap optimis.

Advertisements




Kamar Mandi dan Toilet Pun Dibersihkan Kampus

18 08 2016

Hari ini saya mendapat email menarik dari pengelola akomodasi mahasiswa di Universitas Twente. Email ini menginspirasi saya untuk menulis tentang pentingnya memasukkan indikator kepuasan mahasiswa ke dalam metode penentuan ranking perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Begini emailnya:

On Wednesday August 24th of August, 2016 the company ‘namaperusahaan’ will perform the cleaning of the showers and toilets. Given the importance of the monthly cleaning, we will provide access with a spare key to the company ‘namaperusahaan’ in your absence. Please make sure the toilet and shower are as empty as possible. If you do not agree, I urge you to send me an email. Thanks in advance for your cooperation.”

Poin penting di dalam email tersebut adalah: pihak pengelola perumahan mahasiswa menyampaikan bahwa utusan mereka datang ke rumah mahasiswa untuk membersihkan kamar mandi dan toilet.

Bulan Agustus 2016, Kemenritek Dikti kembali mengeluarkan ranking universitas terbaik di Indonesia. Sebanyak 12 perguruan tinggi, 10 di Pulau Jawa dan 2 di luar Pulau Jawa, mendapat posisi paling atas. Selamat atas capaian ke-12 perguruan tinggi, tentu tidak terlepas dari kerja keras yang telah dicurahkan selama ini.

Menurut Menristekdikti, M. Nasir, lima indikator digunakan untuk menentukan peringkat perguruan tinggi terbaik, yaitu: kualitas dosen (12 persen), kecukupan dosen (18 persen), kualitas manajemen (30 persen), kualitas kegiatan kemahasiswaan (10 persen), dan kualitas kegiatan penelitian (30 persen).

Indikator kualitas dosen misalnya mencakup jumlah dosen berpendidikan S3, jumlah dosen dalam jabatan rektor kepala dan guru besar serta jumlah total dosen. Kualitas manajemen diukur dengan akreditasi institusi, jumlah program studi terakreditasi A dan B serta jumlah Program Studi. Kualitas kegiatan kemahasiswaan mencakup jumlah capaian emas, perak, dan perunggu pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dan lomba internasional. Sedangkan kualitas kegiatan penelitian melingkupi capaian kinerja penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) serta jumlah dokumen terindeks scopus dan dosen tetap.

Dua belas perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2016 adalah: ITB, UGM, UI, IPB, Universitas Brawijaya, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, dan Universitas Sebelas Maret.

Salah satu faktor penting dalam kesuksesan pendidikan yang belum terlihat dalam kriteria-kriteria di atas adalah kualitas pelayanan, baik kepada mahasiswa, dosen, pegawai, dan masyarakat. Tingkat kepuasan pada pelayanan, telah dimasukkan menjadi slaah satu indikator penting dalam rangking QS Stars. http://www.iu.qs.com/services/qs-stars/qs-stars-methodology/.

Sudah saatnya lembaga-lembaga pendidikan tinggi kita menerapkan pelayanan terbaik kepada semua warga kampus. Kita tidak jarang mendengar bagaimana mahasiswa sangat kecewa dengan cara dosen mengajar dan membimbing; tugas yang tidak dikoreksi oleh dosen; pelayanan administrasi yang menguras tenaga, waktu dan emosi; masalah yang lebih sering tidak ada solusi; staff kesulitan mengurus pangkat, dan sebagainya. Sementara di tempat lain universitas bahkan sudah berpikir bahwa membersihkan kamar mandi dan toilet di akomodasi mahasiswa mereka adalah salah satu tugas mereka.

untitled-2





Sifat Sukses vs Gagal?

12 06 2016

Menurut ilustrasi sederhana berikut ini, ternyata orang sukses lebih sering bicara ide dan meluangkan lebih banyak waktu untuk mengerjakan ide tersebut.

Sebaliknya, orang yang tidak sukses lebih sering bicara tentang orang lain sehingga tidak punya waktu membangkitkan ide dan kemudian tidak mengisi waktu dengan efektif?

SuccVSFail

Right or wrong, pengelompokan karakter secara sederhana ini patut direnungkan setelah sholat.





PRESTASI AKADEMIK PELAJAR INDONESIA PALING RENDAH?

