Wina, ibukota musik dunia (Vienna, the world’s music capital)

22 07 2014

WInaPhilh

vienna philharmonic (Source: tbn3)

Awal Juli 2014 saya berkunjung ke kota Wina – Austria, dan saya akan mengulas tentang Wina, ibukota musik dunia ini dengan anda. Agenda utama kunjungan adalah menjajaki kerjasama akademik antara UIN Suska Riau dengan The University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, atau lebih dikenal dengan nama BOKU. BOKU adalah salah satu universitas senior di Austria, didirikan tahun 1872 dan merupakan pusat pendidikan dan riset sumber-sumber terbarukan di Austria. Sedangkan UIN Suska Riau adalah universitas yang amat progresif di Indonesia dengan visi mulia mengembalikan integrasi/persebatian antara Ilmu dan Islam. Sepertinya kedua universitas cocok berdiri berdampingan.

Dalam tulisan lain insya Allah saya akan bercerita tentang misi utama dari kunjungan ini. Kali ini saya ingin menulis yang relatif lebih ringan; tentang komposer dunia dari Wina.

Wina adalah salah satu kota idaman saya sejak kecil. Ketika masih SMP, saya jarang melewatkan acara musik klasik di Radio Jerman Bahasa Indonesia atau Deutsche Welle setiap kamis jam 20:30 – 21:30 malam. Kawan-kawan saya sering menganggap aneh hobby saya yang satu ini. Jika mendengar musik klasik dari siaran gelombang short wave (SW) Deutsche Welle di kamar, teman saya suka berkata, “lagu film kartun lagiii.” Yang menarik dari acara tersebut adalah, pembawa acara tidak hanya memutar lagu-lagu klasik, namun juga memberi ulasan yang mendalam dari setiap lagi. Pada saat itu disebutlah nama-nama komposer hebat, dan kebanyakan meraka berasal dari Wina. Dalam hati saya berkata, “saya akan ke Wina dan menonton konser musik klasik langsung dari ibukotanya.”

Musik klasik adalah seni musik yang berakar pada tradisi musik Barat yang dihasilkan selama periode waktu yang lama sejak abad ke-11 sampai hari ini. Akar dari musik klasik adalah dari seni musik dan orkestra Mesir. Pengaruh Yunani kuno telah menjadi dasar pembentukan musik klasik sekarang. Zaman musik klasik adalah antara abad ke-15 sampai ke-19. Awalnya tidak ada istilah “musik klasik” ​​hingga awal abad 19. Istilah ini dimunculkan untuk memberi penamaan pada periode Johann Sebastian Bach hinga Beethoven yang dikenal sebagai zaman keemasan.

Tidak mudah membedakanan antara musik klasik dengan jenis musik lain. Namun ada beberapa sifat musik klasik yang berbeda dengan jenis musik lain. Sifat yang paling menonjol dari musik klasik adalah bahwa repertoar musik klasik cenderung ditulis dalam notasi musik, membentuk bagian musik yang disebut skor. Skor ini biasanya menentukan rincian ritme, pitch, dan, di mana dua atau lebih musisi (baik penyanyi atau instrumentalis) dapat berkoordinasi. Kualitas tertulis dari musik klasik ditentukan oleh tingkat kompleksitas dari musik yang ditulis.

Sifat kedua musik kalisik adalah bahwa instrumen yang digunakan dalam sebagian besar musik klasik kebanyakan ditemukan sebelum pertengahan abad ke-19 (sering jauh lebih awal), dan dikodifikasi di abad 18 dan 19. Instrumen musik klasik biasanya juga ditemukan dalam sebuah orkestra seperti piano, harpsichord, dan organ. Simfoni orkestra adalah media yang paling banyak dikenal untuk musik klasik.

Dibandingkan sebagian besar musik populer yang ditampilkan dalam lagu berlirik, ciri ketiga musik klasik adalah bahwa musik klasik berkembang dari sebagai musik instrumental. Adapun bentuk lagu musik klasik adlaah concerto, simfoni, sonata, suite, étude, puisi simfoni, opera, dan lain-lain. Komposer klasik sering bercita-cita untuk mengilhami musik mereka dengan hubungan yang sangat kompleks antara emosional dan intelektualitas. Banyak dari karya-karya yang paling terhormat pada musik klasik memanfaatkan perkembangan musik, proses dimana ide musik diulang dalam konteks yang berbeda atau dalam bentuk diubah. Bentuk sonata dan fugue menggunakan bentuk ketat perkembangan musik.

Secara umum, periode musik klasik dibagi menjadi tiga kelompok masa, yaitu periode awal, periode praktek umum, dan periode modern & kontemporer. Periode awal meliputi Medieval (tahun 500-1400) dan Renaissance (tahun 1400-1600). Periode praktek umum meliputi Baroque (tahun 1600-1750), Klasik (tahun 1750-1830) dan Romantis (tahun 1804-1949). Sedangkan periode modern dan kontemporer mencakup abad ke-20 (1900-2000) dan kontemporer (1975-sekarang).

