Limbah Pertanian menjadi Listrik

9 01 2018

Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui potensi biomassa dari sisa hasil pertanian, mencakup jerami dan sekam padi sawah, jerami dan sekam, padi ladang, batang dan tongkol jagung, batang ubi kayu, serta serat, cangkang, tandan kosong, kernel dan limbah cair yang terdapat di perkebunan kelapa sawit. Lokasi studi di Provinsi Riau. Hasil studi menunjukkan total potensi teoritis energi biomassa adalah sebesar 77.466.754,8 Gj/Tahun yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 21.518.542,8 MWh/Tahun. Studi dilakukan oleh Petir Papilo, Kunaifi, Erliza Hambali, Nurmiati, dan Rizfi Fariz Pari.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: PENILAIAN POTENSI BIOMASSA SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI KELISTRIKAN.

pasti.jpg

Advertisements




Potensi Biomass di Kampar Besar (Big Potential of Biomass Energy in Kampar, Indonesia)

9 01 2018

** English below **

Apakah anda bekerja di lembaga pemerintah atau konsultan energi? Atau anda berminat menjadi investor pembangkit listrik energi biomassa? Maka hal pertama yang perlu anada ketahui adalah: ‘berapa potensi energi biomassa’ di lokasi yang anda minati?

Jika lokasi tersebut adalah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mungkin hasil studi berikut berguna bagi anda sebagai informasi awal.

Studi ini menilai potensi teoritis energi biomassa di Kabupaten Kampar menggunakan prosedur dari Biomass Energy Europe. Jenis sumber biomassa yang dinilai adalah biomassa hutan, tanaman energi, residu pertanian, dan limbah organik.

Total potensi teoritis energi biomassa di Kabupaten Kampar adalah 127.635.417,90 GJ/tahun di mana 97,933 % residu pertanian, 2,066 % biomassa hutan dan 0,001 % limbah organik. Residu pertanian juga mencakup residu perkebunan (kelapa sawit dan kelapa) dan residu kotoran ternak (sapi, kerbau, kambing, dan unggas).

Kelapa sawit menyumbang 88,15%, diikuti oleh ayam dan itik (5,28%), padi dan jagung (3,77%), dan residu hutan primer (2%). Pelepah sawit menyumbang 58,8% pada total potensi energi dari kelapa sawit dan 51,8% pada total potensi energi biomassa di Kabupaten Kampar.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: 2011_STINKI-IV_Biomas Energy Potential in Kampar Regency.

Kampar.jpg

This study assessed the biomass energy potential in Kampar Regency, Indonesia. It considered forest biomass, energy crops, agricultural residues and organic wastes. Using the procedure from Biomass Energy Europe, it was found that the total theoretical potential of biomass energy in Kampar Regency was 127,635,417.90 GJ/year where 97.933% come from agricultural residues, 2.066% forest biomass and 0.001% organic waste. Agricultural residues included residues from plantations (oil palm and coconut) and animal residues (cow, buffalo, goat, and poultry). Oil palm contributes to 88.15%, followed by chickens and ducks (5.28%), rice and maize (3.77%), and primary forest residues (2%). The oil palm fronds are the largest contributor i.e. 58.8% of the total oil palm potential and 51.8% of the total biomass energy potential in Kampar Regency.

Download the article for more information: 2011_STINKI-IV_Biomas Energy Potential in Kampar Regency





Dengan PLTS dan Digester Biogas, Rumah Anda Mungkin Mandiri Energi

9 01 2018

Bermasalah dengan listrik PLN dan suplai gas dari Pertamina? Sistem PLTS digabung dengan sistem biogas mungkin cocok untuk rumah anda.

Pada studi ini, Devi Nuryadi dan saya merancang pembangkit listrik PLTS untuk kebutuhan rumah tangga menggunakan standar AS 4509.2—2002, sedangkan digester biogas dirancang berdasarkan kebutuhan gas dan jumlah ternak sapi di rumah. Dengan konsumsi listrik per hari rata-rata 2,5 kWh dan beban puncak 362 Watt, dihasilkan sistem PLTS yang terdiri dari inverter 900 VA, 6 baterai 102 Ah, 10 modul surya 210 Wp, dan BCR 40 A.

Sedangkan sistem biogas terdiri dari digester biogas 4 m3 dan digester kontrol 2 m3, dengan lama waktu memasak rata-rata 2,4 jam per hari dan jumlah sapi minimal 2 ekor per rumah tangga.

Menggunakan life-cycle cost analysis dengan data tahun 2011, biaya sistem PLTS selama usia sistem 20 tahun adalah Rp. 113,6 juta dan digester biogas dalam periode yang sama membutuhkan biaya Rp. 8,7 juta.