31 03 2016

Risau sekali melihat grafik ini. Inilah daftar negara dengan persentasi akademik siswa yang rendah tahun 2012, berdasarkan studi dari OECD. Indonesia adalah negara yang persentasi siswa berprestasi akademik rendah paling banyak. Jauuhhh di bawah Viet Nam.

Apa yang harus kita (=bukan orang lain) lakukan?

Saya mulai dari diri saya sebagai akademisi: sebagai pendidik di universitas, saya harus lebih fokus pada tugas-tugas kependidikan dengan menerapan standar akademik tertinggi yang mungkin, untuk diri saya dan untuk mahasiswa saya.

226

Versi lengkap grafik ini dapat dilihat di: http://www.oecd-ilibrary.org/docserver/download/5jm3xh670q7g.pdf?expires=1456621248&id=id&accname=guest&checksum=10120ED4BFF5D81DB45E6B8E6DB4FE39

 





UIN Suska Riau, Progressive University

10 04 2011

UIN Suska Riau adalah sebuah universitas yang amat progressive di kawasan Barat Indonesia. Di bawah ini beberapa foto kampus UIN Suska Riau. …. nantikan kisah selanjutnya….

Sumber: unknown

Sumber: Pekanbaru Pos

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber:http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://arynoone.blogspot.com/2011/02/logo-baru-uin-suska-riau.html

SUmber: http://uin-suska.ac.id/dakwah/

Sumber: http://riau.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=2846

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6803185

Sumber: http://riaupos.co.id/news/2011/01/kampus-uin-panam/

Sumber: http://www.sman4siak.co.cc/2011/03/raih-juara-3-cc-di-uin-suska-riau.html

Sumber: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=60598591

 

 

 





Pengambilan data untuk penelitian

22 01 2009

Penelitian saya bertujuan mencari teknologi yang tepat untuk memberikan listrik bagi desa-desa terpencil di Riau. Desa-desa yang dipilih khusus yang berada di pinggir sungai-sungai besar di Riau, dan teknologi yang ditawarkan berasal dari sumber energi terbarukan, khususnya energi surya, mikrohidro dan biomassa. Kajian tidak hanya pada aspek teknologi, tapi juga sosial, ekonomi, lingkungan, dan kebijakan.

Foto-foto berikut diambil saat pengambilan data-data di beberapa sungai di Riau yang dikerjakan oleh tim riset saya di Riau. Terima kasih diucapkan pada Epis (koordinator lapangan), Iyon (tim lapangan), kakanda Edison Asmisor (yang membantu komunikasi saya via email dengan tim lapangan, Kepala Desa Saik, Pulau Panjang Hulu dan Pulau Panjang Hilir, Bandi dan kawan-kawan yang membantu mendapatkan data beban, serta masyarakat ketiga desa yang ikut membantu. Jasa mereka semua sungguh berharga.

Foto-foto berikut hanya memperlihatkan salah satu diantara ratusan desa yang belum dialiri listrik di Riau. They do need help!





Program Studi Energi Terbarukan (Renewable Energy Education)

17 01 2009

Pertumbuhan lapangan kerja di bidang energi hijau (green energy) dalam satu dekade balakangan sungguh pesat dan diperkirakan makin makin tinggi di masa depan. Hingga 2030, diperkirakan sekitar 20 juta lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan akan tersedia (UNEP, 2008). Silahkan baca tulisan yang lebih detail tentang topik ini di sini.

Pertumbuhan industri energi berkelanjutan (energi terbarukan dan efisiensi energi) disambut antusias oleh perguruan tinggi (PT) dunia. Kini, jumlah PT yang membuka program-program studi di bidang renewable energy bertambah.

Berikut adalah beberapa universitas yang saya ketahui memiliki program studi dan riset di bidang renewable energy. Terdapat juga link ke website program studi jika anda berminat menelusuri lebih jauh.

UIN Suska Riau
Studi energi di UIN Suska Riau berada pada Konsentrasi Energi di Jurusan Teknik Elektro. Konsentrasi Energi dibuka untuk melahirkan Sarjana Teknik (S1) yang mampu menganalisis dan merancang sistem energi baik konvensional, maupun energi terbarukan. Mahasiswa konsentrasi Energi dapat memilih salah satu atau mengkombinasikan empat peminatan, yaitu (1) sistem tenaga listrik; (2) energi terbarukan; (3) manajemen dan konservasi energi; dan (4) kebijakan energi.
Mahasiswa konsentrasi energi di UIN Suska Riau tidak semata-mata belajar aspek teknik dari energi, namun juga aspek sustainabilitas lain yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Harapannya adalah, bahwa insinyur enrgi lulusan UIN Suska Riau tidak akan ‘menambah’ masalah melalui bidang energi, tetapi menjadi bagian dari solusi masalah energi yang ada. Para dosen, alumni dalam dan luar negeri, melakukan riset-riset seputar energi, terutama melalui Pusat Studi Energi (EnReach). Sepanjang pengetahuan kami, konsentrasi energi di UIN Suska Riau yang mulai menerima mahasiswa tahun 2010 adalah yang pertama di Indonesia untuk tingkat S1.
Silahkan lihat kurikulumnya di sini.