ANTHONY TOMMASINI dalam artikelnya di New York Times membuat daftar 15 komposer musik klasik paling besar dalam sejarah dan anda akan melihat bagaimana peran kota Wina bagi karir musik mereka. Dari kelimabelas komposer paling besar di dunia, delapan di antaranya berasal dari Wina atau berkarir di Wina, atau hidup sampai meninggal dunia di Wina. Inilah mereka:

BeethovenLudwig van Beethoven, adalah seorang komponis dan pianis dari Jerman. Beethoven adalah tokoh penting musik klasik dalam transisi antara era Klasik dan Romantic. Komposisinya paling terkenal termasuk 9 simfoni, 5 konserto untuk piano, 32 piano sonata, dan 16 kuartet gesek. Ia juga memiki karya musik kamar, paduan suara, dan lagu-lagu. Selama 22 tahun pertamanya di Bonn, Beethoven belajar dari Wolfgang Amadeus Mozart. Beethoven pindah ke Wina pada tahun 1792 dan mulai belajar dengan Joseph Haydn, dan dengan cepat mendapatkan reputasi sebagai pianis virtuoso. Dia tinggal di Wina hingga akhir hayatnya. Pada sekitar 1800 pendengarannya memburuk, dan pada dekade terakhir hidupnya ia hampir benar-benar tuli. Dia tidak lagi tampil di depan umum tapi terus menulis; banyak karya Beethoven yang paling dikagumi berasal dari periode ini.

MozartWolfgang Amadeus Mozart, adalah seorang komponis produktif asal Jerman dan berpengaruh dari era klasik. Mozart menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dari masa kecilnya. Saat mengunjungi Wina pada 1781, dia kemudian memutuskan tinggal di sana, di mana ia mencapai ketenaran ke seluruh dunia. Selama tahun-tahun terakhirnya di Wina, ia palig banyak menulis simfoni terkenalnya, konserto, dan opera, dan lain-lain. Mozart menghasilkan lebih dari 600 karya, banyak diakui sebagai puncak dari simfoni, concertante, kamar, opera, dan musik paduan suara. Pengaruh Mozart pada seni musik Barat selanjutnya mendalam; bahkan karya-karya Beethoven awalnya dalam bayangan Mozart. Joseph Haydn menulis bahwa “anak cucu kita tidak akan melihat bakat seperti ini lagi dalam 100 tahun.”  Tidak hanya indah, musik Mozart juga diperkirakan bermanfaat untuk kecerdasan. Riset-riset dari Tomatis (1991), Rauscher (1993), dan didukung oleh Ross (1994), Campbell (1997) menunjukkan bahwa karya Mozart bisa membantu mempercepat kesembuhan, meningkatkan kecerdasan umum dan kecerdasan spasial.

HaydnFranz Joseph Haydn, adalah komposer terkemuka dan produktif pada periode Klasik. Dia berperan dalam perkembangan musik kamar seperti trio piano dan kontribusinya terhadap bentuk musik telah mendapatkan dia julukan sebagai “Bapak Symphony” dan “Bapak String Quartet”. Dia juga merupakan teman dari Wolfgang Amadeus Mozart dan guru Ludwig van Beethoven. Haydn adalah warga seumur hidup Austria, dan saat kematiannya, berusia 77, ia adalah salah satu komponis paling terkenal di Eropa. Haydn memiliki rasa humor yang kuat dan sering terlihat dalam musiknya. Dia memiliki banyak teman dan ia selalu terlihat bahagia dan ceria dengan temperamen yang alami. Namun di akhir kehidupannya, Haydn kemungkinan mengalami depresi, terutama terkait dengan seseorang bernama Mrs Genzinger. Dia menulis 340 jam musik, lebih banyak dari komposer lain. Meskipun banyak dicari-cari pencinta musik, Simfoni Haydn, namun dia sendiri mengatakan, “Saya baru saja menemukan cara untuk menggunakan angin.”

BrahmsJohannes Brahms, adalah komposer dan pianis dari Jerman namun menghabiskan sebagian besar kehidupan musiknya di Wina. Brahms adalah salah satu pengrajin terbaik dalam sejarah musik. Dia menulis 2 piano konserto, dan yang ke-2 adalah concerto piano terbesar yang pernah disusun. Bukan karea sulit secara teknis seperti concerto 3 Rachmaninov, tapi piano yang diperlukan sangat besar . Dia menulis 4 simfoni, semuanya luar biasa, sebuah Requiem dalam bahasa Jerman, terbaiknya dalam kelasnya, dan salah satu konserto biola terbesar dalam sejarah.

 

 

Mahler

Gustav Mahler, adalah seorang komponis akhir-Romantis dan salah satu konduktor terkemuka dari generasinya. Ia lahir di Bohemia yang dulu masuk Kekaisaran Austria, namun kini menjadi bagian Republik Ceko. Dikenal dengan jukukan symphonist kematian. Dia hanya menulis 10 simfoni, yang terakhir “Das Lied von der Erde,” disebut sebagai simfoni terbaiknya. Meskipun ia menulis puluhan lagu lainnya, iya tetap banyak sibuk dengan simfoni pertama, yang kental ide-ide kematian. Dalam karyanya, “Resurrection,” bagian akhirnya dikatakan dapat membuat perempuan pingsan, dan pria dewasa menangis.