Info selanjutnya, silahkan download artikel: Rumah Mandiri Energi Menggunakan Tenaga Surya dan Biogas.

PLTS dan Biogas.jpg





Puskesmas Desa Terpencil Lebih Cocok Menggunakan PLTS Saja

9 01 2018

Di desa-desa terpencil, banyak puskesmas tidak bisa menggunakan beberapa peralatan karena tidak ada listrik. Studi ini mengusulkan solusi untuk membangkitkan listrik bagi puskesmas-puskesmas tak berlistrik di Kecamatan Gema, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Sisten yang diusulkan menggabungkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan generator diesel sebagai back-up, dirancang menggunakan Australian Standard AS 4509.2—2002. Dengan potensi energi matahari rata-rata tahunan sebesar 4,81 kWh/m2/hari, beban puncak 90 Watt dan konsumsi energi harian 992 Wh, kebutuhan listrik puskesmas dapat disuplai dengan pembangkit sistem hibrida PLTS/genset yang terdiri dari modul surya 220 Wp, BCR 10 A, baterai 2 x 360 Ah, inverter 100 VA, dan genset 12 VA. Setelah perancangan, ditemukan bahwa puskesmas desa Gema tidak cocok menggunakan sistem hybrid, melainkan lebih cocok menggunakan sistem PLTS saja.

Info lebih lanjut, silahkan download artikelnya: DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID (PLTS-DIESEL) UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN GEMA KABUPATEN KAMPAR.

Gema





Biaya Listrik Energi Terbarukan di Desa Terpencil Lebih Murah Dibanding Menggunakan Genset

9 01 2018

Menggunakan software HOMER, sebuah sistem pembangkit listrik hibrida (hybrid) dirancang di sebuah desa terpencil di Provinsi Riau. Sistem terdiri dari PLTS 5 kW, Darrieus Hydrokinetic Turbine 2 x 3 kW, baterai 14.400 Ah, inverter 20 kW, dan generator diesel 18 kW sebagai back-up.

Biaya energi listrik (COE) dari sistem hibrida lebih tinggi dibanding biaya listrik PLN. Namun saat itu, listrik PLN belum menjangkau desa tersebut sehingga masyarakat menggunakan genset. Biaya listrik sistem hibrida lebih murah dibanding biaya dengan genset. Emisi CO2 dari sistem hibridia juga jauh lebih rendah.

Untuk informasi selanjutnya, silahkan download artikel berikut: 2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU.

2010_SEMNASIF_PROGRAM HOMER UNTUK STUDI KELAYAKAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA DI PROPINSI RIAU

 





Keandalan listrik Indonesia menurut pengguna dan PLN

6 01 2018

Pengguna layanan publik tidak selalu mengalami pengalaman yang sama dengan apa yang dilaporkan oleh pihak berwenang. Misalnya tentang kehandalan listrik, terdapat perbedaan signifikan antara pengalaman pengguna dan laporan dari utilitas. Artikel di Jurnal Energies menyajikan perbedaan tersebut di Pekanbaru, Kupang, dan Jayapura.

Artikel dapat ditemukan  pada link berikut:

Abstrak: http://www.mdpi.com/1996-1073/11/1/140/
Artikel Penuh (HTML): http://www.mdpi.com/1996-1073/11/1/140/html
Download .pdf: http://www.mdpi.com/1996-1073/11/1/140/pdf

Kunaifi, Reinders A. Perceived and Reported Reliability of the Electricity Supply at Three Urban Locations in Indonesia. Energies. 2018; 11(1):140.

Untitled

Enter a caption

Untitled-2

 





Wierden: (3/3) Desa Enter

24 07 2017

Sebelumnya diceritakan, setelah pulang dari Pasar Maluku, kemudian tanpa rencana kami berkunjung ke ‘rumah pisang,’ kami masih tersesat. Tapi syukurlah, Jo menemukan rumah kenalannya. Berkat penjelasan dari kenalannya, akhirnya kami sampai juga ke rumah Jo di Enter sekitar jam 5 sore.

Salah satu tujuan kami ke sana adalah mengunjungi D**e, suami Jo yang sedang sakit. [Karena belum izin, saya tidak menuliskan namanya lengkap. Selanjutnya saya panggil Da saja. Kami menemukan pak Da sedang membaca novel di taman belakang. Da suami Jo, adalah orang Inggris yang sudah 30 tahun tinggal di Belanda.

