Atap Bangunan Baru di Perancis Wajib Dipasang Modul Surya

21 03 2015

Pada tanggal 19 Maret 2015, Perancis mengesahkan UU baru yang mewajibkan sebagian atau keseluruhan atap gedung baru di kawasan komersil dipasang panel surya atau ditanam tumbuhan.

Sebagai negara yang mengandalkan lebih 80% suplai listriknya dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Perancis memang masih tertinggal dari sebagian negara Eropa dalam memanfaatkan energi surya. Jermal, Spanyol, dan Italia memimpin aplikasi energi surya di Eropa dan dunia.

Selain pasangan PLTS, UU baru tersebut mendorong atap gedung baru di Perancis untuk ditanami tanaman. Konsep atap hijau ini memberikan berbagai keuntungan. Dengan atap hijau, bangunan akan memerlukan lebih sedikit energi untuk mencapai temperatur ruang yang diinginkan.

Sumber: http://thinkprogress.org/climate/2015/03/20/3636746/franch-rooftops-go-green/

IMG_6806
Sumber: http://homeli.co.uk/eco-villa-concepts-in-flavours-orchard-china-by-vincent-callebaut-architecture/





Efisiensi Energi dan Konservasi Lingkungan (Energy Efficiency and Environmental Conservation)

18 02 2015

Artikel ini diterbitkan di Majalah Suara Bumi Th. X/Edisi 3, 2014 terbitan Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera.