 

 

SchubertFranz Peter Schubert, adalah seorang komponis Austria. Meski meninggal pada usia tiga puluh satu, Schubert sangat produktif. Karyanya terdiri dari lebih dari enam ratus karya sekuler vokal (terutama Lieder), tujuh simfoni lengkap, musik suci, opera, musik insidental dan dan musik piano. Apresiasi musik saat ia masih hidup terbatas pada lingkaran yang relatif kecil dari pengagumnya di Wina, tetapi kekaguman pada karyanya meningkat secara signifikan dalam dekade setelah kematiannya. Schubert berada pada peringkat atas di antara komponis terbesar dari era Romantic awal.

Penulis lagu terbesar sepanjang masa. Schubert menulis lagu dengan begitu cepat sehingga segera setelah selesai dengan yang satu, ia melemparkannya ke lantai dan meraih selembar kertas untuk memulai yang baru. Dia menulis “Hark, Hark, burung,” salah satu dari karya terbaiknya, saat menunggu tagihan minumnya, sekali duduk. Dia menulis sekitar 650 lagu, dan yang paling terkenal adalah Quintet Piano nya, dijuluki Trout. Ia juga menulis, 9 simfoni. Karya terbaiknya adalah simfoni 8 dan 9.

LisztFranz Liszt, Pianis terbesar sepanjang masa. Liszt bermain piano dengan sempurna pertama kalinya ia melihat musik. Dia menulis ratusan potongan-potongan pendek, lagu, preludes, etudes, dua piano konserto, puisi simfoni. Sebagian besar karya pianonya adalah yang paling teknis, hampir mustahil untuk dimainkan sehingga mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari musik yang pernah ditulis untuk instrumen apapun. Bahkan para profesional piano veteran menolak untuk bermain “Feux Follets No. 5″. Di Wina, Liszt menerima pelajaran piano dari Carl Czerny, yang di masa mudanya sendiri pernah menjadi mahasiswa Beethoven dan Hummel. Dia juga menerima pelajaran dalam komposisi dari Antonio Salieri, yang saat itu direktur musik dari pengadilan Wina. Dia disambut baik dalam lingkungan bangsawan Austria dan Hungaria.

VivaldiAntonio Lucio Vivaldi, adalah komposer Baroque asal Italia, pemain biola virtuoso, guru dan ulama. Lahir di Venice, ia diakui sebagai salah satu komposer Baroque terbesar, dan pengaruhnya selama hidupnya tersebar luas di seluruh Eropa. Setelah bertemu Kaisar Charles VI, Vivaldi pindah ke Wina. Namun, Kaisar meninggal tak lama setelah kedatangan Vivaldi, dan Vivaldi sendiri meninggal kurang dari satu tahun kemudian dalam kemiskinan. Setelah kematiannya, musik Vivaldi meluncur ke dalam ketidakjelasan sampai kebangkitan yang kuat di abad ke-20. Hari ini, dia peringkat di antara yang paling populer dan banyak dicatat komposer Baroque. Bahkan Johann Sebastian Bach, mengaku dirinya sangat dipengaruhi oleh karya Vivaldi.

 

Melihat daftar nama para musikus terbesar dunia sepanjang sejarah di atas dan waktu yang mereka habiskan di Wina untuk menghasilkan karya-karya besar, tidak salah jika Wina dijuluki ibukota musik dunia. Sejak awal dalam kunjungan ke Wina saya mencoba mencuri-curi waktu untuk menonton salah satu konser yang banyak ditawarkan di tempat umum, namun akhirnya saya tidak berhasil dan harus menunggu kunjungan berukutnya insya Allah. Walaupun penikmat musik klasik, saya tidak memainkan alat musik apapun selain sedikit bermain gitar. Namun kesukkan yang tinggi nampaknya turun pada Zia Alkhair Nailian, anak pertama saya yang kini dengan tekun, tanpa paksaan (bahkan tanpa motivasi) belajar piano di Yamaha Music School Pekanbaru.





Rindu menulis

22 07 2014

Sahabat blog.

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis sesuatu di blog ini. Kesibukan seringkali menguras tenaga dan menelan waktu.
Namun saya masih mengamati komentar sahabat sekalian di sini. Namun akhir-akhir ini saya tidak bisa lagi menanggapi semua komentar seperti biasa.

Semoga dalam waktu dekat bisa kembali menulis sesuatu lagi.

Salam

Kunaifi





Pusat Studi Energi UIN Suska Berdiri (Energy Research Centre UIN Suska is Established)

26 10 2011

Company Profile EnReach dapat di-download dari gambar di samping. Website EnReach www.enreach.or.id

Bertepatan dengan Engineers’ Day (Hari Insinyur Dunia), pada tanggal 15 September 2011 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska Riau membuat cacatan baru dengan mendirikan sebuah Pusat Studi Energi yang diberi nama Energy Research Centre (EnReach).