Sambil bercakap-cakap dengan Da tentang topik-topik ringan, pisang goreng dari Pasar Maluku dimakan. Saya membeli tiga bungkus. Satu bungkus sudah saya habiskan dengan sempurna. Maklum, sudah setahun tidak makan pisang goreng. Da ditawari tidak mau. Jo juga tidak mau. Mereka memang tidak suka makanan berminyak. Zia, Abihv dan mamanya saya tawari, berharap juga tidak mau. Ternyata mereka mengangguk tegas. Mau. Saya simpulkan dengan ikhlas, jatah saya memang hanya satu bungkus.

photo_2017-07-23_23-38-47

Jo dan istri saya kemudian sibuk memasak di dapur. Da dan saya ngobrol di taman belakang. Zia dan Abhiv di depan telah tenggelam dalam permainan pingpong mini yang telah disiapkan Jo dan Da sebelum kami datang. Tidak lama kemudian mereka pun mulai melukis. Peran seiap orang telah dipersiapkan secara matang.

Jika mereka mengundang orang, selalu lengkap dengan susunan acaranya, walaupun tidak selalu ditulis. Inilah yang juga ingin saya pelajari dari budaya Barat. Beberapa tahun lalu, saat diundang barbeque ke rumah seorang kolega di Jerman, susunan acaranya bahkan sudah diemailkan sebelum saya tiba.

Melukis

Persis seperti kepanitiaan sebuah acara resmi. Persiapan susunan acara juga bertujuan supaya waktu setiap orang terisi penuh, sehingga tidak ada yang merasa bosan. Juga untuk meyakinkan bahwa peralatan dan kebutuhan untuk setiap orang dan peran, telah disiapkan dengan baik sebelum tamu datang. beda dengan saya kalau menerima tamu, modalnya hanya mulut (untuk ngobrol dan makan) dan remote TV jika kehabisan bahan untuk dibincangkan.

Enter adalah sebuah desa tua. Usianya lebih 1.200 tahun. Zaman dulu, pekerjaan utama penduduk Enter adalah kerja kayu, termasuk membuat sepatu kayu. Maka tidak heran jika saat ini di Enter masih terdapat pabrik sepatu kayu. Bahkan, sepatu kayu paling besar di dunia ada di Enter dan masuk ke dalam Guinness Book of Records.

Pada abad ke 18 dan 19, Enter juga merupakan tempat membuat sejenis kapal kecil, yang mereka beri nama Zomp. Oleh karena itu, hingga kini, di Enter ada semacam perayaan di mana penduduk pergi naik kapal lalu berlayar ke kota-kota yang jauh dari Enter. Hal tersebut mungkin, karena di Belanda terdapat ribuan kanal-kanal buatan yang tersambung satu dengan lain.

photo_2017-07-24_01-15-56   photo_2017-07-24_01-15-54
Sepatu kayu terbesar di dunia dibuat dari satu batang kayu, panjang 403 cm, lebar 171 cm, tinggi 169 cm di Enter
photo_2017-07-24_01-15-35

Sebagian besar penduduk Enter beragama Katolik Roma atau ateis. Untuk yang terakhir, memang tidak asing di Belanda. Lebih separoh orang Belanda tidak beragama. Kebanyakan mereka mengadopsi nilai-nilai kebaikan dari agama dan kepercayaan apa saja.

Suasana di Desa Enter
photo_2017-07-24_01-15-16   photo_2017-07-24_01-15-50
Suasana desa Enter                                            
Salah satu pabrik sepatu kayu di Enter yang masih berproduksi  (kiri)
photo_2017-07-24_01-15-36  Abhiv dan traktorphoto_2017-07-24_01-15-58 Penduduk desa Enter dan kuda poni

Penduduk Enter juga ramah-ramah. Dalam kunjungan ke sana sebelumnya, kami diajak Jo berkeliling desa jalan kaki. Saling sapa saat berpapasan di jalan adalah hal lumrah di sana. Beberapa orang penduduk berjalan-jalan di desa dengan hewan peliharaannya. Kebanyakan penduduk desa memelihara anjing atau kuda. Mereka tidak segan-segan menyapa orang asing dan memperkenalkan hewan peliharaannya jika melihat kita tertarik.

Jika tidak punya kenalan di Enter, memang cukup bingung juga apa yang akan dilakukan di sana? Namun sebenarnya di Enter ada dua agenda tahunan, yaitu karnaval dan pasar kuda. Pada kunjungan berikutnya ke Enter, saya dan keluarga insha Allah akan mengunjungi pasar kuda tradisional. Dari setiap kunjungan selalu ada hal baru.

— selesai —

Untitled-2