energy_eff_progress_img1

Sumber gambar: app.mewr.gov.sg/web/contents/contents.aspx?contid=1544

Setiap kegiatan produksi dan konsumsi energi menimbulkan dampak pada lingkungan hidup. Oleh sebab itu kebijakan negara tentang energi dan lingkungan hidup mesti disambungkan erat. Namun hal ini tidak selalu mudah. Masih tertanam paradigma; jika lingkungan hidup diberi perhatian maka ekonomi akan dikorbankan. Pihak otoritas dalam membuat kebijakan dan mengambil keputusan di Indonesia sepertinya masih sering tergoda untuk lebih mendahulukan ekonomi saat terjadi tabrakan dengan kepentingan lingkungan hidup. Padahal, jika pola pikir jangka panjang dikedepankan, tantangan memproduksi dan menggunakan sumber daya energi berkelanjutan dapat dilakukan bersama-sama dengan mengejar pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan alias green economy. Tujuan artikel ini adalah untuk mengemukakan beberapa argumen bahwa energi, ekonomi, dan lingkungan hidup sesungguhnya dapat berjalan beriringan secara harmonis tanpa mengganggu satu sama lain. Artikel ini juga memaparkan tinjauan singkat tentang kebijakan efisiensi energi nasional dan kemudian mengusulkan langkah-langkah penting yang harus dilakukan ke depan untuk mewujudkan target efisiensi energi pada tingkat pusat dan daerah.
Gerakan efisiensi energi adalah kunci utama menuju masa depan energi dan ekonomi berkelanjutan. Efisiensi energi berarti mengurangi laju pertumbuhan konsumsi energi dan menghindari penggunaan peralatan energi yang tidak dibutuhkan. Karena penggunaan energi saat ini didominasi bahan bakar hidrokarbon (minyak bumi, batu bara, dan gas alam), maka efisiensi energi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global, polusi udara, dampak aktifitas energi pada air permukaan dan air tanah, dan sebagainya.
Pada koferensi Perubahan Iklim PBB di Copenhagen tahun 2009, International Energy Agency (IEA) memaparkan potensi besar sektor efisiensi energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memotong emisi GRK. IEA mengidentifikasi bahwa 57% target pengurangan emisi GRK dapat dicapai melalui gerakan efisiensi energi. Sedangkan energi terbarukan seperti energi surya, angin, biomassa, air, panas bumi, dan lain-lain; dapat berkontribusi sebesar 23% pada pengurangan emisi GRK. Artinya, dua pilar energi berkelanjutan; efisiensi energi dan energi terbarukan, bersama-sama dapat menyumbang 80% pada upaya dunia untuk menghidari dampak pemasan global.
Manfaat efisiensi energi untuk ekonomi juga diidentifikasi Bank Dunia. Pada awal 2014, dalam publikasi berjudul “Adding up the Benefits,” Bank Dunia melaporkan bahwa kebijakan pemerintah di beberapa negara-negara Amerika, Asia, dan Eropa yang merangsang pergeseran ke transportasi bersih dan meningkatkan efisiensi energi di pabrik-pabrik, gedung-gedung dan peralatan, akan meningkatkan pertumbuhan PDB global sekitar US$ 1,8-26 triliun per tahun pada 2030. Selain itu, kontribusi sebesar 30% dari total pengurangan emisi GRK untuk membatasi pemanasan global hingga 2 derajat Celcius, juga dapat diraih melalui efisiensi energi. Laporan ini memberikan landasan akademis kuat bahwa dengan kebijakan yang tepat, maka sektor energi, ekonomi, dan lingkungan hidup dapat dibangun bersaamaan untuk masa depan dunia yang lebih baik.
IESR Indonesia (2014) mengklaim bahwa Indonesia dalam sepuluh tahun belakangan mengalami pertumbuhan energi yang cenderung boros dan tidak produktif, ditandai dengan elastisitas energi yang tinggi. Elastisitas Energi adalah perbandingan antara laju pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan konsumsi energi disebuah negara. Semakin kecil angka elastisitas energi, maka semakin efisien penggunaan energi. Angka elastisitas energi dibawah 1,0 dicapai apabila energi yang tersedia telah dimanfaatkan optimal. Elastisitas energi Indonesia saat ini mencapai 2,69; jauh lebih tinggi dari Singapura (1,1) Thailand (1.4), atau negara-negara OECD yang berkisar 0.6 – 1,0. IESR juga mengingatkan jika kecenderungan tersebut tidak diatasi, maka elastisitas energi akan melampaui 3,0 pada 2025. Hal ini akan mempercepat laju pengurasan energi, memperburuk perubahan iklim, dan melemahkan daya saing ekonomi nasional.
Penggunaan energi secara efisien adalah hal mendesak di Indonesia. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi. Lebih 95% konsumsi energi final didomonasi oleh 48% minyak bumi (sekitar 50% import). Rumah tangga dan transportasi yang mengkonsumi 10,2% dan 33,4% energi final, adalah sektor yang masih disubsidi sehingga bangunan energi Indonesia rentan terhadap gangguan suplai dan fluktuasi harga energi di pasar global. Namun demikian, resiko tersebut dapat dikurangi jika dilakukan efisiensi energi secara masif, terutama minyak bumi.
Pemerintah telah menetapkan lebih 10 instrumen kebijakan untuk mendorong efisiensi energi nasional. Payung utama adalah UU No. 30/2007 tentang Energi yang diturunkan pada PP No.70/2009 tentang Konservasi Energi. Selain itu juga telah dikeluarkan dua Perpres, satu Inpres, dan tidak kurang delapan Peraturan Menteri untuk mendorong penerapan efisiensi energi di Indonesia. Peraturan-peraturan tersebut memberikan tanggung jawab kepada pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan prioritas dan insentif pada pemanfaatan energi terbarukan dan efisiensi energi.
Berbagai aktifitas telah dilaksanakan pemerintah pusat sebagai wujud pelaksanaan kebijakan dan peraturan tentang efisiensi energi, khususnya terkait dengan penyiapan instrumen kebijakan, kelembagaan, peningkatan SDM, dan membangun awareness dan kerjasama internasional. Kalangan industri pengguna energi dalam jumlah di atas 6000 ton of oil equivalent/toe kebanyakan juga sudah melaksanakan program efisiensi energi karena diwajibkan pemerintah, semangat efisiensi anggaran dan menciptakan reputasi sebagai industri ‘hijau.’ Namun demikian gerakan yang mestinya masif ini belum menjadi tren meluas di dunia usaha non industri dan pemerintah daerah.
Sesungguhnya potensi penghematan energi di Indonesia cukup besar. Kementerian ESDM menghitung bahwa sektor industri, bangunan komersial, transportasi dan rumah tangga memiliki potensi penghematan antara 15-30%. Sedangkan Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RIKEN) menetapkan target penurunan konsumsi energi sebesar 18% dari business-as-usual pada 2025. Angka tersebut adalah angka besar, setara dengan penundaan pembangunan pembangkit listrik sekitar 600-700 MW setiap tahun atau 7000 MW secara kumulatif hingga 2025 (IESR 2014).
Untuk mendorong dunia usaha dan menstimulus aliran investasi ke proyek efisiensi energi, adalah kewenangan pemerintah untuk mengurangi hambatan investasi di kegiatan efisiensi energi. Di antara yang mestinya dilakukan pemerintah menurut IESR antara lain membuat kebijakan dan regulasi terukur dan dapat diperkirakan, menerapkan mekanisme compliance terhadap pengguna energi diatas 6000 TOE, penguatan standarisasi dan kapasitas Energy Service Company (ESCO) melalui standarisasi dan sertifikasi, pengembangan kapasitas teknis dan finansial, pembentukan fasilitas pendanaan publik untuk proyek efisiensi energi yang dapat menarik pendanaan swasta, serta mengoreksi subsidi energi. Terkait subsidi energi yang hingga saat ini masih diberikan pemerintah, pihak investor memandang investasi efisiensi energi menjadi tidak feasible and bankable. Walaupun pemerintah telah menyediakan berbagai insentif fiskal, namun belum berhasil membangkitkan daya tarik investor karena diredam subsidi energi.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong efisiensi energi. Di antara langkah penting yang dapat dilakukan adalah meninjau ulang kebijakan subsidi energi sekarang, menyediakan insentif lebih menarik bagi dunia usaha, dan mendorong skema-skema investasi efisiensi energi melibatkan dunia usaha, bank, dan pemerintah.
Selain pemerintah pusat dan dunia usaha, tanggungjawab pelaksanaan efisiensi energi juga dibebankan undang-undang kepada Pemerintah Daerah (Pemda) baik tingkat propinsi maupun Kabupaten/Kota. Karena kebijakan efisiensi energi relatif baru di Indonesia, maka belum menjangkau secara meluas hingga ke seluruh daerah di Indonesia. Dengan demikian, Pemda perlu lebih proaktif untuk memulai gerakan penting ini tanpa menunggu pemerintah pusat. Sejak dikeluarkan Inpres tentang penghematan penggunaan energi dan air di lembaga pemerintahan sejak 2008 dan pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, Pemda diharapkan sudah membiasakan diri dengan semangat penghematan energi dan bersiap untuk gerakan lain yang lebih luas dan terarah.
Sejalan dengan PP No.70/2009 tentang Konservasi Energi, berikut adalah delapan kewajiban dan kewenangan Pemerintah Daerah dalam pengembangan efisiensi energi di daerah, termasuk Pemda Riau dan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau: (1) merumuskan dan menetapkan kebijakan, strategi dan program konservasi energi daerah; (2) mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang konservasi energi; (3) melakukan sosialisasi menyeluruh dan komprehensif untuk penggunaan teknologi yang menerapkan konservasi energi; (4) mengalokasikan dana dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi; (5) memberikan kemudahan dan/atau insentif dalam rangka pelaksanaan program konservasi energi; (6) melakukan bimbingan teknis konservasi energi kepada pengusaha, pengguna sumber energi, dan pengguna energi; (7) melaksanakan program dan kegiatan konservasi energi; dan (8) melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program konservasi energi.
Hampir semua kewajiban Pemda di atas dapat dilakukan melalui kerjasama erat dengan dunia pendidikan, organisasi non-pemerintah dan dunia usaha, kecuali kewajiban ke-4 dan ke-5 yang harus dilaksanakan sendiri oleh Pemda. Menurut MIT (2012), Pemda, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil memiliki tiga jenis atribut umum yang dapat berkontribusi terhadap implementasi efisiensi energi, yaitu: mekanisme pengaturan; insentif keuangan; dan hubungan dengan masyarakat lokal. Pemda memiliki pengaruh langsung atas kebijakan terhadap komunitas dan sekaligus juga memiliki hubungan kuat dengan banyak komunitas. Selain itu, Pemda juga dapat mengalokasikan anggaran kegiatan konservasi energi dalam APBD, sama dengan dunia usaha yang dapat menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) untuk kegiatan sejenis. Organisasi non-pemerintah lokal hanya memiliki pengaruh tidak langsung atas kebijakan, tetapi memiliki kemampuan langsung untuk meningkatkan hubungan dalam masyarakat. Kolaborasi antara para pihak dapat membawa perubahan penting dalam upaya efisiensi energi di daerah.
Tanggungjawab implementasi efisiensi energi juga ada di pundak masyarakat. Masyarakat bertanggung jawab mendukung dan melaksanakan program efisiensi energi. Cara paling mudah adalah dengan membangun kesadaran bahwa efisiensi energi tidak hanya akan memberikan keuntungan ekonomi kepada masyarakat, namun juga dapat membantu daerah dan negara dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan. Beberapa contoh sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, memanfaat cahaya alami untuk penerangan di siang hari, dan sebagainya.
Sebagai kesimpulan, berangkat dari kesadaran bawah kegiatan produksi dan konsumsi energi membawa dampak pada lingkungan hidup dan ekonomi, maka gerakan efisiensi energi adalah strategi potensial untuk mewujudkan green economy. Efisiensi energi yang sukses tidak hanya akan berbuah efisiensi ekonomi, namun juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara lebih ‘bersih.” Selain itu, dalam konteks Indonesia, efisiensi energi juga berarti mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi GRK. Jika dilaksaakan secara terencana oleh Pemerintah (pusat dan daerah), dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat, maka kita akan mencapai kondisi di mana energi, ekonomi, dan lingkungan hidup berjalan seiring secara akurberjalan seiring secara akur.