EnReach didirikan dengan beberapa latar belakang, yaitu:

  • Energi memainkan peran penting bagi masyarakat modern untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh sebab itu, berbagai bentuk kesulitan akan dialami manusia jika akses pada energi dibatasi.
  • Akses pada energi belum dinikmati secara merata dan adil oleh seluruh penduduk. International Energy Agency (2011) mencatat lebih 1,3 miliar orang, umumnya di negara berkembang, tidak memiliki akses pada listrik dan sekitar 2,7 miliar tanpa fasilitas memasak yang bersih. Di Indonesia, lebih 70 juta penduduk belum mendapatkan akses pada listrik, di mana lebih 80% berada di kawasan terpencil, dan 50% berada di luar Jawa dan Bali.
  • Selain itu, pola produksi dan konsumsi energi yang berlaku selama ini tidak hanya memberikan manfaatkan besar bagi manusia dan pembangunan, namun juga telah menimbulkan berbagai dampak sosial dan lingkungan hidup yang besar seperti perubahan budaya dan penurunan daya dukung lingkungan hidup.
  • Di sisi lain, Indonesia memiliki berbagai sumber energi yang tersedia dalam kapasitas besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
  • FST UIN Suska Riau meyakini bahwa strategi pengembangan sektor energi masa depan harus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainable energy), yang menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup secara seimbang. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan dunia akademik, bisnis, dan pemerintah secara optimal.

Melalui Surat Keputusan Dekan FST UIN Suska, EnReach didirikan sebagai lembaga riset otonon ketiga di UIN Suska Riau dan pertama di FST. Sebelumnya telah berdiri lembaga riset otonom bidang studi Islam Asia Tenggara pada tingkat universitas dan lembaga riset otonom bidang agrikultur di Fakultas Pertanian dan Peternakan.

Visi EnReach adalah menjadi lembaga studi energi terdepan di Propinsi Riau yang menawarkan solusi berkelas global untuk mengatasi persoalan energi lokal (global solution for local energy problems).

Sedangkan misi yang diemban EnReach adalah:

  1. Melaksanakan studi dan penelitian energi multidisiplin untuk membantu mengatasi persoalan suplai energi di Propinsi Riau dan Indonesia, dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
  2. Melaksanakan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses pada energi yang handal, harga terjangkau, dan mendorong kegiatan produktif.
  3. Melakukan kegiatan penyebaran (diseminasi) dan promosi energi berkelanjutan.
  4. Melaksanakan tata kelola lembaga yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.

Lambang dan motto EnReach adalah seperti gambar berikut:

Sedangkan moto EnReach adalah EnLightening People” yang berarti “memberi cahaya atau pencerahan kepada masyarakat.”

Struktur Organisasi EnReach terdiri dari:

  1. Dewan Pengurus (Board), selanjutnya disebut Dewan.
  2. Eksekutif (Executive)
  3. Peneliti (Researcher)

Mengingat energi adalah bidang yang multidisiplin, anggota dewan (board) tetap yang terdiri dari:

  1. Dekan FST UIN Suska Riau (ex-officio, Board Member) – Dekan FST dengan bidang: Arsitektur.
  2. Kunaifi (pendiri, Chief of Board) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: energi terbarukan, efisiensi energi, pembangunan berkelanjutan.
  3. Novriyanto (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Informatika dengan bidang: Green ICT, IT project management, IT strategy and assessments.
  4. Petir Papilo (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Industri dengan bidang: kebijakan energi dan quality control.
  5. Zulfatri Aini (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengan bidang: efisiensi energi, sistem tenaga listrik, perencanaan dan analisa sistem tenaga listrik.
  6. Liliana (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Teknik Elektro dengn bidang: energi terbarukan, sistem tenaga listrik, dan proteksi sistem tenaga listrik.
  7. Nesdi Evrilyan Rozanda (pendiri, Board Member) – Dosen di Jurusan Sistem Informasi dengan bidang: green ICT dan IT project management.

EnReach saat ini fokus pada empat bidang kajian yang dapat dilaksanakan dalam bentuk riset, proyek, program, dan intervensi, yaitu:

  1. Energi terbarukan
  2. Efisiensi energi
  3. Green ICT
  4. Kebijakan energi.

Walaupun hingga saat tulisan ini dibuat EnReach baru berusia 6 minggu, EnReach telah melakukan berbagai kegiatan antara lain:

  1. Ikut membahas Ranperda Ketenagalistrikan Propinsi Riau
  2. Menyusun konsep implementasi proyek solar home system yang berkelanjutan di Distamben Propinsi Riau.
  3. MoU riset dan proyek dengan Hochscule Amberg-Weiden German dalam bidang energy terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
  4. Studi persiapan proyek pembangkit listrik tersambung jaringan di atap kantor Pemprov Riau.
  5. Menjadi tuan rumah riset bio-energi mahasiswa S2 dari Hochscule Amberg-Weiden German.
  6. Studi potensi energi biomassa di 2Kabupaten di Propinsi Riau.
  7. Audit energi pada sektor bangunan kantor, bekerjasama dengan Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM dan PT. Energy Management Indonesia.