Murdoch University, Western Australia

—- Energy Studies Program
—- Research Institute of Sustainable Energy

Solar Energy Reserach Institute, Universitas Kebangsaan Malayisa

Florida Solar Energy Centre, University of Central Florida

Energy Technology, School of Engineering Science, University of Southampton, UK.

Strategic Energy Institute, Georgia Institute of Technology, USA.

McMaster Institute for Energy Studies, McMaster University, Canada.

Institute of Energy Technology, Aalborg University, Denmark

Institut fur Solare Energieversorgungstechnik, Kassel University, Jerman.

National Library for Sustainable Energy, Technical University of Denmark

Centre of Renewable Energy System Technology, Loughborough University, UK.

Clean Energy Technology, The University of Texas-Austin, USA.

Renewable and Sustainable Energy Initiative, University of Colorado-Boulder, USA

Solar Energy, Australian National University

School of Photovoltaic and Renewable Energy, University of New South Wales, Australia

Renewable and Appropiate Energy Laboratory, University of California-Berkeley, USA.

The Centre for Energy Efficiency and Renewable Energy, University of Massachusetts, USA.

Centre for Energy, University of Newcastle, Australia

Power Engineering Research Laboratory, Mc Gill University, Canada

Solar Energy Laboratory, University of Wisconsin-Madison, USA

Institute for Energy System, Edinburgh University

Ada yang mau menambahkan daftar ini? Silahkan isi di from komentar di bawah.

Di bawah ini beberapa foto kagiatan perkuliahan dan fasilitas sistem energi terbarukan di universitas tempat saya belajar energi terbarukan, Murdoch University Western Australia.

196

Salah satu fasilitas riset off-grid power system di RISE – Murdoch Unversity (Foto: Anonymous)

1971

Fasilitas riset snergi surya, energi angin, dan beberapa aplikasi seperti solar pump di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

198Solar Taxi berkunjung ke Murdoch University (Foto: Anonymous)

199

Fasilitas praktikum pemanas air surya (solar water heater) di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

198

Fasilitas riset Hydrogen Fuel-Cell di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

199

Bus berbahan bakar Hydrogen Fuel-Cell. Salah satu hasil riset Murdoch University (Foto: Anonymous)

200

Mahasiswa Murdoch University di bawah bimbingan Dr. August Schlapfer memasak menggunakan kompor matahari (Foto: Anonymous)

201

Mahasiswa Murdoch University di bawah bimbingan Dr. August Schlapfer memasak menggunakan kompor matahari (Foto: Anonymous)

solar-cook05

Saya bersama teman-teman melakukan praktikum solar cooking (memasak dengan energi matahari) (Foto: kunaifi)

202

Di fasilitas RISE – Murdoch University ini mahasiswa mengamati karakteristik berbagai jenis solar cell. Di dalam bangunan berbentuk kotak di belakang PV array mahasiswa dapat membuat tiruan intensitas cahaya matahari yang mencapai Bumi (Foto: Anoymous)

191

Dengan fasilitas ini, RISE – Murdoch University melakukan pengujian peralatan energi terbarukan (misalnya inverter) sesuai standar internasional (Foto: RISE)

187

PV Array simulator di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

188

Panel-panel sistem energi terarukan di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

189

Battery storage array di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

190

Sebagian instrumen pengukur cuaca (intensitasradiasi matahari, kecepatan angin, arah angin, kelembaban, tekanan udara, dll) di RISE-Murdoch University (Foto: RISE)

194

Salah satu PV system di RISE-Murdoch University yang tersambung dengan jaringan listrik lokal (Foto: RISE)

203

Untuk mendukung riset energi terbarukan, Murdoch University memiliki stasiun meteorogi sendiri yang dapat diakses secara online di wwwmet.murdoch.edu.au