Wina, ibukota musik dunia (Vienna, the world’s music capital)

22 07 2014

WInaPhilh

vienna philharmonic (Source: tbn3)

Awal Juli 2014 saya berkunjung ke kota Wina – Austria, dan saya akan mengulas tentang Wina, ibukota musik dunia ini dengan anda. Agenda utama kunjungan adalah menjajaki kerjasama akademik antara UIN Suska Riau dengan The University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, atau lebih dikenal dengan nama BOKU. BOKU adalah salah satu universitas senior di Austria, didirikan tahun 1872 dan merupakan pusat pendidikan dan riset sumber-sumber terbarukan di Austria. Sedangkan UIN Suska Riau adalah universitas yang amat progresif di Indonesia dengan visi mulia mengembalikan integrasi/persebatian antara Ilmu dan Islam. Sepertinya kedua universitas cocok berdiri berdampingan.

Dalam tulisan lain insya Allah saya akan bercerita tentang misi utama dari kunjungan ini. Kali ini saya ingin menulis yang relatif lebih ringan; tentang komposer dunia dari Wina.

Wina adalah salah satu kota idaman saya sejak kecil. Ketika masih SMP, saya jarang melewatkan acara musik klasik di Radio Jerman Bahasa Indonesia atau Deutsche Welle setiap kamis jam 20:30 – 21:30 malam. Kawan-kawan saya sering menganggap aneh hobby saya yang satu ini. Jika mendengar musik klasik dari siaran gelombang short wave (SW) Deutsche Welle di kamar, teman saya suka berkata, “lagu film kartun lagiii.” Yang menarik dari acara tersebut adalah, pembawa acara tidak hanya memutar lagu-lagu klasik, namun juga memberi ulasan yang mendalam dari setiap lagi. Pada saat itu disebutlah nama-nama komposer hebat, dan kebanyakan meraka berasal dari Wina. Dalam hati saya berkata, “saya akan ke Wina dan menonton konser musik klasik langsung dari ibukotanya.”