Selain melakukan kegiatan secara mandiri, EnReach membuka diri atas kerjasama riset, proyek, program, dan intervensi teknologi dan kebijakan energi terbarukan, efisiensi energi dan green ICT. Saat ini EnReach dalam tahap pembicaraan akhir kerjasama riset energi terbarukan dan capcaity building clean energy dengan sebuah perusahaan di Jakarta dan sebuah NGO di Paris.

Kunjungi EnReach di www.enreach.or.id dan melalui email info@enreach.or.id

Company Profile EnReach dapat diunduk dari gambar berikut.





UIN Suska Riau, Progressive University

10 04 2011

UIN Suska Riau adalah sebuah universitas yang amat progressive di kawasan Barat Indonesia. Di bawah ini beberapa foto kampus UIN Suska Riau. …. nantikan kisah selanjutnya….

Sumber: unknown

Sumber: Pekanbaru Pos

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber: http://www.kimia-09a.co.cc/2009/09/state-islamic-university-of-sultan.html

Sumber:http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://www.worldatlaspedia.com/es/asia-indonesia-nanas/fotografias/detalleFotografia?idLocalizacion=6732114#24

Sumber: http://arynoone.blogspot.com/2011/02/logo-baru-uin-suska-riau.html

SUmber: http://uin-suska.ac.id/dakwah/

Sumber: http://riau.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=2846

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6803185

Sumber: http://riaupos.co.id/news/2011/01/kampus-uin-panam/

Sumber: http://www.sman4siak.co.cc/2011/03/raih-juara-3-cc-di-uin-suska-riau.html

Sumber: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=60598591

 

 

 





Saatnya Riau Kelola Blok Siak (It’s Time for Riau to Operate Siak Block)

28 03 2011

Artikel ini diterbitkan Riau Pos 28 Maret 2011.

 

Selama delapan tahun terakhir satu-per-satu ladang minyak Riau yang dikelola perusahaan asing dilepas kepada pemerintah daerah setelah kontraknya berakhir. Pada 2002, CPP Block berpindah tangan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada konsorsium PT. Pertamina dan BUMD Kab. Siak PT. Bumi Siak Pusako (BSP). Setelah itu Blok Langgak (Mountain Front Kuantan, MFK) yang awalnya juga dikelola CPI, sejak 2010 dikuasai penuh BUMD Pemprov Riau PT. Sarana Pembangunan Riau (SPR). Dalam dua tahun ke depan, dua ladang minyak lagi akan habis kontrak, yaitu South and Central Sumatera Block (Medco E&P Indonesia) dan Siak Block (CPI). Artikel ini membahas potensi ekonomi di Siak Block dan strategi Riau untuk melanjutkan pengelolaan setelah kontrak CPI berakhir 2013.

Sekilas Siak Block

Ladang minyak Siak Block terhampar pada empat kabupaten yaitu Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Bengkalis. Eksploitasi Siak Block dimulai CPI pada 1963, dan sejak 1991 kontrak CPI diperbaharui dengan sistem bagi hasil. Berdasar kontrak baru, penguasaan CPI di Siak Blok akan berakhir pada 27 November 2013 nanti.

Siak Block terdiri dari dua lapangan utama, yaitu Lindai Field dan sebagian Batang Field. Produksi Lindai Field sekitar 1.300 barrel of oil per day (bopd) dengan peluang peningkatan melalui penambahan sumur sisipan dan aplikasi teknologi waterflood. Sedangkan Batang Field yang 65% dalam konsesi Siak Block, memproduksi sekitar 1.200 bopd minyak kental/berat, dan dapat ditingkatkan dengan teknologi pemanasan minyak di dalam reservoir, penambahan jumlah sumur, dan merapatkan spacing (jarak pengurasan antar sumur).

Jika dirata-ratakan, produksi Siak Block sekitar 2 ribu bopd. Dibanding Blok Langgak dengan produksi sekitar 600 bopd, Siak Block adalah ladang tua yang masih menawan di mata investor.

Potensi Pendapatan dari Siak Block

Walaupun produksinya tidak besar, Siak Block tetap menjanjikan pendapatan bagus untuk Riau. Dengan asumsi produksi rata-rata 2.000 bopd, maka merujuk metode penghitungan Rafiq Imtihan (2010), Riau berpeluang meraih keuntungan sekitar US$ 4,06 juta dari Siak Block atau sekitar Rp. 37,5 Miliar per tahun dengan asumsi US$ 1=Rp. 9.250. Dasar perhitungan dan asumsi yang digunakan adalah: harga Sumatra Light Crude (SLC) yang dihasilkan Siak Block sama dengan harga rata-rata SLC enam tahun terakhir (2005-2010) yaitu US$ 77,3 per barrel, biaya pokok produksi (BPP) diasumsikan US$ 15 per barrel, bagi hasil 85 % untuk pemerintah pusat dan 15 % untuk kontraktor, dan corporate and deviden tax sebesar 40,5 %. Melihat trend harga minyak yang terus naik dan masih terbukanya peluang meningkatkan produksi, keuntungan berpotensi naik di masa depan.