Musik klasik adalah seni musik yang berakar pada tradisi musik Barat yang dihasilkan selama periode waktu yang lama sejak abad ke-11 sampai hari ini. Akar dari musik klasik adalah dari seni musik dan orkestra Mesir. Pengaruh Yunani kuno telah menjadi dasar pembentukan musik klasik sekarang. Zaman musik klasik adalah antara abad ke-15 sampai ke-19. Awalnya tidak ada istilah “musik klasik” ​​hingga awal abad 19. Istilah ini dimunculkan untuk memberi penamaan pada periode Johann Sebastian Bach hinga Beethoven yang dikenal sebagai zaman keemasan.

Tidak mudah membedakanan antara musik klasik dengan jenis musik lain. Namun ada beberapa sifat musik klasik yang berbeda dengan jenis musik lain. Sifat yang paling menonjol dari musik klasik adalah bahwa repertoar musik klasik cenderung ditulis dalam notasi musik, membentuk bagian musik yang disebut skor. Skor ini biasanya menentukan rincian ritme, pitch, dan, di mana dua atau lebih musisi (baik penyanyi atau instrumentalis) dapat berkoordinasi. Kualitas tertulis dari musik klasik ditentukan oleh tingkat kompleksitas dari musik yang ditulis.

Sifat kedua musik kalisik adalah bahwa instrumen yang digunakan dalam sebagian besar musik klasik kebanyakan ditemukan sebelum pertengahan abad ke-19 (sering jauh lebih awal), dan dikodifikasi di abad 18 dan 19. Instrumen musik klasik biasanya juga ditemukan dalam sebuah orkestra seperti piano, harpsichord, dan organ. Simfoni orkestra adalah media yang paling banyak dikenal untuk musik klasik.

Dibandingkan sebagian besar musik populer yang ditampilkan dalam lagu berlirik, ciri ketiga musik klasik adalah bahwa musik klasik berkembang dari sebagai musik instrumental. Adapun bentuk lagu musik klasik adlaah concerto, simfoni, sonata, suite, étude, puisi simfoni, opera, dan lain-lain. Komposer klasik sering bercita-cita untuk mengilhami musik mereka dengan hubungan yang sangat kompleks antara emosional dan intelektualitas. Banyak dari karya-karya yang paling terhormat pada musik klasik memanfaatkan perkembangan musik, proses dimana ide musik diulang dalam konteks yang berbeda atau dalam bentuk diubah. Bentuk sonata dan fugue menggunakan bentuk ketat perkembangan musik.

Secara umum, periode musik klasik dibagi menjadi tiga kelompok masa, yaitu periode awal, periode praktek umum, dan periode modern & kontemporer. Periode awal meliputi Medieval (tahun 500-1400) dan Renaissance (tahun 1400-1600). Periode praktek umum meliputi Baroque (tahun 1600-1750), Klasik (tahun 1750-1830) dan Romantis (tahun 1804-1949). Sedangkan periode modern dan kontemporer mencakup abad ke-20 (1900-2000) dan kontemporer (1975-sekarang).

ANTHONY TOMMASINI dalam artikelnya di New York Times membuat daftar 15 komposer musik klasik paling besar dalam sejarah dan anda akan melihat bagaimana peran kota Wina bagi karir musik mereka. Dari kelimabelas komposer paling besar di dunia, delapan di antaranya berasal dari Wina atau berkarir di Wina, atau hidup sampai meninggal dunia di Wina. Inilah mereka:

BeethovenLudwig van Beethoven, adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman. Beethoven adalah tokoh penting musik klasik dalam transisi antara era Klasik dan Romantic. Komposisinya paling terkenal termasuk 9 simfoni, 5 konserto untuk piano, 32 piano sonata, dan 16 kuartet gesek. Ia juga memiki karya musik kamar, paduan suara, dan lagu-lagu. Selama 22 tahun pertamanya di Bonn, Beethoven belajar dari Wolfgang Amadeus Mozart. Beethoven pindah ke Wina pada tahun 1792 dan mulai belajar dengan Joseph Haydn, dan dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai pianis virtuoso. Dia tinggal di Wina hingga akhir hayatnya. Pada sekitar 1800 pendengarannya memburuk, dan pada dekade terakhir hidupnya ia hampir benar-benar tuli. Dia tidak lagi tampil di depan umum tapi terus menulis; banyak karya Beethoven yang paling dikagumi berasal dari periode ini.

MozartWolfgang Amadeus Mozart, adalah seorang komponis produktif asal Jerman dan berpengaruh dari era klasik. Mozart menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dari masa kecilnya. Saat mengunjungi Wina pada 1781, dia kemudian memutuskan tinggal di sana, di mana ia mencapai ketenaran ke seluruh dunia. Selama tahun-tahun terakhirnya di Wina, ia palig banyak menulis simfoni terkenalnya, konserto, dan opera, dan lain-lain. Mozart menghasilkan lebih dari 600 karya, banyak diakui sebagai puncak dari simfoni, concertante, kamar, opera, dan musik paduan suara. Pengaruh Mozart pada seni musik Barat selanjutnya mendalam; bahkan karya-karya Beethoven awalnya dalam bayangan Mozart. Joseph Haydn menulis bahwa “anak cucu kita tidak akan melihat bakat seperti ini lagi dalam 100 tahun.”  Tidak hanya indah, musik Mozart juga diperkirakan bermanfaat untuk kecerdasan. Riset-riset dari Tomatis (1991), Rauscher (1993), dan didukung oleh Ross (1994), Campbell (1997) menunjukkan bahwa karya Mozart bisa membantu mempercepat kesembuhan, meningkatkan kecerdasan umum dan kecerdasan spasial.

HaydnFranz Joseph Haydn, adalah komposer terkemuka dan produktif pada periode Klasik. Dia berperan dalam perkembangan musik kamar seperti trio piano dan kontribusinya terhadap bentuk musik telah mendapatkan dia julukan sebagai “Bapak Symphony” dan “Bapak String Quartet”. Dia juga merupakan teman dari Wolfgang Amadeus Mozart dan guru Ludwig van Beethoven. Haydn adalah warga seumur hidup Austria, dan saat kematiannya, berusia 77, ia adalah salah satu komponis paling terkenal di Eropa. Haydn memiliki rasa humor yang kuat dan sering terlihat dalam musiknya. Dia memiliki banyak teman dan ia selalu terlihat bahagia dan ceria dengan temperamen yang alami. Namun di akhir kehidupannya, Haydn kemungkinan mengalami depresi, terutama terkait dengan seseorang bernama Mrs Genzinger. Dia menulis 340 jam musik, lebih banyak dari komposer lain. Meskipun banyak dicari-cari pencinta musik, Simfoni Haydn, namun dia sendiri mengatakan, “Saya baru saja menemukan cara untuk menggunakan angin.”

BrahmsJohannes Brahms, adalah komposer dan pianis dari Jerman namun menghabiskan sebagian besar kehidupan musiknya di Wina. Brahms adalah salah satu pengrajin terbaik dalam sejarah musik. Dia menulis 2 piano konserto, dan yang ke-2 adalah concerto piano terbesar yang pernah disusun. Bukan karea sulit secara teknis seperti concerto 3 Rachmaninov, tapi piano yang diperlukan sangat besar . Dia menulis 4 simfoni, semuanya luar biasa, sebuah Requiem dalam bahasa Jerman, terbaiknya dalam kelasnya, dan salah satu konserto biola terbesar dalam sejarah.

 

 

Mahler

Gustav Mahler, adalah seorang komponis akhir-Romantis dan salah satu konduktor terkemuka dari generasinya. Ia lahir di Bohemia yang dulu masuk Kekaisaran Austria, namun kini menjadi bagian Republik Ceko. Dikenal dengan jukukan symphonist kematian. Dia hanya menulis 10 simfoni, yang terakhir “Das Lied von der Erde,” disebut sebagai simfoni terbaiknya. Meskipun ia menulis puluhan lagu lainnya, iya tetap banyak sibuk dengan simfoni pertama, yang kental ide-ide kematian. Dalam karyanya, “Resurrection,” bagian akhirnya dikatakan dapat membuat perempuan pingsan, dan pria dewasa menangis.

 

 

SchubertFranz Peter Schubert, adalah seorang komponis Austria. Meski meninggal pada usia tiga puluh satu, Schubert sangat produktif. Karyanya terdiri dari lebih dari enam ratus karya sekuler vokal (terutama Lieder), tujuh simfoni lengkap, musik suci, opera, musik insidental dan dan musik piano. Apresiasi musik saat ia masih hidup terbatas pada lingkaran yang relatif kecil dari pengagumnya di Wina, tetapi kekaguman pada karyanya meningkat secara signifikan dalam dekade setelah kematiannya. Schubert berada pada peringkat atas di antara komponis terbesar dari era Romantic awal.

Penulis lagu terbesar sepanjang masa. Schubert menulis lagu dengan begitu cepat sehingga segera setelah selesai dengan yang satu, ia melemparkannya ke lantai dan meraih selembar kertas untuk memulai yang baru. Dia menulis “Hark, Hark, burung,” salah satu dari karya terbaiknya, saat menunggu tagihan minumnya, sekali duduk. Dia menulis sekitar 650 lagu, dan yang paling terkenal adalah Quintet Piano nya, dijuluki Trout. Ia juga menulis, 9 simfoni. Karya terbaiknya adalah simfoni 8 dan 9.

LisztFranz Liszt, Pianis terbesar sepanjang masa. Liszt bermain piano dengan sempurna pertama kalinya ia melihat musik. Dia menulis ratusan potongan-potongan pendek, lagu, preludes, etudes, dua piano konserto, puisi simfoni. Sebagian besar karya pianonya adalah yang paling teknis, hampir mustahil untuk dimainkan sehingga mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari musik yang pernah ditulis untuk instrumen apapun. Bahkan para profesional piano veteran menolak untuk bermain “Feux Follets No. 5″. Di Wina, Liszt menerima pelajaran piano dari Carl Czerny, yang di masa mudanya sendiri pernah menjadi mahasiswa Beethoven dan Hummel. Dia juga menerima pelajaran dalam komposisi dari Antonio Salieri, yang saat itu direktur musik dari pengadilan Wina. Dia disambut baik dalam lingkungan bangsawan Austria dan Hungaria.