Berdasar pemberitaan media, terdapat beberapa pihak yang berminat mengelola Siak Block. Pemerintah daerah, melalui BUMD Pemrov Riau PT. SPR dan BUMD Pemkab Siak PT. BSP, telah menyatakan minat (Antara 2010). Selain itu, CPI juga bermaksud memperpanjang kontraknya di Siak Block, disusul Bakrie Group dan Medco International yang menyatakan minat sama.

Siapa Sebaiknya Mengelola Siak Block?

Menurut BP Migas, pemerintah akan memberi prioritas pada BUMD untuk mengelola Siak Block (Antara 2010). Belajar dari keberhasilan pengelolaan dua blok terdahulu, maka pengelolaan Siak Block oleh daerah harus diperjuangkan mengingat Riau memerlukan dana besar untuk merealisasikan target pembangunan. Pertanyaan selanjutnya adalah BUMD mana yang paling cocok di antara berbagai BUMD yang ada? Jawaban final tentu tergantung hasil tender dan kesepakatan Pemprov Riau dan Pemkab-Pemkab di mana Siak Block berada, dengan mengedepankan azas keadilan.

Namun, saya ingin mengajak kita semua untuk mempertimbangkan sebuah BUMD milik Pemrov Riau sebagai pengelola Siak Block masa depan, yaitu PT. Riau Petroleum (PT. RP). Kembali pada sejarah, PT. RP khusus dibentuk untuk mempersiapkan Riau dalam menyikapi berakhirnya kontrak pengelolaan beberapa blok migas yaitu CPP, MFK, Siak & Rokan Block). Namun dalam perjalanannya, PT. RP belum mendapatkan kesempatan menjalankan fungsinya. Berkaca pada pengalaman PT. BSP dan PT. SPR yang awalnya justru dibentuk untuk bisnis non-migas, namun kemudian menjadi contoh kesuksesan daerah mengelola bisnis migas, adalah patut jika PT. RP diberi peluang sama di Siak Block. Hal ini sekaligus membuktikan perlakuan adil pemerintah daerah kepada BUMD-nya sendiri.

Strategi

Pengelolaan migas melibatkan investasi, teknologi, dan profesionalitas. Besaran investasi untuk mengelola Siak Blcok secara mandiri dapat dihitung untuk meyakinkan calon investor bahwa Siak Block akan memberikan keuntungan besar dengan resiko terukur. Jika PT. RP diberi kesempatan, ini bermakna pemerintah daerah selaku pemegang saham utama memberi dukungan finansial. Sedangkan dari aspek teknologi sepertinya tidak ada masalah mendasar. Teknologi yang digunakan saat ini di Siak Block dapat dilanjutkan pada tahun-tahun pertama pengelolaan oleh BUMD. Selanjutnya, dapat diterapkan teknologi baru untuk meningkatkan produksi.

Kesimpulan

Pemerintah Provinsi harus memperkuat perjuangan untuk mengambil tongkat estafet pengelolaan Siak Block dari CPI pada 2013. Berbagai kesepakatan penting perlu dibuat pihak-pihak terkait untuk memuluskan rencana ini. PT. Riau Petroleum, karena fungsi dan sumberdaya yang dimilikinya patut dipertimbangkan dan diberi dukungan penuh sebagai pengelola masa depan Siak Block. Satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa minyak di Siak Block telah diekploitasi puluhan tahun. Kini sisa yang tinggal beberapa “tetes” harus dapat digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat seperti perbaikan pendidikan dan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan lain-lain.***

Kunaifi, PgDipEnSt., M.Sc.

Peneliti di Energy Research Centre (EnReach)

UIN Suska Riau

kunaifi@gmail.com

NOTE: warna biru diedit redaksi Riau Pos dan tidak dicantumkan.





Solar Sel Full Spektrum (Full-spectrum Solar Cells)

4 02 2011

Salah satu alasan utama mengapa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kesulitan mengimbangi pembangkit listrik konvensional adalah karena efisiensinya yang rendah. Sehingga untuk mendapatkan energi listrik yang besar diperlukan luasan modul surya yang besar pula, yang berarti biaya pun besar.

Mayoritas solar sel komersial saat ini memiliki efisiensi sekitar 15%. Sedangkan efisiensi sebesar 30% sudah berhasil diuji di laboratorium namun belum dapat diproduksi untuk keperluan komersial.

Mengapa solar sel belum bisa mengkonversi radiasi matahari dengan efisiensi tinggi? Alasannya adalah karena material solar sel hanya mampu mengkonversi sebagian dari spektrum cahaya matahari yang diterimanya. Menurut Tomas Marvart dalam bukunya berjudul Solar Electricity, hanya sekitar 2/3 dari spektrum cahaya matahari yang dapat dikonversi menjadi listrik oleh material solar sel yang ada sekarang.

Namun kini ada harapan baru untuk mengkonversi semua spektrum cahaya matahari menjadi listrik. Riset yang dilakukan oleh Wladek Walukiewicz di Lawrence Berkeley National Laboratory telah berhasil mengkonversi seluruh spektrum. Dan yang juga menarik adalah bahwa proses produksi solar sel baru ini dapat dilakukan menggunakan teknik produksi konvensional.