VivaldiAntonio Lucio Vivaldi, adalah komposer Baroque asal Italia, pemain biola virtuoso, guru dan ulama. Lahir di Venice, ia diakui sebagai salah satu komposer Baroque terbesar, dan pengaruhnya selama hidupnya tersebar luas di seluruh Eropa. Setelah bertemu Kaisar Charles VI, Vivaldi pindah ke Wina. Namun, Kaisar meninggal tak lama setelah kedatangan Vivaldi, dan Vivaldi sendiri meninggal kurang dari satu tahun kemudian dalam kemiskinan. Setelah kematiannya, musik Vivaldi meluncur ke dalam ketidakjelasan sampai kebangkitan yang kuat di abad ke-20. Hari ini, dia peringkat di antara yang paling populer dan banyak dicatat komposer Baroque. Bahkan Johann Sebastian Bach, mengaku dirinya sangat dipengaruhi oleh karya Vivaldi.

 

Melihat daftar nama para musikus terbesar dunia sepanjang sejarah di atas dan waktu yang mereka habiskan di Wina untuk menghasilkan karya-karya besar, tidak salah jika Wina dijuluki ibukota musik dunia. Sejak awal dalam kunjungan ke Wina saya mencoba mencuri-curi waktu untuk menonton salah satu konser yang banyak ditawarkan di tempat umum, namun akhirnya saya tidak berhasil dan harus menunggu kunjungan berukutnya insya Allah. Walaupun penikmat musik klasik, saya tidak memainkan alat musik apapun selain sedikit bermain gitar. Namun kesukkan yang tinggi nampaknya turun pada Zia Alkhair Nailian, anak pertama saya yang kini dengan tekun, tanpa paksaan (bahkan tanpa motivasi) belajar piano di Yamaha Music School Pekanbaru.





Rindu menulis

22 07 2014

Sahabat blog.

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog ini. Kesibukan seringkali menguras tenaga dan menelan waktu.
Namun saya masih mengamati komentar sahabat sekalian di sini. Namun akhir-akhir ini saya tidak bisa lagi menanggapi semua komentar seperti biasa.

Semoga dalam waktu dekat bisa kembali menulis sesuatu lagi.

Salam

Kunaifi





Pusat Studi Energi UIN Suska Berdiri (Energy Research Centre UIN Suska is Established)

26 10 2011

Company Profile EnReach dapat di-download dari gambar di samping. Website EnReach www.enreach.or.id

Bertepatan dengan Engineers’ Day (Hari Insinyur Dunia), pada tanggal 15 September 2011 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska Riau membuat cacatan baru dengan mendirikan sebuah Pusat Studi Energi yang diberi nama Energy Research Centre (EnReach).

EnReach didirikan dengan beberapa latar belakang, yaitu:

  • Energi memainkan peran penting bagi masyarakat modern untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh sebab itu, berbagai bentuk kesulitan akan dialami manusia jika akses pada energi dibatasi.
  • Akses pada energi belum dinikmati secara merata dan adil oleh seluruh penduduk. International Energy Agency (2011) mencatat lebih 1,3 miliar orang, umumnya di negara berkembang, tidak memiliki akses pada listrik dan sekitar 2,7 miliar tanpa fasilitas memasak yang bersih. Di Indonesia, lebih 70 juta penduduk belum mendapatkan akses pada listrik, di mana lebih 80% berada di kawasan terpencil, dan 50% berada di luar Jawa dan Bali.
  • Selain itu, pola produksi dan konsumsi energi yang berlaku selama ini tidak hanya memberikan manfaatkan besar bagi manusia dan pembangunan, namun juga telah menimbulkan berbagai dampak sosial dan lingkungan hidup yang besar seperti perubahan budaya dan penurunan daya dukung lingkungan hidup.
  • Di sisi lain, Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang tersedia dalam kapasitas besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
  • FST UIN Suska Riau meyakini bahwa strategi pengembangan sektor energi masa depan harus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainable energy), yang menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup secara seimbang. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan dunia akademik, bisnis, dan pemerintah secara optimal.

Melalui Surat Keputusan Dekan FST UIN Suska, EnReach didirikan sebagai lembaga riset otonon ketiga di UIN Suska Riau dan pertama di FST. Sebelumnya telah berdiri lembaga riset otonom bidang studi Islam Asia Tenggara pada tingkat universitas dan lembaga riset otonom bidang agrikultur di Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Visi EnReach adalah menjadi lembaga studi energi terdepan di Propinsi Riau yang menawarkan solusi berkelas global untuk mengatasi persoalan energi lokal (global solution for local energy problems).

Sedangkan misi yang diemban EnReach adalah:

  1. Melaksanakan studi dan penelitian energi multidisiplin untuk membantu mengatasi persoalan suplai energi di Propinsi Riau dan Indonesia, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
  2. Melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses pada energi yang handal, harga terjangkau, dan mendorong kegiatan produktif.
  3. Melakukan kegiatan penyebaran (diseminasi) dan promosi energi berkelanjutan.
  4. Melaksanakan tata kelola lembaga yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Lambang dan motto EnReach adalah seperti gambar berikut:

Sedangkan moto EnReach adalah EnLightening People” yang berarti “memberi cahaya atau pencerahan kepada masyarakat.”

Struktur Organisasi EnReach terdiri dari:

  1. Dewan Pengurus (Board), selanjutnya disebut Dewan.
  2. Eksekutif (Executive)
  3. Peneliti (Researcher)

Mengingat energi adalah bidang yang multidisiplin, anggota dewan (board) tetap yang terdiri dari:

  1. Dekan FST UIN Suska Riau (ex-officio, Board Member) – Dekan FST dengan bidang: Arsitektur.
  2. Kunaifi (pendiri, Chief of Board) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: energi terbarukan, efisiensi energi, pembangunan berkelanjutan.
  3. Novriyanto (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Informatika dengan bidang: Green ICT, IT project management, IT strategy and assessments.
  4. Petir Papilo (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Industri dengan bidang: kebijakan energi dan quality control.
  5. Zulfatri Aini (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: efisiensi energi, sistem tenaga listrik, perencanaan dan analisa sistem tenaga listrik.
  6. Liliana (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengn bidang: energi terbarukan, sistem tenaga listrik, dan proteksi sistem tenaga listrik.
  7. Nesdi Evrilyan Rozanda (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Sistem Informasi dengan bidang: green ICT dan IT project management.

EnReach saat ini fokus pada empat bidang kajian yang dapat dilaksanakan dalam bentuk riset, proyek, program, dan intervensi, yaitu:

  1. Energi terbarukan
  2. Efisiensi energi
  3. Green ICT
  4. Kebijakan energi.

Walaupun hingga saat tulisan ini dibuat EnReach baru berusia 6 minggu, EnReach telah melakukan berbagai kegiatan antara lain:

  1. Ikut membahas Ranperda Ketenagalistrikan Propinsi Riau
  2. Menyusun konsep implementasi proyek solar home system yang berkelanjutan di Distamben Propinsi Riau.
  3. MoU riset dan proyek dengan Hochscule Amberg-Weiden German dalam bidang energy terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
  4. Studi persiapan proyek pembangkit listrik tersambung jaringan di atap kantor Pemprov Riau.
  5. Menjadi tuan rumah riset bio-energi mahasiswa S2 dari Hochscule Amberg-Weiden German.
  6. Studi potensi energi biomassa di 2Kabupaten di Propinsi Riau.
  7. Audit energi pada sektor bangunan kantor, bekerjasama dengan Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM dan PT. Energy Management Indonesia.

Selain melakukan kegiatan secara mandiri, EnReach membuka diri atas kerjasama riset, proyek, program, dan intervensi teknologi dan kebijakan energi terbarukan, efisiensi energi dan green ICT. Saat ini EnReach dalam tahap pembicaraan akhir kerjasama riset energi terbarukan dan capcaity building clean energy dengan sebuah perusahaan di Jakarta dan sebuah NGO di Paris.

Kunjungi EnReach di www.enreach.or.id dan melalui email info@enreach.or.id

Company Profile EnReach dapat diunduk dari gambar berikut.





UIN Suska Riau, Progressive University

10 04 2011

UIN Suska Riau adalah sebuah universitas yang amat progressive di kawasan Barat Indonesia. Di bawah ini beberapa foto kampus UIN Suska Riau. …. nantikan kisah selanjutnya….

Sumber: unknown

Sumber: Pekanbaru Pos

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber:http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://arynoone.blogspot.com/2011/02/logo-baru-uin-suska-riau.html

SUmber: http://uin-suska.ac.id/dakwah/

Sumber: http://riau.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=2846

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6803185

Sumber: http://riaupos.co.id/news/2011/01/kampus-uin-panam/

Sumber: http://www.sman4siak.co.cc/2011/03/raih-juara-3-cc-di-uin-suska-riau.html

Sumber: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=60598591

 

 

 





Saatnya Riau Kelola Blok Siak (It’s Time for Riau to Operate Siak Block)

28 03 2011

Artikel ini diterbitkan Riau Pos 28 Maret 2011.

 

Selama delapan tahun terakhir satu-per-satu ladang minyak Riau yang dikelola perusahaan asing dilepas kepada pemerintah daerah setelah kontraknya berakhir. Pada 2002, CPP Block berpindah tangan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada konsorsium PT. Pertamina dan BUMD Kab. Siak PT. Bumi Siak Pusako (BSP). Setelah itu Blok Langgak (Mountain Front Kuantan, MFK) yang awalnya juga dikelola CPI, sejak 2010 dikuasai penuh BUMD Pemprov Riau PT. Sarana Pembangunan Riau (SPR). Dalam dua tahun ke depan, dua ladang minyak lagi akan habis kontrak, yaitu South and Central Sumatera Block (Medco E&P Indonesia) dan Siak Block (CPI). Artikel ini membahas potensi ekonomi di Siak Block dan strategi Riau untuk melanjutkan pengelolaan setelah kontrak CPI berakhir 2013.

Sekilas Siak Block

Ladang minyak Siak Block terhampar pada empat kabupaten yaitu Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Bengkalis. Eksploitasi Siak Block dimulai CPI pada 1963, dan sejak 1991 kontrak CPI diperbaharui dengan sistem bagi hasil. Berdasar kontrak baru, penguasaan CPI di Siak Blok akan berakhir pada 27 November 2013 nanti.

Siak Block terdiri dari dua lapangan utama, yaitu Lindai Field dan sebagian Batang Field. Produksi Lindai Field sekitar 1.300 barrel of oil per day (bopd) dengan peluang peningkatan melalui penambahan sumur sisipan dan aplikasi teknologi waterflood. Sedangkan Batang Field yang 65% dalam konsesi Siak Block, memproduksi sekitar 1.200 bopd minyak kental/berat, dan dapat ditingkatkan dengan teknologi pemanasan minyak di dalam reservoir, penambahan jumlah sumur, dan merapatkan spacing (jarak pengurasan antar sumur).