Prinsip yang digunakan oleh Wladek Walukiewicz dan kawan-kawan adalah bahwa: tidak ada material yang mampu merespon semua panjang gelombang radiasi matahari, masing-masing material bekerja pada panjang gelombang yang berbeda pula, maka untuk memungkinkan proses konversi seluruh spektrum dilakukan penggabungan beberapa bahan berbeda dengan sensitifitas spektrum berbeda pula.

Satu cara untuk menggabungkan berbagai bahan adalah dengan menumpuk lapisan-lapisan semikonduktor berbeda dan menggabungkannya secara seri menggunakan kawat. Teknik ini walaupun mampu menggabungkan lapisan-lapisan berbeda, namun strukturnya masih rumit sehingga menyulitkan dalam proses fabrikasi. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat satu lapisan namun mampu bekerja dengan spektrum berbeda.

Tim peneliti mengatakan bahwa teknik baru yang mereka perkenalkan akan menghasilkan solar sel efisiensi tinggi dengan harga yang labih murah. Namun sayang, mereka belum menyebutkan setinggi apa efisiensi yang dapat dihasilkan.

Sumber: http://newscenter.lbl.gov/feature-stories/2011/01/24/practical-full-spectrum/





Era Minyak Murah Telah Berlalu (Cheap Oil Era is Ending)

14 12 2010

Artikel ini diterbitkan Riau Pos, 14 Desember 2010

Pada 1973 dan 1979 harga minyak mentah dunia secara tiba-tiba meroket hingga tiga kali lipat. Kejadian beruntun ini membuat ekonomi global terpuruk ke dalam resesi parah. Sejak itu harga minyak bumi tidak pernah stabil; tak jarang mengacaukan ekonomi suatu negara bahkan dunia. Terakhir, tahun 2008 minyak kembali memberi kejutan pada ekonomi global saat harganya naik hingga $US 147 per barrel dari sebelumnya sekitar $US 50 per barrel. Indonesia merasakan akibatnya dalam bentuk defisit APBN sehingga banyak proyek terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan, dan antrian penduduk di pangkalan minyak bertambah panjang. Banyak analis menterjemahkan krisis minyak global sebagai peringatan bahwa cadangan minyak dunia makin sedikit, dan ketergantungan berlebihan pada ekonomi berbasis bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) adalah pilihan yang amat rapuh.

Sejarah dan perkiraan harga minyak menurut International Energy Agency. Terlihat bahwa tahun 2035 harga minyak diperkirakan $200 per barrel. Harga minyak saat ini adalah sekitar $  (Sumber:Reuters)

Kini rakyat Indonesia diresahkan oleh rencana pemerintah mencabut subsidi BBM bagi mobil pribadi, bagai ‘pil pahit’ hadiah tahun baru 2011. Rencana ini menurut pemerintah, diambil untuk mengantisipasi lonjakan subidi BBM tahun 2011 yang diperkirakan mencapai 10 persen akibat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Pencabutan subsidi BBM akan dilakukan dua tahap; dimulai di Jabodetabek dan kawasan lain di Jawa-Bali pada 2011. Sedangkan tahap dua di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi pada 2012. Tahun 2013 kebijakan ini ditargetkan berlaku di seluruh Indonesia.

Artikel ini mendiskusikan kondisi dan tantangan perminyakan Riau serta langkah awal yang perlu diinisiasi Pemda untuk menjamin keamanan suplai energi, khususnya minyak bumi, masa depan.

Riau Kaya Minyak Tinggal Sejarah

Minyak telah dijadikan komoditi ekonomi utama nasional terutama zaman orde baru. Tahun 1977 tercatat sebagai puncak produksi minyak nasional, sehingga Riau sebagai penghasil (namun bukan penikmat) utama minyak nasional mendapat julukan sebagai negeri “petro-dollar.”

Kini kejayaan itu telah berlalu. Indonesia terlalu semangat menghisap “sang emas hitam” dari perut bunda pertiwi tanpa memperhitungkan cadangan minyak nasional yang sebenarnya cuma sedikit, sehingga perlu dihemat. Puncak produksi minyak nasional telah berlalu dalam waktu amat dini. Sejak 2000, produksi minyak (lifting) tidak pernah mencapai 1 juta barel per hari (bph). Tahun ini, target lifting nasional sebesar 965 ribu bph dalam APBN tidak tercapai.

Bahkan, setelah 47 tahun menjadi anggota organisasi negara-negara elit pengekspor minyak (OPEC), efektif Januari 2009 Indonesia terpaksa hengkang karena telah berubah menjadi net oil importer sejak 2003, alias meng-impor minyak lebih banyak daripada meng-ekspor. Penyebanya jelas, bahwa saat kebutuhan minyak dalam negeri meningkat terus-menerus, lifting menurun secara pasti, yang dalam teori ekonomi disebut oil supply-demand gap. Jika dulu kenaikan harga minyak dunia membawa berkah bagi Indonesia, kini justru menjadi petaka.

Apa indikasi minyak Indonesia segera kering? Pertama, perhatikan statistik. Menurut Bappenas (4/11/2010), jika tidak ditemukan sumur baru, cadangan minyak Indonesia hanya bertahan hingga 18 tahun ke depan. Estimasi ini lebih optimis dibanding hitungan British Petroleum (2010) yaitu 15,6 tahun. Lihat juga pernyataan raksasa Chevron (CPI) bahwa produksi CPI di Riau, turun sekitar 10 persen per tahun (21/03/2005).

Kedua, di Riau, dalam delapan tahun terakhir satu-per-satu ladang minyak yang dikelola perusahaan asing dilepas kepada pemerintah setelah kontraknya berakhir. Sebagian diraih melalui perjuangan rakyat seperti CPP Block yang diserahkan CPI pada 2002. Sebagian lagi diserahkan melalui proses yang lebih mulus seperti Blok Langgak CPI (2010). Dalam waktu dekat Riau akan mengambil pengelolaan Mountain Front Kuantan Block dari CPI. Telah diwacanakan pulua mengambil Siak Block dari CPI yang berakhir 2013, dan South and Central Sumatera Block dari Medco E&P Indonesia (habis kontrak 2013). Inilah indikasi bahwa dalam hitungan para raksasa industri minyak, eksploitasi sumur-sumur minyak Riau yang sudah uzur tidak menarik lagi.

Ketiga, dalam lima tahun belakangan Presiden telah mengeluarkan dua Inpres terkait penghematan energi, mengindikasikan kekhawatiran akan keamanan suplai energi masa depan di tengah kebutuhan kian meningkat. Kedua Inpres tersebut adalah Inpres 10/2005 tentang Penghematan Energi dan Inpres 02/2008 tentang Penghematan Energi dan Air.

Apa Strategi Riau?

Riau dapat mengadopsi dua strategi paling populer di berbagai negara untuk memperlambat habisnya cadangan minyak. Pertama, gerakan hemat energi (energy efficiency) secara menyeluruh. Memang pencabutan subsidi BBM memiliki potensi dampak sosial- ekonomi seperti penurunan daya beli masyarakat dan memicu peningkatan jumlah kendaraan roda dua dengan BBM bersubsidi. Namun, kebijakan ini berpotensi menekan konsumsi BBM berlebihan. Selama ini kita dimanjakan oleh BBM murah sehingga tidak jarang berperilaku boros BBM. Mulai tahun depan, kita perlu berpikir untuk mempersingkat perjalanan dengan mobil pribadi.

Selain efisiensi energi di industri, perkantoran, dan transportasi, di rumah anda juga bisa hemat energi

(Sumber: http://www.solar-green-wind.com/archives/energy-efficiency)

Gerakan hemat energi adalah wajib setelah dikeluarkannya PP 70/2009 tentang Konservasi Energi. Disebutkan bahwa Pemprov, Pemkab/Pemko bertanggung jawab melaksanakan langkah-langkah penghematan energi. Maka, Pemrov Riau beserta Pemkab/Pemko perlu segera melaksanakan PP 70/2009 dengan merumuskan dan menetapkan kebijakan, strategi, dan program konservasi energi serta mengalokasikan dana untuk hal tersebut. Program hemat energi tidak hanya menurunkan konsumsi BBM, tapi juga menghemat anggaran dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.

Strategi kedua adalah mengurangi ketergantungan pada minyak bumi melalui strategi bauran energi (energy-mix), di mana konsumsi minyak dikurangi sementara pemanfaatan energi terbarukan ditingkatkan. Strategi ini juga wajib dilakukan. Kebijakan Energi Nasional 2025 mengamanatkan bahwa pembangunan energi masa depan dititikberatkan pada pemanfaatan energi terbarukan secara maksimal. UU 30/2007 tentang Energi juga mengatur bahwa “penyediaaan energi baru dan terbarukan wajib ditingkatkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah.” Langkah awal adalah menyusun Rencana Umum Energi Daerah (RUED) tingkat propinsi dan kabupaten/kota, yang mencantumkan pola pengembangan energi terbarukan di Riau.

Sumber: http://www.theenergyresources.com/images/renewable-energy.jpg

Kesimpulan

Melihat konsumsi minyak yang berlebihan, the Association for the Study of Peak Oil and Gas secara ekstrim memperkirakan bahwa dunia akan kehilangan ‘orang perminyakan’ akhir abad ini karena sumur minyak ditutup di mana-mana. Walaupun cukup meresahkan, rencana pencabutan subsidi BBM untuk mobil pribadi sesungguhnya dapat menggugah kesadaran kita bahwa era minyak murah telah berlalu. Karena kita masih memerlukan BBM untuk menggerakkan ekonomi dan kehidupan, mari mulai berpikir efisiensi energi dan energi terbarukan. Pemerintah Propinsi/Kabupaten/Kota diharap dapat memulainya dengan menetapkan instrumen kebijakan pendukungnya.

Kunaifi, PgDipEnSt., M.Sc.

Peneliti di Energy Research Centre (EnReach)

UIN Suska Riau

Note: Bagian yang diberi warna biru diedit oleh redaksi Riau Pos.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.