Jika dirata-ratakan, produksi Siak Block sekitar 2 ribu bopd. Dibanding Blok Langgak dengan produksi sekitar 600 bopd, Siak Block adalah ladang tua yang masih menawan di mata investor.

Potensi Pendapatan dari Siak Block

Walaupun produksinya tidak besar, Siak Block tetap menjanjikan pendapatan bagus untuk Riau. Dengan asumsi produksi rata-rata 2.000 bopd, maka merujuk metode penghitungan Rafiq Imtihan (2010), Riau berpeluang meraih keuntungan sekitar US$ 4,06 juta dari Siak Block atau sekitar Rp. 37,5 Miliar per tahun dengan asumsi US$ 1=Rp. 9.250. Dasar perhitungan dan asumsi yang digunakan adalah: harga Sumatra Light Crude (SLC) yang dihasilkan Siak Block sama dengan harga rata-rata SLC enam tahun terakhir (2005-2010) yaitu US$ 77,3 per barrel, biaya pokok produksi (BPP) diasumsikan US$ 15 per barrel, bagi hasil 85 % untuk pemerintah pusat dan 15 % untuk kontraktor, dan corporate and deviden tax sebesar 40,5 %. Melihat trend harga minyak yang terus naik dan masih terbukanya peluang meningkatkan produksi, keuntungan berpotensi naik di masa depan.

Berdasar pemberitaan media, terdapat beberapa pihak yang berminat mengelola Siak Block. Pemerintah daerah, melalui BUMD Pemrov Riau PT. SPR dan BUMD Pemkab Siak PT. BSP, telah menyatakan minat (Antara 2010). Selain itu, CPI juga bermaksud memperpanjang kontraknya di Siak Block, disusul Bakrie Group dan Medco International yang menyatakan minat sama.

Siapa Sebaiknya Mengelola Siak Block?

Menurut BP Migas, pemerintah akan memberi prioritas pada BUMD untuk mengelola Siak Block (Antara 2010). Belajar dari keberhasilan pengelolaan dua blok terdahulu, maka pengelolaan Siak Block oleh daerah harus diperjuangkan mengingat Riau memerlukan dana besar untuk merealisasikan target pembangunan. Pertanyaan selanjutnya adalah BUMD mana yang paling cocok di antara berbagai BUMD yang ada? Jawaban final tentu tergantung hasil tender dan kesepakatan Pemprov Riau dan Pemkab-Pemkab di mana Siak Block berada, dengan mengedepankan azas keadilan.

Namun, saya ingin mengajak kita semua untuk mempertimbangkan sebuah BUMD milik Pemrov Riau sebagai pengelola Siak Block masa depan, yaitu PT. Riau Petroleum (PT. RP). Kembali pada sejarah, PT. RP khusus dibentuk untuk mempersiapkan Riau dalam menyikapi berakhirnya kontrak pengelolaan beberapa blok migas yaitu CPP, MFK, Siak & Rokan Block). Namun dalam perjalanannya, PT. RP belum mendapatkan kesempatan menjalankan fungsinya. Berkaca pada pengalaman PT. BSP dan PT. SPR yang awalnya justru dibentuk untuk bisnis non-migas, namun kemudian menjadi contoh kesuksesan daerah mengelola bisnis migas, adalah patut jika PT. RP diberi peluang sama di Siak Block. Hal ini sekaligus membuktikan perlakuan adil pemerintah daerah kepada BUMD-nya sendiri.

Strategi

Pengelolaan migas melibatkan investasi, teknologi, dan profesionalitas. Besaran investasi untuk mengelola Siak Blcok secara mandiri dapat dihitung untuk meyakinkan calon investor bahwa Siak Block akan memberikan keuntungan besar dengan resiko terukur. Jika PT. RP diberi kesempatan, ini bermakna pemerintah daerah selaku pemegang saham utama memberi dukungan finansial. Sedangkan dari aspek teknologi sepertinya tidak ada masalah mendasar. Teknologi yang digunakan saat ini di Siak Block dapat dilanjutkan pada tahun-tahun pertama pengelolaan oleh BUMD. Selanjutnya, dapat diterapkan teknologi baru untuk meningkatkan produksi.

Kesimpulan

Pemerintah Provinsi harus memperkuat perjuangan untuk mengambil tongkat estafet pengelolaan Siak Block dari CPI pada 2013. Berbagai kesepakatan penting perlu dibuat pihak-pihak terkait untuk memuluskan rencana ini. PT. Riau Petroleum, karena fungsi dan sumberdaya yang dimilikinya patut dipertimbangkan dan diberi dukungan penuh sebagai pengelola masa depan Siak Block. Satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa minyak di Siak Block telah diekploitasi puluhan tahun. Kini sisa yang tinggal beberapa “tetes” harus dapat digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat seperti perbaikan pendidikan dan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain.***

Kunaifi, PgDipEnSt., M.Sc.

Peneliti di Energy Research Centre (EnReach)

UIN Suska Riau

kunaifi@gmail.com

NOTE: warna biru diedit redaksi Riau Pos dan tidak dicantumkan.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers